Kesehatan

KESEHATAN
21 Desember 2020

Ini Manfaat Kimchi untuk Kesehatan dan Cara Mudah Membuatnya

Tak hanya dijadikan sebagai pelengkap sajian khas Korea saja, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms penggemar drama Korea atau drakor? Bagi Moms yang gemar menonton drama Korea pasti sangat paham akan kebiasaan sehari-hari orang Korea yang tergambar dalam drama tersebut.

Tak terkecuali dengan makanan yang paling sering mereka makan. Salah satu makanan khas Korea yang sangat terkenal adalah kimchi.

Kimchi sebetulnya adalah sayur kubis yang diawetkan dengan bumbu pedas. Secara historis di Korea, tidak selalu memungkinkan untuk menanam sayuran segar sepanjang tahun.

Oleh karena itu, penduduk orang mengembangkan metode pengawetan makanan, seperti pengawetan dan fermentasi, yakni suatu proses yang menggunakan enzim untuk membuat perubahan kimiawi dalam makanan.

Kimchi biasanya mengandung bumbu seperti gula, garam, bawang merah, bawang putih, jahe, dan cabai.

Meskipun biasanya difermentasi selama beberapa hari hingga beberapa minggu sebelum disajikan, sayuran ia juga dapat dimakan segar. Makanan ini tidak hanya lezat, tetapi ada juga manfaat kimchi yang ditawarkan.

Kimchi dikemas dengan nutrisi sekaligus rendah kalori. Sayur sawi atau kubis yang merupakan bahan utama dalam kimchi mengandung vitamin A dan C, setidaknya 10 mineral berbeda, dan lebih dari 34 asam amino.

Karena kimchi sangat bervariasi dalam bahan-bahannya, profil nutrisinya yang tepat berbeda antara kelompok dan merek.

Namun, mengutip U.S. Department of Agriculture, dalam satu porsi (150 gram) kimchi, kira-kira terkandung nutrisi antara lain:

  • Kalori: 23
  • Karbohidrat: 4 gram
  • Protein: 2 gram
  • Lemak: kurang dari 1 gram
  • Serat: 2 gram
  • Natrium: 747 mg
  • Vitamin B6: 19 persen dari Nilai Harian
  • Vitamin C: 22 persen dari Nilai Harian
  • Vitamin K: 55 persen dari Nilai Harian
  • Folat: 20 persen dari Nilai Harian
  • Besi: 21 persen dari Nilai Harian
  • Niacin: 10 persen dari Nilai Harian
  • Riboflavin: 24 persen dari Nilai Harian

Lantas, apa saja sih manfaat kimchi bagi kesehatan? Yuk Moms simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga: Ini Dia 6 Makanan Korea yang Menggugah Selera

Manfaat Kimchi bagi Kesehatan

Manfaat Kimchi bagi Kesehatan

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui berbagai kandungan nutrisi dalam kimchi, berikut ini adalah manfaat kimchi bagi kesehatan:

1. Mengandung Probiotik

Proses fermentasi lacto yang dialami kimchi membuatnya sangat unik. Makanan fermentasi tidak hanya memiliki umur simpan yang lebih lama tetapi juga rasa dan aroma yang lebih baik.

Fermentasi terjadi ketika pati atau gula diubah menjadi alkohol atau asam oleh organisme seperti ragi, jamur, atau bakteri.

Fermentasi lacto menggunakan bakteri Lactobacillus untuk memecah gula menjadi asam laktat, akan memberi kimchi rasa asam.

Mengutip U.S. National Library of Medicine, ketika dikonsumsi sebagai suplemen, bakteri ini sendiri mungkin memiliki beberapa manfaat, termasuk mengobati kondisi seperti hay fever dan jenis diare tertentu.

Fermentasi juga menciptakan lingkungan yang memungkinkan bakteri baik lainnya berkembang biak dan berkembang biak.

Ini termasuk probiotik, yang merupakan mikroorganisme hidup yang menawarkan manfaat kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah besar.

Probiotik sendiri telah terbukti mengatasi beberapa kondisi, seperti:

  • Jenis kanker tertentu
  • Flu
  • Sembelit
  • Gangguan pencernaan
  • Kesehatan jantung
  • Kesehatan mental
  • Masalah kulit

Perlu diingat bahwa banyak dari temuan ini terkait dengan suplemen probiotik dosis tinggi dan bukan jumlah yang ditemukan dalam porsi normal kimchi.

2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Bakteri Lactobacillus dalam kimchi juga dapat meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh. Ini adalah manfaat kimchi untuk ibu hamil yang sangat baik, sehingga bayi dan ibu hamil bisa selalu sehat.

Mengutip Journal of Microbiology and Biotechnology, dalam sebuah penelitian pada tikus, mereka yang disuntik dengan Lactobacillus plantarum, yakni strain spesifik yang umum pada kimchi dan makanan fermentasi lainnya, memiliki tingkat TNF alpha, penanda inflamasi, yang lebih rendah dari kelompok lain.

Karena kadar alfa TNF sering kali meningkat selama infeksi dan penyakit, penurunan mengindikasikan bahwa sistem kekebalan bekerja secara efisien.

Meskipun hasil ini menjanjikan, penelitian kepada manusia masih diperlukan untuk membuktikannya.

3. Mengurangi Inflamasi

Probiotik dan senyawa aktif dalam kimchi dan makanan fermentasi lainnya dapat membantu melawan peradangan di dalam tubuh. Ini adalah manfaat kimchi selanjutnya.

Misalnya, mengutip The British Journal of Nutrition, ada penelitian pada tikus yang mengungkapkan bahwa HDMPPA, salah satu senyawa utama dalam kimchi, meningkatkan kesehatan pembuluh darah dengan menekan peradangan.

Baca Juga: 6 Resep Masakan Korea, Mulai dari Menu Berat Hingga Camilan!

4. Memperlambat Penuaan

Peradangan kronis tidak hanya dikaitkan dengan berbagai penyakit, tetapi juga mempercepat proses penuaan. Namun, kimchi mungkin memperpanjang umur sel dengan memperlambat proses ini. Mungkin ini yang membuat orang Korea tampak awet muda.

Namun, penelitian secara keseluruhan masih kurang. Banyak penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum kimchi dapat direkomendasikan sebagai perawatan anti-penuaan.

5. Menurunkan Kolesterol

Meskipun hubungan pasti antara kimchi dan kolesterol belum sepenuhnya jelas, beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang makan kimchi secara teratur cenderung memiliki kadar kolesterol "jahat" (LDL) yang lebih rendah.

Ini bisa menjadi manfaat kimchi yang mungkin jarang diketahui.

Namun, para ilmuwan tidak yakin bahan mana yang sebenarnya paling baik dalam kimchi, apakah kubis, paprika merah, bawang putih, daun bawang, jahe, atau bakteri asam laktat.

Sebab semuanya masing-masing menawarkan potensi manfaat kesehatan yang baik.

6. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Selain mendukung kolesterol sehat, manfaat kimchi juga dapat membantu kinerja jantung dengan meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh.

Antioksidan akan membantu menstabilkan sel yang rusak sehingga dapat mempercepat penyembuhan, sehingga ia memiliki status antioksidan yang tinggi dapat melindungi diri dari kondisi kronis, seperti penyakit jantung.

7. Mendukung Kesehatan Otak

Mengutip artikel dari Women's Health, hasil tidak langsung lainnya dari usus yang sehat adalah kemampuan kerja otak yang lebih baik.

Menjaga kesehatan sistem pencernaan juga penting bagi otak, karena sistem saraf enterik di usus berkomunikasi dengan otak.

Dengan makan kimchi, Moms dapat merasakan manfaat kimchi yaitu menjaga pencernaan lebih sehat yang kemudian mendukung kesehatan otak.

8. Manfaat Kimchi untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Makan satu porsi kimchi tidak akan secara ajaib membuat berat badan langsung turun. Namun, ini bisa menjadi salah satu gaya hidup sehat yang baik untuk menurunkan berat badan.

Manfaat kimchi adalah pilihan sayuran kaya rasa yang rendah kalori.

Orang cenderung makan berlebihan saat makanannya membosankan atau hambar, tetapi saat Moms menambahkan kimchi dengan cita rasa unik, Moms akan lebih mudah untuk merasa puas dengan ukuran porsi yang lebih sehat.

Baca Juga: Resep Telur Gulung Korea yang Lezat dan Lembut

Cara Mudah Membuat Kimchi di Rumah

Cara Mudah Membuat Kimchi di Rumah

Foto: theepochtimes.com

Nah, Moms sudah mengetahui ragam manfaat kimchi. Lalu, bila tertarik ingin mencobanya, bagaimana ya cara membuatnya?

Meskipun menyiapkan makanan fermentasi mungkin tampak seperti pekerjaan yang merepotkan, namun membuat kimchi di rumah sebetulnya cukup sederhana.

Moms bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Kumpulkan bahan-bahan pilihan, seperti kubis dan sayuran segar lainnya seperti wortel, lobak, dan bawang merah, ditambah jahe, bawang putih, gula, garam, tepung beras, minyak cabai, bubuk cabai atau serpihan lada, kecap ikan, dan saeujeot (udang fermentasi ).
  • Potong dan cuci sayuran segar bersama jahe dan bawang putih.
  • Taburkan garam di antara lapisan daun kubis dan diamkan selama 2-3 jam. Balik setiap 30 menit untuk mendistribusikan garam secara merata. Gunakan perbandingan 1/2 cangkir (72 gram) garam untuk setiap 2,7 kg sayuran kubis.
  • Untuk menghilangkan garam berlebih, bilas sayuran dengan air dan tiriskan dalam saringan.
  • Campur tepung beras, gula pasir, jahe, bawang putih, minyak cabai, serpihan lada, kecap ikan, dan saeujeot menjadi pasta, tambahkan air jika perlu. Moms dapat menggunakan lebih banyak atau lebih sedikit bahan-bahan ini tergantung seberapa kuat rasa kimchi yang diinginkan.
  • Masukkan sayuran segar, termasuk kubis ke dalam pasta sampai semua sayuran terlapisi seluruhnya.
  • Kemas campuran ke dalam wadah atau toples besar untuk penyimpanan, pastikan untuk menutupnya dengan benar.
  • Biarkan kimchi berfermentasi setidaknya selama 3 hari pada suhu kamar atau hingga 3 minggu pada suhu 4° Celsius.

Moms akan tahu bahwa fermentasi sudah siap dimakan setelah mulai berbau dan terasa asam atau saat gelembung kecil mulai bergerak melalui toples.

Setelah fermentasi, Moms dapat mendinginkan kimchi hingga 1 tahun. Ini akan terus berfermentasi tetapi pada kecepatan yang lebih lambat.

Munculnya gelembung, menggembung, rasa asam, dan kubis yang lembut semuanya normal untuk kimchi.

Namun, jika Moms merasakan bau busuk atau tanda-tanda jamur, seperti lapisan putih di atas makanan, maka kimchi tak boleh dimakan.

Itu dia Moms, ragam manfaat kimchi dan bagaimana cara membuatnya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait