Resep

28 September 2021

5+ Manfaat Cabe Jalapeno, Cabe Asal Meksiko yang Jadi Favorit Orang Amerika

Cari tahu juga varian cabe super pedas ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Cabe jalapeno bisa jadi asing di Indonesia. Bagaimanapun, negara kita jelas lebih sering memakai cabe tanjung, cabe rawit, cabe keriting, cabe gendot atau cabe rawit domba pada masakannya.

Akan tetapi, cabe jalapeno ini cukup umum dipakai di luar negeri lho, Moms. Cabe jalapeno yang dibacanya jalapenyo ini jadi cabe favorit orang Amerika. Meski sebenarnya cabe jalapeno ini berasal dari Meksiko.

Cabe yang satu ini sangat digemari karena cocok dimasukkan dalam berbagai sajian makanan. Mulai dari sup hingga dijadikan limun.

Cabe jalapeno sering menjadi bahan yang digunakan dalam membuat salsa dan guacamole segar. Rasanya renyah, segar, tapi sedikit pedas. Jika dipanggang, cabe jalapeno akan mengeluarkan rasa yang lebih kaya, karena ada tambahan aroma asap yang memikat.

Melansir Chili Pepper Madness, jalapeno adalah bahasa Spanyol dari kata Jalapa atau Xalapa, yang merupakan Ibu Kota Veracruz, Meksiko. Di tempat itulah awalnya cabe jalapeno tumbuh.

Meski begitu, cabe yang satu ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti huachinango (jalapeno matang berwarna merah), chili gordo atau cabe gemuk, cuaresmeño, dan chipotle pepper atau cabe jalapeno kering. Pengeringan chipotle pepper ini menggunakan proses pengasapan.

Cabe jalapeno memiliki ukuran yang tidak terlalu besar. Ukuran cabe jalapeno dewasa sekitar sekitar 5 hingga 7 centimeter atau seukuran jari telunjuk orang dewasa.

Cabe ini biasanya dipanen ketika masih berwarna hijau. Namun, kadang-kadang para petani cabe jalapeno juga membiarkannya matang sampai berubah warna menjadi merah.

Baca Juga: 9+ Cabe Terpedas di Dunia, Berani Coba Moms?

Manfaat Cabe Jalapenos

jalapeno

Foto: verywellfit.com

Meski pedas, tetapi cabe jalapeno mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh, lho Moms. Bahkan Moms bisa menambahkan cabe jalapeno ke dalam menu diet harian, karena kekayaan nutrisnya.

Melansir Healthline, cabe jalapeno juga dikenal dengan kandungan kalorinya yang rendah. Satu buah cabe jalapeno mentah mengandung:

Kalori: 4 gram

Serat: 0,4 gram

Vitamin C: 10% dari RDI

Vitamin B6: 4% dari RDI

Vitamin A: 2% dari RDI

Vitamin K: 2% dari RDI

Folat: 2% dari RDI

Mangan: 2% dari RDI

Salah satu senyawa paling unik dalam cabe jalapeno adalah capsaicin, suatu alkaloid yang memberikan kualitas pedas khas paprika dan bertanggung jawab atas banyak manfaat kesehatannya. Berikut ini adalah manfaat yang diberikan cabe jalapeno untuk kesehatan.

1. Bantu Menurunkan Berat Badan

Mengonsumsi cabe jalapeno bisa meningkatkan metabolisme, meningkatkan pembakaran lemak, dan mengurangi nafsu makan, lho Moms. Artinya, salah satu manfaat cabe jalapeno adalah dapat membantu Moms menurunkan berat badan.

Hal itu dibuktikan dari hasil penelitian yang menemukan bahwa kandungan capsaicin dan senyawa serupa lainnya yang disebut capsaicinoids dapat meningkatkan metabolisme sebesar 4-5% per hari, berpotensi mempermudah penurunan berat badan.

Selain itu, suplemen capsaicinoid telah terbukti mengurangi lemak perut dan nafsu makan sehingga orang makan 50–75 kalori lebih sedikit per hari.

Baca Juga: Ini 7 Cara Mudah Menurunkan Berat Badan Dengan Aman

2. Dapat Melawan Kanker

Studi laboratorium juga menunjukkan bahwa capsaicin memiliki sifat anti-kanker yang kuat dan mampu membunuh lebih dari 40 jenis sel kanker tanpa merusak sel normal. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat cabe jalapeno juga dapat melawan kanker dari tubuh.

Capsaicin melawan kanker dengan menghentikan pertumbuhan dan pembelahan sel kanker, memperlambat pembentukan pembuluh darah baru di sekitar tumor kanker, mencegah kanker menyebar ke area lain dari tubuh.

Namun, penelitian lebih lanjut juga dibutuhkan. Karena faktanya, beberapa penelitian pada manusia menemukan bahwa makan cabai secara teratur dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi.

Namun, tidak semua penelitian menunjukkan hubungan ini. Tampaknya dosis pun mempengaruhi manfaatnya sebagai anti kanker. Capsaicin dosis tinggi tampaknya memperlambat penyebaran kanker, dosis rendah dapat mendorong penyebaran.

Baca Juga: Jomblo dan Ibu Tidak Menyusui Berisiko Kanker Payudara, Lho!

3. Pereda Nyeri Alami

Kandungan capsaicin dalam cabe jalapeno bermanfaat sebagai pereda nyeri yang efektif untuk digunakan sebagai obat eksternal. Meski awalnya, kulit akan merasakan sensasi terbakar diikuti dengan mati rasa dan tidak adanya rasa sakit. 

Untuk sementara waktu, rasa sakit akan terblokir. Biasanya, salep dengan kandungan capsaicin sering digunakan untuk menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh virus herpes zoster, nyeri saraf diabetes dan nyeri otot dan sendi kronis.

Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang lebih tua dengan rheumatoid arthritis mengalami pengurangan 57% rasa sakit setelah mengoleskan salep capsaicin ke persendian mereka. Ini secara signifikan lebih efektif daripada krim plasebo.

Selain mengoleskan capsaicin pada kulit, dapat digunakan sebagai semprotan hidung untuk meredakan nyeri migrain. Meski begitu, belum diketahui apakah efek tersebut juga berlaku jika Moms mengoleskan cabe jalapeno ke kulit atau memakannya.

Baca Juga: Mengenal Hormon Endorfin, Hormon "Pereda Nyeri" yang Bisa Kurangi Rasa Sakit dan Stres

4. Membantu Mencegah Sakit Maag

Ada banyak faktor yang menyebabkan sakit maag, di antaranya pertumbuhan bakteri H. pylori di dalam perut, ssam lambung tinggi, aliran darah rendah ke perut, minum alkohol, hingga merokok.

Meski banyak yang meyakini makanan pedas seperti cabe jalapeno dapat jadi penyebab atau bahkan memperburuk sakit maag, tetapi hasil penelitian menunjukkan hal yang sebaliknya. 

Karena faktanya, capsaicin dalam cabai dapat melindungi perut dari penyakit maag. Artinya, manfaat cabe jalapeno juga bisa digunakan untuk membantu mencegah sakit maag.

5. Membantu Melawan Infeksi

Manfaat cabe jalapeno lainnya adalah dapat membantu melawan infeksi. Senyawa yang ditemukan dalam cabai pedas sangat kuat dalam memperlambat pertumbuhan bakteri dan ragi bawaan makanan.

Ekstrak cabai bahkan dapat menghentikan bakteri kolera memproduksi racun, berpotensi mengurangi dampak penyakit bawaan makanan yang mematikan ini. Penelitian baru menunjukkan bahwa capsaicin dapat membantu mencegah jenis infeksi lain, seperti radang tenggorokan, kerusakan gigi akibat bakteri, dan klamidia.

Namun, penting untuk dicatat bahwa semua penelitian ini menggunakan ekstrak cabai, bukan cabai utuh, dan dilakukan dalam tabung reaksi, bukan manusia.

Studi awal ini menunjukkan bahwa cabai mungkin memiliki sifat antimikroba yang kuat, dan penelitian di masa depan sedang dilakukan untuk menentukan apakah cabai dapat digunakan sebagai pengawet alami atau obat-obatan.

Baca Juga: 5 Manfaat Pohon Gaharu, Mulai dari Melawan Infeksi Bakteri Hingga Bahan Pembuatan Parfum

6. Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa faktor terbesar penyakit jantung adalah diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Namun, capsaicin dapat membantu mengurangi dampak dari faktor-faktor ini dan dapat membantu menjaga kesehatan jantung Moms.

Makan 5 gram cabai sebelum makan tinggi karbohidrat telah terbukti membantu menstabilkan gula darah dan mencegah lonjakan besar yang terjadi setelah makan.

Penelitian pada hewan menunjukkan, capsaicin telah terbukti menurunkan kadar kolesterol dan lipid, membantu menurunkan tekanan darah dengan merelaksasi pembuluh darah. Meski penelitian serupa belum dilakukan kepada manusia, namun penelitian pendahuluan menunjukkan cabai jalapeno mungkin bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Varian Cabe Jalapeno

jalapeno

Foto: rareseeds.com

Sama dengan kebanyakan cabe di Indonesia, cabe jalapeno juga punya beberapa macam varian yang biasa dikonsumsi. Selain masa panen yang beragam, tingkat kepedasan varian cabe jalapeno juga berbeda-beda.

Dikutip dari Food Source Information, setidaknya ada empat varian cabe jalapeno. Yuk Moms, kita kenalan dengan varian cabe andalan orang Meksiko ini.

1. Señorita

Cabe jalapeno señorita umumnya berwarna hijau tua. Warnanya akan berubah menjadi ungu hingga akhirnya merah jika dibiarkan matang. Varian ini biasanya bisa dipanen setelah 80 hari setelah pembibitan.

Sementara rasanya, cabe jalapeno señorita rasanya lebih pedas dibanding varian lainnya. Bahkan jika diukur, tingkat kepedasannya mencapai 5.000 SHU pada skala Scoville.

Baca Juga: Rahasia Dapur, Ini 5 Cara Menyimpan Cabai Agar Awet!

2. Fresno Chili

Cabe jalapeno Fresno Chile sedikit mirip dengan varian señorita. Namun, membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk dipanen.

Ukuran buahnya pun lebih kecil dan ringan, dengan panjang sekitar 5 centimeter atau seukuran jari kelingking orang dewasa. Rasa pedas cabe jalapeno Fresno Chile di bawah cabe jalapeno señorita. Bahkan cabe ini terdaftar sebagai cabe ringan, dengan tingkat kepedasan 300–400 SHU skala Scoville.

3. Sierra Fuego

Cabe jalapeno Sierra Fuego adalah hibrida yang menghasilkan cabai dalam jumlah besar per pohon. Ukuran cabe jalapeno varian ini lebih panjang dari dua varian sebelumnya. Panjangnya mencapai sembilan setengah centimeter saat matang.

4. Mucho Nacho

Cabe jalapeno Mucho Nacho merupakan hibrida yang cepat matang. Cabe varian ini biasanya siap panen dalam jangka waktu 68 hari dari masa tanam.

Ukurannya pun lebih panjang dari Sierra Fuego, sekitar 10 centimeter. Karena cabe jalapeno Mucho Nacho memang dikenal dengan cabe besar dengan rasa gurih dan tidak terlalu pedas.

Baca Juga: 17+ Cara Mengusir Lipan, Salah Satunya dengan Cabai Rawit!

Itulah beberapa jenis cabe jalapeno dan juga manfaatnya bagi kesehatan. Itu artinya, mengkonsumsi cabe tidak selalu buruk karena makanan ini pedas.

Jadi, apakah Moms pernah melihat dan mengkonsumsi cabe jalapeno? Menurut Moms, mana yang lebih enak, cabe jalapeno atau cabe yang biasa Moms makan sehari-hari? 

  • https://www.chilipeppermadness.com/chili-pepper-types/medium-heat-chili-peppers/jalapeno-peppers/
  • https://fsi.colostate.edu/jalapeno-peppers/
  • https://www.healthline.com/nutrition/jalapeno-health-benefits#heart-health
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait