Kesehatan

1 September 2021

12 Manfaat Jengkol untuk Kesehatan, Ternyata Baik untuk Pertumbuhan Janin!

Tidak gengsi lagi kalau makan jengkol!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Jengkol identik dengan bau yang khas. Namun, di balik itu semua, ada beragam manfaat jengkol.

Jengkol adalah tanaman yang termasuk ke dalam spesies kacang-kacangan. Tanaman yang memiliki nama latin Archidendron pauciflorum berbentuk seperti spiral, berwarna coklat tua dan memiliki bau yang tidak sedap.

Bau yang kurang sedap ini membuat jengkol kurang diminati untuk dikonsumsi. Selain itu, mengonsumsi jengkol juga membuat pipis menjadi bau.

Padahal, di balik aroma yang bau tersebut jengkol memiliki manfaat untuk kesehatan.

Melansir Plants For a Future, jengkol dipercaya dapat meredakan gejala diabetes. Daun tua jengkol yang dibakar dapat digunakan untuk mengatasi gatal-gatal sedangkan daun muda yang dibakar dapat digunakan sebagai bedak luka untuk luka.

Selain itu, masih banyak beragam manfaat jengkol untuk kesehatan. Tidak percaya Moms? Berikut beberapa manfaat jengkol!

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol? Cek Faktanya Berikut!

Manfaat Jengkol untuk Kesehatan

Apakah Moms menyukai jengkol? Kalau iya, Moms berbahagialah karena manfaat jengkol baik untuk kesehatan sehingga mencegah berbagai macam penyakit.

Dengan mengonsumsi jengkol, beberapa masalah kesehatan dapat teratasi.

1. Mencegah Anemia

anemia.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Zat besi berperan sangat penting untuk mencegah dan mengatasi kekurangan produksi sel darah merah dalam tubuh. Moms pasti tahu bahwa ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi sel darah merah akan berkurang.

Akibatnya suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap sel di dalam tubuh juga akan berkurang. Pengaruh kekurangan suplai oksigen dan nutrisi ke sel akan menurunkan fungsi atau kinerja sel.

Tak heran jika seseorang mengalami kekurangan zat besi, ia akan terlihat lemas, mudah lelah, dan terkena anemia.

Manfaat jengkol yang pertama adalah mengatasi dan mencegah anemia.

Jengkol kaya akan kandungan zat besi yang berfungsi memproduksi sel darah merah dalam tubuh sehingga dapat menjadi makanan yang ampuh mencegah anemia.

Untuk wanita, sangat dianjurkan mengonsumsi jengkol saat sedang menstruasi untuk memperbarui sel darah merah yang keluar dengan sel darah merah yang baru.

2. Penangkal Radikal Bebas

sel kanker

Foto: Orami Photo Stock

Banyak kandungan vitamin yang terdapat dalam jengkol. Seperti Vitamin A, B1, B2, juga vitamin C.

Gabungan senyawa vitamin A dan vitamin B sangat baik untuk berperan sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas yang bisa mempengaruhi pertumbuhan sel kanker.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Menyusui Makan Jengkol? Ini Faktanya!

3. Baik untuk Pertumbuhan Janin

Perkembangan Janin

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat jengkol yang kaya vitamin dan zat besi tentunya sangat baik untuk asupan gizi ibu hamil.

Kecukupan gizi pada janin menghindari risiko janin lahir dengan cacat fisik.

Baca Juga: Membesarkan Otot dengan Steroid Anabolik, Pengaruhi Kesuburan Pria?

4. Menguatkan Tulang dan Gigi

tulang kuat

Foto: Orami Photo Stock

Selain vitamin dan zat besi, manfaat jengkol juga mengandung kalsium dan fosfor yang sangat baik untuk struktur tulang dan gigi. Pertumbuhan tulang dan gigi dapat berjalan maksimal berkat kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi pada jengkol.

Tubuh yang tercukupi dengan kandungan tersebut akan terhindari dari penyakit osteoporosis di usia lanjut.

5. Mencegah Penyakit Jantung

penyakit jantung

Foto: Orami Photo Stock

Mengonsumsi jengkol dengan porsi yang cukup bisa mencegah penyakit jantung. Karena, kandungan vitamin sebagai manfaat jengkol ini bisa membantu melancarkan peredaran darah.

Saat peredaran darah lancar, tidak akan terjadi penyumbatan akibat plak yang menempel di pembuluh darah. Sehingga darah akan bersirkulasi menuju jantung.

Segala sesuatu yang menghambat aliran darah di pembuluh darah juga akan hilang oleh zat yang terkandung di dalam jengkol. Aliran darah akan lebih lancar dan jantung akan berfungsi dengan baik dan optimal.

Baca Juga: Tidak Sembarangan, Ini Manfaat 9 Sayuran Lalapan Sunda

6. Melancarkan BAB

buang air besar

Foto: Orami Photo Stock

Sulit BAB membuat tidak nyaman. Sisa makanan yang menumpuk dalam usus akan semakin mengeras, kemudian membuat perut terasa penuh dan begah.

Serat yang tinggi yang terkandung pada jengkol bisa melancarkan buang air besar dan memperbaiki sistem pencernaan.

Pencernaan yang sehat akan membantu sistem metabolisme pada tubuh. Tapi tetap jangan terlalu banyak mengonsumsi jengkol ya. Makan jengkol sesuai takaran yang dianjurkan.

7. Mencegah Diabetes

diabetes

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat jengkol selanjutnya adalah bisa mencegah diabetes.

Jengkol mengandung zat yang tidak ditemukan pada bahan makanan lain. Zat tersebut adalah asam jengkolat.

Melansir Journal of the Science of Food and Agriculture, manfaat jengkol dapat menguntungkan penderita diabetes karena gula yang terkandung sangat aman untuk dikonsumsi.

Tapi asam jengkolat ini membentuk kristal yang tidak larut oleh air, sehingga tidak disarankan dikonsumsi oleh penderita kelainan ginjal karena dikhawatirkan ginjal tidak bisa menyaringnya.

Baca Juga: Moms, Coba Buat 3 Resep Semur Jengkol Ini, Yuk!

8. Mengatasi Penyempitan Pembuluh Darah

jantung

Foto: Orami Photo Stock

Penderita penyakit jantung mengalami penyempitan pembuluh darah sehingga darah yang mengalir menuju jantung menjadi lancar.

Kandungan mineral dalam jengkol ternyata dapat melebarkan pembuluh darah yang menyempit dan mencegah pembuluh darah kembali menyempit.

Nah, agar manfaat jengkol menjadi optimal, sebaiknya jangan memasak jengkol terlalu matang ya Moms karena dapat menghilangkan kandungan tersebut.

9. Kaya akan Asam Folat

ibu hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tahukah Moms bahwa manfaat jengkol memiliki kandungan asam folat?

Organ-organ penting dalam tubuh akan berfungsi dengan baik dan stabil bila kebutuhan asam folat dan vitamin B6 terpenuhi oleh tubuh.

Tak heran jika ibu hamil juga disarankan mengonsumsi makanan kaya asam folat untuk perkembangan janin. Salah satu contoh makanan kaya asam folat adalah jengkol.

Namun, perlu diingat bahwa konsumsi jengkol dalam jumlah sedang. Jangan terlalu berlebihan karena konsumsi jengkol yang berlebihan akan berdampak kurang baik bagi ginjal.

10. Mengontrol Kadar Gula Darah

gula-darah-rendah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat jengkol lainnya yaitu dapat mengontrol kadar gula darah sehingga baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Jengkol yang mengandung gula 'ramah' bagi penderita diabetes. Gula jengkol merupakan jenis gula yang paling mudah diurai sehingga aman bagi penderita diabetes.

Berbeda dengan gula pada makanan lain seperti makanan yang mengandung karbohidrat. Gula yang mudah terurai pada jengkol kemudian akan diubah menjadi energi oleh tubuh.

Alhasil, stamina tubuh pun akan meningkat. Proses penguraian gula yang sempurna tidak akan menyebabkan penumpukan gula darah di dalam tubuh.

Baca Juga: Jengkol VS Petai, Apa Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh?

11. Mengatasi Demam Berdarah

manfaat jengkol untuk demam berdarah

Foto: Orami Photo Stock

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat jengkol banyak mengandung zat protein, kalsium, fosfor, asam jengkolat, vitamin A dan B1, karbohidrat, minyak atsiri, saponin, alkaloid, terpenoid, steroid, tanin, dan glikosida.

Biji, kulit batang, kulit buah dan daun jengkol mengandung beberapa senyawa kimia, diantaranya saponin, flavonoid dan tanin.

Sementara menurut penelitian yang dikutip dari Jurnal UIN Suska Riau, ekstrak air kulit buah jengkol dapat digunakan sebagai larvasida untuk mencegah penyakit demam berdarah.

Namun, klaim ini masih perlu penelitian lanjutan untuk membuktikan khasiat jengkol dalam mengatasi demam berdarah.

12. Baik untuk Saluran Cerna

manfaat jengkol untuk pencernaan

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat jengkol yang berikutnya adalah dapat meningkatkan kesehatan saluran cerna. Klaim ini dibuktikan oleh salah satu percobaan pernah dilakukan pada tikus.

Dalam uji coba tersebut menemukan bahwa tikus yang makan jengkol mengalami peningkatan enzim superoxide dismutase, yang berperan penting dalam melindungi dinding lambung dari luka akibat asam lambung.

Ditengarai dari sinilah kemudian muncul anggapan jengkol baik untuk menghindari maag atau gangguan pencernaan. Namun, tentu perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

Baca Juga: 5 Varian Resep Rendang Jengkol Anti Bau dan Nikmat

Waspada Keracunan Asam Jengkolat

keracunan asam jengkolat

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Majalah Kedokteran Andalas, selain mengandung beragam nutrisi, terdapat juga kandungan senyawa asam jengkolat dalam jengkol yang berisiko dapat menimbulkan keracunan.

Asam jengkolat atau jengkolic acid (S,S’-methylenebicysteine) merupakan senyawa sejenis asam amino non-protein yang mengandung unsur sulfur. Adanya unsur sulfur inilah menyebabkan asam jengkolat dapat menghasilkan bau yang kurang sedap.

Mengkonsumsi jengkol mentah atau setengah matang diduga berperan memberikan potensi risiko terjadinya keracunan jengkol karena asam jengkolat yang terkandung dalam biji jengkol mentah masih dalam keadaan utuh dan aktif.

Namun demikian, tidak semua orang yang mengkonsumsi jengkol akan mengalami keracunan karena faktor utama penyebab kejadian keracunan akibat jengkol tergantung pada daya tahan tubuh seseorang, dalam hal ini kondisi lambungnya, bukan usia biji jengkol, jumlah jengkol yang dikonsumsi, atau cara memasaknya.

Seseorang yang mengkonsumsi jengkol dalam kondisi lambung yang asam akan lebih berisiko mengalami keracunan. Keracunan jengkol ini dapat terjadi akibat mengkristalnya asam jengkolat dalam suasana asam yang bentuknya menyerupai jarum roset yang sukar larut dalam air, baik dalam suasana asam maupun basa.

Kristal ini kemudian menyebabkan penyumbatan pada saluran kencing (tractus urinarius) dan juga dalam ginjal sehingga pada kasus yang parah dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Gejala keracunan asam jengkolat umumnya timbul 5 – 12 jam setelah seseorang mengkonsumsi jengkol. Gejala yang timbul dapat berupa nyeri perut yang kadang-kadang disertai muntah, serangan kolik dan nyeri saat berkemih, disuria (gangguan berkemih), dan hematuria (darah di dalam urin).

Adanya darah dalam urin disebabkan oleh luka pada lambung, saluran kemih, bahkan ginjal akibat terkena kristal asam jengkolat yang tajam.

Jika keracunan asam jengkolat terus berlanjut, dapat terjadi gagal ginjal akut yang ditandai dengan fase oliguri-anuria (pengeluaran urin yang sangat sedikit hingga tidak dapat keluar), yang kemudian diikuti dengan fase poliuria (volume urin yang sangat besar dalam periode tertentu).

Pada pemeriksaan urin dengan mikroskop di laboratorium, dapat ditemukan hablur asam jengkolat berupa jarum runcing yang kadang-kadang bergumpal menjadi ikatan atau berupa roset.

Baca Juga: Wajib Dicoba! Ini Cara Menghilangkan Bau Jengkol Sebelum Dimasak dan di Mulut

Banyak kan Moms manfaat dari jengkol? Jadi, jangan gengsi lagi mengonsumsi jengkol. Tapi ingat untuk memakannya dalam porsi yang wajar ya!

Moms bisa menyiasati bau mulut akibat jengkol dengan sering menggosok gigi dan makan permen yang mengandung kandungan mint yang kuat.

Juga pastikan menjaga kebersihan saat buang air kecil di toilet umum dengan menyiram toilet sampai bersih agar tidak menimbulkan aroma menyengat. Apakah Moms suka makan jengkol?

  • https://steemit.com/health/@fajrilgooner/14-jengkol-archidendron-pauciflorum-for-body-health-benefits
  • https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Archidendron+jiringa
  • https://www.researchgate.net/publication/51481875_Evaluating_the_toxic_and_beneficial_effects_of_jering_beans_Archidendron_jiringa_in_normal_and_diabetic_rats
  • http://repository.uin-suska.ac.id/18131/7/7.%20BAB%20II.pdf
  • http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/BAHAYA-KERACUNAN-ASAM-JENGKOLAT4.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait