Gizi

20 November 2021

15 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan dan Ibu Hamil, Salah Satunya Mencegah Risiko Cacat Janin!

Brokoli punya banyak kandungan yang menyehatkan untuk tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Amelia Puteri

Brokoli, si hijau yang menyerupai rambut kribo ini punya banyak manfaat kesehatan. Selain dikonsumsi sebagai menu utama, sayuran berjenis kubis-kubisan ini juga bisa dijadikan camilan dengan cara direbus.

Secara keseluruhan, brokoli mengandung kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan.

Salah satu keunggulan terbesar brokoli adalah kandungan nutrisinya karena mengandung beragam vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

Baca Juga: 3 Inspirasi Unik Menyajikan Sayuran Hijau Untuk MPASI Bayi 7 Bulan

Manfaat Brokoli untuk Kesehatan

Brokoli -1

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip Nutrition Data Self, dalam satu cangkir atau 91 gram bungkus brokoli mentah mengandung:

  • Karbohidrat: 6 gram
  • Protein: 2,6 gram
  • Lemak: 0,3 gram
  • Serat: 2,4 gram
  • Vitamin C: 135% dari RDI
  • Vitamin A: 11% dari RDI
  • Vitamin K: 116% dari RDI
  • Vitamin B9 (Folat): 14% dari RDI
  • Kalium: 8% dari RDI
  • Fosfor: 6% dari RDI
  • Selenium: 3% dari RDI

Brokoli dapat dimakan dimasak atau mentah. Keduanya sangat sehat, tetapi memberikan profil nutrisi yang berbeda. Namun, baik dimakan mentah atau dimasak, brokoli adalah sumber vitamin C yang sangat baik.

Metode memasak yang berbeda seperti merebus, masak dalam microwave, menumis dan mengukus, mengubah komposisi nutrisi sayuran, terutama mengurangi vitamin C, serta protein larut dan gula.

Tapi menurut Journal of Zhejiang University Science B, mengukus tampaknya memiliki efek negatif paling sedikit dan bisa menjadi pilihan terbaik untuk memasak brokoli.

Setelah mengetahui kandung luar biasa dari brokoli, berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan yang didapatkan saat rutin mengkonsumsi brokoli.

1. Membantu Mengurangi Peradangan

Brokoli mengandung berbagai senyawa bioaktif yang telah terbukti mengurangi peradangan pada jaringan tubuh.

Beberapa senyawa ini bekerja secara sinergis untuk mendukung efek ini, meskipun beberapa tampaknya juga bekerja secara individual. Kaempferol, flavonoid dalam brokoli, menunjukkan kapasitas anti-inflamasi yang kuat pada penelitian pada hewan dan tabung reaksi Journal Plos One.

Brokoli mengandung beberapa senyawa bioaktif yang menunjukkan efek anti-inflamasi pada hewan dan penelitian tabung. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian pada manusia.

2. Melindungi Terhadap Jenis Kanker Tertentu

Sayuran silangan, seperti brokoli, mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat mengurangi kerusakan sel yang disebabkan oleh penyakit kronis tertentu.

Beberapa penelitian kecil telah menunjukkan bahwa makan sayuran silangan dapat melindungi terhadap jenis kanker tertentu, salah satunya kanker payudara seperti hasil dari penelitian yang yang dilakukan oleh Breast.

3. Mendukung Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa brokoli dapat mendukung kesehatan jantung dalam berbagai cara. Peningkatan kadar kolesterol LDL dan trigliserida ‘jahat’ diketahui sebagai faktor risiko utama penyakit jantung.

Brokoli mungkin berperan dalam meningkatkan penanda ini. Studi Diabetes Research and Clinical Practice melihat brokoli secara signifikan mengurangi trigliserida dan kolesterol LDL ‘jahat’, serta meningkatknya kadar kolesterol HDL ‘baik'.

4. Memperlambat Penurunan Mental dan Mendukung Fungsi Otak

Beberapa nutrisi dan senyawa bioaktif dalam brokoli dapat memperlambat penurunan mental dan mendukung fungsi otak dan jaringan saraf yang sehat.

Penelitian Neurology pada 960 orang dewasa yang lebih tua, mengungkapkan bahwa satu porsi per hari sayuran hijau tua seperti brokoli dapat membantu melawan penurunan mental yang terkait dengan penuaan.

Dalam beberapa penelitian, tikus yang diobati dengan sulforaphane menunjukkan pemulihan jaringan otak yang signifikan dan mengurangi peradangan saraf setelah cedera otak atau paparan racun. Penelitian lanjutan diperlukan untuk melihat fungsinya pada manusia.

5. Membantu Memperlambat Proses Penuaan

Proses penuaan sebagian besar disebabkan oleh stres oksidatif dan penurunan fungsi metabolisme. Meskipun penuaan adalah proses alami yang tidak dapat dihindari, kualitas makanan dianggap paling berperan dalam menentukan ekspresi genetik dan perkembangan penyakit terkait usia.

Penelitian menunjukkan bahwa sulforaphane, senyawa bioaktif utama dalam brokoli, mungkin memiliki kapasitas untuk memperlambat proses penuaan dengan meningkatkan ekspresi gen antioksidan, menurut Journal of Experimental Biology.

6. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh manusia adalah hal yang kompleks dan membutuhkan banyak nutrisi untuk berfungsi dengan baik. Vitamin C bisa dibilang nutrisi yang paling penting untuk fungsi kekebalan tubuh, dan brokoli sarat dengan itu.

Penelitian menunjukkan bahwa vitamin C berperan baik dalam pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit. Asupan harian 100-200 mg vitamin C cukup untuk mencegah infeksi tertentu, dikutip Nutrient. Biasanya, vitamin C dikaitkan dengan jeruk tetapi kandungan brokoli juga tidak kalah baik.

7. Mendukung Kesehatan Gigi dan Mulut

Brokoli adalah sumber vitamin C dan kalsium yang baik, dua nutrisi yang terkait dengan penurunan risiko penyakit periodontal. Kaempferol, flavonoid yang ditemukan dalam brokoli, mungkin juga berperan dalam mencegah periodontitis.

Yang paling menonjol adalah penelitian Cancer Prevention Research Philadelphia menunjukkan bahwa sulforaphane yang ditemukan dalam brokoli dapat mengurangi risiko kanker mulut.

8. Mempromosikan Tulang dan Sendi yang Sehat

Banyak nutrisi yang ditemukan dalam brokoli diketahui mendukung kesehatan tulang dan dapat mencegah gangguan terkait tulang. Brokoli adalah sumber vitamin K dan kalsium yang baik, dua nutrisi penting untuk menjaga tulang kuat dan sehat.

Ini juga mengandung fosfor, seng dan vitamin A dan C, yang juga diperlukan untuk kesehatan. Sebuah studi tabung Journal of Cellular Physiology menunjukkan bahwa sulforaphane yang ditemukan dalam brokoli dapat membantu mencegah osteoartritis.

9. Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Kanker kulit meningkat sebagian karena kerusakan lapisan ozon dan peningkatan paparan sinar ultraviolet (UV). Penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam brokoli dapat melindungi terhadap kerusakan radiasi UV yang menyebabkan kanker kulit.

Penelitian kecil pada manusia telah mencapai hasil yang serupa yakni mengungkapkan efek perlindungan yang signifikan dari ekstrak brokoli terhadap kerusakan kulit dan perkembangan kanker setelah paparan sinar matahari, dikutip Proceedings of The National Academy of Science US.

Baca Juga: 5 Sayuran Hijau Terbaik untuk MPASI Anak

Manfaat Brokoli Selama Kehamilan

Brokoli -2

Foto: Orami Photo Stock

Apakah aman makan brokoli selama kehamilan? Menurut NYC Health, brokoli aman untuk makan brokoli dalam jumlah sedang selama kehamilan.

Sebab, brokoli kaya akan vitamin A, C, K, B6, kalsium, folat, serat, dan agen antioksidan.

Ini dapat memastikan suplai hemoglobin yang baik, memperkuat tulang, mencegah penyakit kulit, cacat lahir, dan meningkatkan asupan nutrisi.

Moms dapat mengonsumsi sekitar tiga hingga lima porsi brokoli setiap hari. Satu porsi sama dengan setengah cangkir sayuran yang dimasak atau dipotong. Berikut ini adalah manfaat brokoli untuk kesehatan ibu hamil dan janin yang bisa didapatkan.

10. Mengandung Antioksidan

Menurut penelitian Mini Reviews in Medical Chemistry kandungan antioksidan brokoli mungkin menjadi salah satu keuntungan utama bagi kesehatan.

Antioksidan adalah molekul yang menghambat atau menetralisir kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Hal ini dapat menyebabkan peradangan berkurang dan efek perlindungan kesehatan secara keseluruhan.

Selain menambah serat, kandungan vitamin dalam brokoli terbilang cukup tinggi dibandingkan sayuran lainnya. Seperti kandungan vitamin A dan C yang bermanfaat sebagai antioksidan.

Fungsinya antara lain, mendetoksifikasi radikal bebas, memperbaiki sistem kekebalan tubuh, membuat awet muda, menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung, serta mencegah tumbuh kembangnya sel kanker.

11. Cegah Risiko Cacat Janin

Bagi ibu hamil, brokoli adalah pilihan sayur yang tepat. Sebab brokoli mengandung asam folat, yaitu vitamin B kompleks yang larut dalam air dan menjadi makanan wajib selama kehamilan.

Folat merupakan nutrisi penting untuk perkembangan otak janin dan sumsum tulang belakang. Konsumsi makanan kaya folat secara teratur seperti brokoli dapat membantu memastikan hasil kehamilan yang sehat.

Asam folat ini juga bermanfaat untuk mencegah risiko cacat janin pada bagian otak dan sumsum tulang belakang, dan juga dapat memperkuat sistem saraf serta sel darah pada ibu dan janin.

12. Menormalkan Kadar Gula Darah

Diabetes gestasional terjadi jika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk memecah gula yang dikonsumsi selama kehamilan. Dan mengkonsumsi brokoli secara rutin dapat membantu mengatur kadar gula dalam tubuh.

Kandungan dalam brokoli diketahui dapat menormalkan kadar gula darah dan dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi pada ibu hamil yang menderita diabetes. Selain itu, brokoli juga mengandung Omega 3 untuk menstabilkan tekanan darah.

Selama hamil, Moms bisa mengkonsumsi 3 sampai 5 porsi sehari makanan yang mengandung brokolo bisa membantu, sebab satu porsi sama dengan 1 cangkir atau 340 gram.

13. Usir Sembelit

Sembelit adalah masalah umum pada ibu hamil. Perubahan hormonal, perubahan metabolisme, dan suplemen zat besi berperan dalam mengubah gerakan usus.

Brokoli sendiri mengandung serat larut dan tidak larut yang membantu menahan air dan mengatur pergerakan usus. Oleh karena itu, menurut Missouri Department of Health and Senior Services, brokoli dapat membantu mencegah sembelit selama kehamilan.

Moms yang sering mengalami sembelit selama hamil dapat mencoba untuk mengonsumsi brokoli secara rutin, terutama yang dialami oleh ibu hamil di periode trimester 1 dan 2.

14. Dapat Mengontrol Anemia

Kebutuhan zat besi akan meningkat selama kehamilan, dan kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Untu kenghindari hal tersebut, Moms harus mengonsumsi makanan yang penuh dengan zat besi, apalagi jika sebelum hamil Moms memiliki anemia.

Oleh karena itu, brokoli sebagai sumber zat besi dan asam folat yang baik, bisa menjadi pilihan tepat untuk dikonsumsi selama kehamilan dan sangat dianjurkan oleh US Department of Health and Human Services.

15. Mendukung Kesehatan Mata

Beta-karoten membantu menjaga penglihatan. Beta-karoten bersama vitamin A baik untuk kesehatan mata dan menjauhkan penyakit mata, menurut penelitian dalam jurnal Nutrients.

Baca Juga: Brokoli Bantu Tingkatkan Kesuburan? Simak Penjelasannya di Sini

Cara Memilih dan Mengkonsumsi Brokoli

Brokoli -3

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengonsumsinya, penting bagi Moms untuk mengetahui cara memilih brokoli yang benar. Pilih brokoli segar berwarna hijau tua dan hindari brokoli dengan bercak atau bintik kuning kehitaman yang disebabkan kotoran, layu, atau busuk.

Cara lain untuk mengetahui tingkat kesegaran brokoli, Moms juga bisa menekan batang atas brokoli dengan ujung jari. Bila masih keras, artinya brokoli masih cukup segar.

Selain itu, Momsmbisa memilih kepala brokoli yang segar, padat, dan berwarna hijau tua atau ungu-hijau cerah. Pilih batang dan tangkai yang kokoh, dan bukan yang berongga.

Hindari kepala berwarna kuning karena itu menunjukkan bahwa brokoli terlalu matang. Hindari juga memilih kuntum yang layu atau kering.

Jangan lupa, untuk segera mengonsumsi brokoli setelah dibeli. Sebaiknya jangan mengonsumsi brokoli lebih dari satu minggu sejak dibeli. Dan untuk penyimpanan, simpan brokoli di dalam kulkas dalam tas berbahan nilon.

Brokoli dapat dinikmati mentah sebagai salad, lalapan, atau juga dapat dibuat sebagai juice. Nah, jika Mama ingin merebusnya usahakan tidak lebih dari 5 menit.

Sebab kandungan sulforaphane dalam brokoli dapat hilang hingga 50 persen jika terlalu lama dimasak.

Memiliki rasa yang enak, brokoli bahkan bisa dikenalkan saat Si Kecil Mulai MPASI. Selamat berkreasi dengan si hijau ini, Moms!

  • https://www.momjunction.com/articles/benefits-of-eating-broccoli-during-pregnancy_00353677/
  • https://www1.nyc.gov/site/doh/health/health-topics/pregnancy-during-healthy-pregnancy-nutrition.page
  • http://health.mo.gov/living/families/wic/wiclwp/pdf/3-0MaternalNutrition.pdf
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/weight-management/healthy-eating-physical-activity-for-life/health-tips-for-pregnant-women?dkrd=/health-information/weight-management/health-tips-pregnant-women
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3705341/
  • https://nutritiondata.self.com/facts/vegetables-and-vegetable-products/2356/2
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2722699/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19519500/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29771951/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22877795/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22325157
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29263222/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4286704/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29099763/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27339168
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21506109
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2077285/
  • https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-broccoli#TOC_TITLE_HDR_15
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait