Kesehatan

21 September 2021

7 Manfaat Jogging dan Tipsnya agar Tidak Cedera

Moms, cari tahu manfaat jogging dan tipsnya yuk!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Widya Citra Andini

Jogging merupakan olahraga yang menyenangkan dan dapat dilakukan kapan saja. Moms yang sibuk juga bisa memilih kegiatan ini sebagai olahraga harian.

Jogging sering kali diartikan sebagai berlari dengan kecepatan kurang dari 6 mil per jam (mph).

Olahraga ini memiliki beberapa manfaat signifikan bagi Moms yang ingin meningkatkan kesehatannya tanpa berlebihan.

Baca juga: 10 Tips Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Manfaat Jogging

Jurnal American Heart Association menyebut berjalan kaki sebagai bentuk olahraga paling populer di Amerika.

Walaupun populer, jalan kaki dianggap kurang efektif untuk meningkatkan stamina. Karena kegiatan terkadang tidak dapat meningkatkan detak jantung Moms.

Jogging dianggap sebagai salah satu latihan ringan yang banyak disarankan.

Asalkan dilakukan dengan bertahap, kegiatan ini sangat minim risiko cedera dan dapat tetap meningkatkan intensitas detak jantung selama rutin dilakukan.

Tak sampai disitu, jogging juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Yuk Moms simak penjelasannya berikut ini.

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Membantu Menurunkan Berat Badan

Foto: freepik.com

Jalan kaki, power-walking, jogging, dan lari semua kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan jantung dan membantu mencegah obesitas.

Jurnal Medical & Scicence in Sports & Exercise menjelaskan jika Moms ingin lebih cepat menurunkan berat badan, sebaiknya tambahkan kecepatan saat melakukan latihan tersebut.

Studi ini tidak membedakan antara jogging dan lari. Sebaliknya, jika ingin lebih cepat menurunkan berat badan Moms disarankan untuk berlari bukan berjalan kaki.

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Foto: freepik.com

Selama lebih dari satu abad, ilmuan di bidang olahraga percaya bahwa olahraga berat dapat membuat Moms lemah dan berisiko terkena infeksi dan penyakit.

Namun, hal tersebut dianggap tidak benar lewat beberapa penelitian terbaru.

Olahraga ringan, seperti jogging, sebenarnya dapat memperkuat respons tubuh terhadap penyakit.

Hal ini berlaku untuk penyakit jangka pendek, seperti infeksi saluran pernapasan bagian atas, dan penyakit jangka panjang, seperti diabetes.

3. Memiliki Efek Positif Terhadap Resistensi Insulin

Memiliki Efek Positif Terhadap Resistensi Insulin

Foto: freepik.com

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) lebih dari 84 juta orang Amerika menderita pradiabetes, suatu kondisi yang dapat diatasi.

Resistensi insulin merupakan salah satu penanda pradiabetes.

Sel-sel dalam tubuh sama sekali tidak merespons insulin, hormon yang menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Sebuah tinjauan penelitian menemukan bahwa lari atau jogging secara teratur menurunkan resistensi insulin pada peserta penelitian.

Para peneliti mencatat bahwa penurunan lemak tubuh dan peradangan mungkin menjadi penyebab peningkatan resistensi insulin.

Baca juga: 6 Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Kulit

4. Melindungi dari Efek Negatif Stres

Melindungi dari Efek Negatif Stres

Foto: freepik.com

Seorang pelari, penggemar yoga Hatha, atau ahli sepak bola, pasti akan mengalami stres. Jogging dapat melindungi otak dari efek stres yang berbahaya.

Sebuah tinjauan studi tahun 2013 menemukan bahwa latihan aerobik, seperti jogging, berpotensi meningkatkan fungsi eksekutif dan melindungi otak dari penurunan terkait penuaan dan stres.

Sebuah penelitian pada hewan baru-baru ini dari Universitas Brigham Young menemukan bahwa di antara tikus yang terpapar situasi stres, mereka yang secara teratur diizinkan berjalan di atas roda memiliki kondisi lebih baik.

Mereka hanya ,embuat kesalahan paling sedikit setelah labirin dan menunjukkan kemampuan tertinggi untuk mengingat dan menavigasi dengan terampil.

5. Membantu Mengatasi Depresi

Jogging

Foto: freepik.com

Olahraga telah lama dikenal untuk membantu orang mengelola gejala depresi, tetapi sebuah penelitian baru dapat membantu menjelaskan caranya.

Kadar kortisol yang meningkat telah dikaitkan dengan episode depresi. Kortisol adalah hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respons terhadap stres.

Sebuah studi tahun 2018 meneliti kadar kortisol pada orang yang mencari pengobatan untuk depresi.

Setelah 12 minggu berolahraga secara konsisten, mereka yang berolahraga secara teratur selama penelitian mengalami penurunan kadar kortisol sepanjang hari.

Dokter di Mayo Clinic menyarankan orang yang memiliki gejala kecemasan atau depresi untuk melakukan aktivitas fisik yang mereka sukai. Jogging hanyalah salah satu contohnya.

6. Membantu Tulang Belakang Tetap Fleksibel

Membantu Tulang Belakang Tetap Fleksibel

Foto: freepik.com

Cakram kecil dan fleksibel yang ada di antara tulang belakang berfungsi sebagai bantalan pelindung. Diskus sebenarnya adalah kantung berisi cairan.

Mereka bisa menyusut dan rusak seiring bertambahnya usia, terutama jika Moms menjalani kehidupan yang relatif tidak banyak bergerak.

Duduk dalam waktu lama benar-benar dapat menambah tekanan pada disk-disk ini seiring waktu.

Kabar baiknya adalah jogging atau lari menjaga ukuran dan fleksibilitas cakram-cakram ini.

Satu studi yang melibatkan 79 orang menemukan bahwa pelari biasa yang berlari dengan kecepatan 2 m/detik memiliki hidrasi cakram yang lebih baik.

Selain itu, tingkat glikosaminoglikan (sejenis pelumas) juga lebih tinggi di cakram mereka.

Semakin sehat dan lebih banyak cakram tersebut, Moms akan semakin fleksibel saat menjalani hari.

Baca juga: Olahraga yang Aman dan Sehat Bantu Optimalkan Daya Tahan Tubuh Si Kecil

7. Meningkatkan Kualitas Hidup dan Umur Panjang

Jogging

Foto: freepik.com

Gaya hidup yang tidak banyak bergerak, seperti bermain video game atau bekerja di meja, dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Namun, hal ini dapat dicegah jika Moms rajin berolahraga, seperti jogging. Karena latihan ringan seperti ini secara rutin dipercaya dapat memperpanjang umur Moms.

Dalam penelitian yang dilakukan Copenhagen City Heart Study para peneliti mengikuti sekelompok pelari dari 2001 hingga 2013.

Kelompok yang memiliki catatan umur panjang terbaik adalah kelompok yang berlari dengan kecepatan "ringan" selama 1 hingga 2,4 jam, 2 hingga 3 hari seminggu.

Studi tersebut menerima beberapa kritik, sebagian karena "ringan" tidak didefinisikan, dan apa yang dianggap "ringan" bagi seorang atlet bisa jadi cukup menantang bagi orang lain.

Temuan ini juga bertentangan dengan penelitian lain yang menunjukkan olahraga berat mungkin lebih baik untuk Moms.

Namun demikian, penelitian tersebut menegaskan Moms tidak perlu berlari seperti profesional jika ingin mendapatkan manfaat dari olahraga lari.

The American Heart Association merekomendasikan agar Moms merawat kaki dengan baik sebelum, selama, dan setelah jogging.

Kenakan sepatu yang dibuat untuk berlari, bicarakan dengan profesional tentang sisipan atau ortotik, dan periksa apakah ada lecet atau bengkak setelah jogging.

Baca juga: 8 Cara Mengecilkan Payudara, Bisa dengan Olahraga Lho!

Tips Jogging untuk Pemula

tips jogging

Foto: Orami Photo Stock

Walaupun jogging sangat mudah untuk dilakukan, Moms tetap harus memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan latihan satu ini.

Berikut tips jogging yang perlu Moms ketahui!

1. Gunakan Perlengkapan yang Tepat

Mom sebaiknya memilih perlengkapan jogging, seperti sepatu agar terhindar dari cedera.

Moms dapat mencari tahu jenis sepatu lari yang cocok untuk jogging dengan cara bertanya pada professional dan melihat review di media sosial.

2. Jangan Mencari Sepatu dengan Bantalan Terlalu Tebal

Bantalan sepatu yang tebal dan empuk memang memberikan kenyamanan saat berlari. Namun, hal ini tidak akan berlaku pada pemula.

Moms yang baru ingin memulai latihan secara rutin sebaiknya mencari sepatu dengan bantalan yang tidak terlalu tebal karena hal ini dapat meningkatkan risiko cedera lebih tinggi.

3. Jaga Postur Tubuh Selama Jogging

Berlari dengan kepala menunduk atau bahu merosot memberi tekanan ekstra pada seluruh tubuh saat latihan.

Mata ke atas, bahu ke belakang dan ke bawah, dada terangkat, itulah cara mencegah cedera pada punggung dan lutut.

Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter jika ingin memulai latihan rutin.

Moms yang kelebihan berat badan atau sudah lama tidak berolahraga, bicarakan dengan dokter sebelum mulai jogging.

Baca juga: Bahaya Tidak Langsung Mandi Setelah Berolahraga

4. Lakukan Secara Bertahap

Jika Moms baru memulai berolahraga atau tidak bugar, berikan waktu pada tubuh untuk beradaptasi dengan berjalan kaki terlebih dahulu.

Jalan kaki selama 15-30 menit sehari 3-4 kali seminggu dan secara bertahap tingkatkan kecepatan berjalan hingga jogging.

5. Cari Teman Jogging

Jogging dengan orang lain bisa menjadi cara yang bagus untuk tetap termotivasi. Moms bisa mengajak suami, anak atau sahabat agar jogging semakin menyenangkan.

Baca juga: Olahraga Berat Bisa Menyebabkan Keguguran, Mitos atau Fakta?

Tips untuk Meningkatkan Manfaat saat Jogging

olahraga lari

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari rutinitas ini, Moms sebaiknya Moms mengikuti tips berikut ini.

1. Manfaatkan Booty

Pakar lari mengatakan, berlari dengan menggunakan bokong untuk mendorong lebih efisien dibandingkan dengan tidak. Sebaiknya Moms jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli ya.

2. Lakukan Analisis Gaya Berjalan

Seorang ahli terapi fisik yang mengkhususkan diri dalam pelatihan olahraga dapat membantu Moms berlari dengan aman dan efisien.

3. Kembangkan Latihan Seluruh Tubuh

Tambahkan latihan kekuatan, inti, dan keseimbangan untuk menghilangkan kebosanan dan bermanfaat bagi seluruh tubuh.

Baca juga: 15 Cara Membesarkan Bokong, Bisa dengan Olahraga atau Secara Alami

Moms demikian penjelasan tentang manfaat dan tips jogging. Semoga bermanfaat ya Moms.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4067491/
  • https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/walking/why-is-walking-the-most-popular-form-of-exercise
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait