Kesehatan

KESEHATAN
5 November 2020

12 Manfaat Daun Saga Bagi Kesehatan yang Patut Dicoba

Daun saga sejak dulu banyak dimanfaatkan sebagai rempah untuk pengobatan tradisional. Mulai dari demam hingga penyakit serius, bisa diobati dengan rebusan air daun saga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Amelia Puteri

Beberapa dari Moms pasti pernah mendengar daun saga atau rosary pea (Abrus Precatorius). Ada banyak manfaat daun saga bagi kesehatan, khususnya untuk masalah batuk.

Beberapa produsen produk kesehatan bahkan mencantumkan bahwa produk mereka mengandung buah saga.

Daun saga mirip dengan daun kelor dimana bentuk daunnya majemuk atau sama dan dalam jumlah yang banyak. Daun saga merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di daerah tropis.

Buah kecil di bawah batangnya bewarna merah dan biasa disebut biji rosario dan dikenal mengandung zat beracun 'abrin'. Gejala umum keracunannya biji tanaman rosario adalah mual, muntah, diare, dan kesulitan bernapas.

Dalam beberapa kasus, buah dari tanaman saga ini dapat menyebabkan anuria (anuresis) dan penyakit jantung. Penggunaan yang tidak bijaksana dari bagian manapun dari tanaman Rosario, dapat menyebabkan beberapa efek samping.

Oleh karena itu, buah tanaman saga atau kacang rosario dan juga daun saga tidak digunakan dalam bentuk mentah, termasuk dalam pengobatan tradisional.

Kesemua bagian tanaman saga termasuk daun saga, harus diproses untuk mendetoksifikasi dan menghilangkan efek toksiknya.

Baca Juga: 4 Manfaat Bayam untuk Kesehatan

Manfaat Daun Saga untuk Kesehatan

Lantas, apa saja manfaat daun saga bagi kesehatan yang belum Moms ketahui?

1. Sebagai Antioksidan

manfaat daun saga-1

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat daun saga mengandung Luteolin atau flavonoid yang ada di banyak buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat lainnya.  Flavonoid melindungi tanaman dari mikroba dan ancaman lingkungan lainnya, namun juga memberi kita berbagai manfaat kesehatan.

Tradisi herbal di seluruh dunia menggunakan tanaman kaya luteolin untuk memperkuat sistem kekebalan, meredakan peradangan, dan bahkan memerangi kanker. Ini salah satu alasan kenapa daun saga dikenal sebagai antioksidan yang baik.

2. Mencegah Kerusakan Hati

Isoorientin (ISO) dalam daun saga dianggap sebagai salah satu senyawa mirip flavonoid terpenting yang bertanggung jawab atas berbagai manfaat kesehatan.

Salah satu manfaat daun saga dari kandungan ISO adalah pencegahan kerusakan hati serta aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-nosiseptif.

Dikutip dari jurnal Bio Pharmacotherapy, ISO dapat menghambat proliferasi sel hepatoma melalui peningkatan level Reactive Oxygen Species (ROS) intraseluler.

Tidak hanya itu, ISO melindungi sel hati tikus dari stres oksidasi yang diinduksi hidrogen peroksida dengan menurunkan tingkat ROS intraseluler.

Baca Juga: Ketahui Bahaya Fatty Liver Disease Yang Mengintai Anak Obesitas

3. Meredakan Batuk

manfaat daun saga-2

Foto: Orami Photo Stock

Batuk adalah salah satu penyakit yang banyak  diatasi dengan minuman tradisional, salah satunya air rebusan daun saga. Manfaat daun saga terkenal memiliki sifat antitusif, dimana antitusif ini dipercaya dapat mengurangi batuk.

Tidak hanya batuk, manfaat daun saga jika dibuat ternyata juga dapat membantu meredakan gejala radang tenggorokan lainnya seperti seperti suara serak dan panas dalam.

Moms harus tahu, bahwa manfaat daun saga untuk melegakan batuk sudah dikenal sejak turun-temurun, meskipun belum ada penelitian medis yang pasti.

4. Mengatasi Demam

Demam akan sangat mengkhawatirkan, terutama ketika dialami oleh Si Kecil. Namun, tahukah Moms bahwa beberapa pengobatan tradisional dari China percaya bahwa rebusan air saga dapat meredakan demam.

Tetapi, Moms harus ingat bahwa belum ada penelitian medis akan hal ini, sehingga mendiskusikannya dengan dokter tentu akan lebih baik untuk merasakan manfaat daun saga ini.

5. Baik untuk Kesehatan Jantung

manfaat daun saga-3

Foto: Orami Photo Stock

Saponin dalam daun saga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular karena kemampuannya untuk menurunkan kadar kolesterol dan lemak tubuh.

Peneliti percaya bahwa bahan kimia ini menjadi manfaat daun saga dengan menghambat penyerapan kolesterol dengan cara mengikat garam empedu.

Saponin pada beberapa tumbuhan lain seperti dari ginseng dan jahe telah terbukti mengurangi kolesterol total dan LDL (jahat) tanpa mengubah kadar kolesterol HDL (baik).

Kolesterol tinggi merupakan faktor penyebab utama penyakit jantung, penyakit ginjal kronis, aterosklerosis dan gangguan lainnya.

Baca Juga:Pekerjaan Rumah Bantu Jantung Jadi Sehat

6. Sebagai Anti-Aging

Manfaat daun saga juga mengandung tannin atau sejenis senyawa kimia yang secara alami ditemukan dalam berbagai tanaman yang dapat dimakan dan tidak dapat dimakan.

Ini meliputi kulit pohon, daun, rempah-rempah, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan polong-polongan.

Tannin merupakan molekul yang berguna bagi kesehatan manusia karena sifat antioksidannya. Tannin memiliki kapasitas untuk melindungi jaringan dari aksi radikal bebas akibat proses penuaan sel.

7. Anti Kanker dan Penyakit Serius Lainnya

manfaat daun saga-4

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari Silva Team yang membahas tannin secara lengkap, diketahui bahwa senyawa dari daun saga juga telah diteliti dan termyata memiliki sifat anti kanker dan bahkan dalam kondisi tertentu, mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Tidak hanya kanker, beberapa penelitian menemukan bahwa tannin memiliki fungsi sebagai agen pelindung di saluran kemih, menjaga sistem kardiovaskular, dan kekebalan tubuh. Ini menjadi manfaat daun saga lain.

8. Mempertahankan Berat Badan

Rupanya saponin menjadi manfaat daun saga lain, karena ini merupakan senyawa alami yang memiliki efek menguntungkan pada berat badan.  Karena sifat hipoglikemiknya, saponin mampu menjaga kadar gula darah dalam batas normal dan mencegah lonjakan insulin.

Tidak hanya itu, saponin juga menghambat pelepasan lipase, enzim yang memecah lemak makanan. Akibatnya, tubuh akan lebih sedikit menyerap lemak dari makanan.

Dalam penelitian laboratorium, tikus yang diberi saponin mengalami penurunan kadar lemak perut, trigliserida, dan kolesterol.

Para ilmuwan percaya bahwa saponin juga dapat menghambat pembentukan jaringan lemak dan menekan nafsu makan, yang selanjutnya meningkatkan tindakan menguntungkannya pada berat badan.

Baca Juga: 6 Camilan Ini Bersahabat Baik dengan Berat Badan, Lho!

9. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

manfaat daun saga-5

Foto: Orami Photo Stock

Saponin dari daun saga menunjukkan sifat antimikroba, dimana mampu menjaga tubuh dari jamur, bakteri, dan virus. Pada saat yang sama, saponin meningkatkan fungsi kekebalan dengan merangsang produksi sel-T.

Selain itu, saponin yang ada pada daun saga juga bertindak sebagai antioksidan dan menghilangkan stres oksidatif. Itulah mengapa senyawa ini digunakan dalam beberapa vaksin dan pastinya juga sangat bermanfaat ketika olahan daun saganya dikonsumsi.

10. Mengurangi Risiko Kanker

Saponin yang ada pada buah saga adalah bahan kimia tumbuhan yang telah lama dipelajari karena kemampuannya untuk menyebabkan kematian sel kanker dan meningkatkan fungsi kekebalan.

Sebagai manfaat daun saga, saponin juga mampu melawan kerusakan radikal bebas, yang merupakan faktor risiko kanker. Dalam penelitian laboratorium, senyawa ini telah terbukti menghancurkan sel leukemia dan mencegahnya menyebar ke seluruh tubuh.

11. Mengatasi Diare

manfaat daun saga-6

Foto: Orami Photo Stock

Sifat antioksidan dan antibakteri dari kandungan senyawa di daun saga juga bermanfaat untuk mengatasi diare. Manfaat daun saga yang direbus, bila dikombinasi dengan batang tanaman saga dipercaya bisa mengatasi diare dan masalah pencernaan lainnya.

12. Mengatasi Sariawan

Bahan aktif abrus lactone, asam abrusgenat, dan turunan metilnya dari daun saga, rupanya mampu memberikan manfaat untuk mengatasi sariawan. Air rebusan daun saga ini bisa diolah menjadi obat kumur alami dan digunakan 2-3 kali sehari.

Terakhir, Moms harus tetap ingat bahwa manfaat daun saga untuk kesehatan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Jadi tetap konsultasi dengan dokter atau ahli sebelum mencobanya untuk menghindari efek yang mungkin tidak kita ketahui.

Artikel Terkait