Trimester 1

TRIMESTER 1
24 September 2020

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing? Cari Tahu Jawabannya Berikut Ini

Daging kambing merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebagian besar makanan aman dikonsumsi selama kehamilan. Tentunya, Moms juga perlu mengonsumsi makanan yang dapat memberikan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan janin.

Namun, Moms tentu juga sudah tahu bila ada makanan dan kelompok makanan tertentu yang harus dihindari selama kehamilan guna mencegah bahaya pada Moms maupun Si Kecil dalam kandungan.

Lalu, bolehkah ibu hamil makan daging kambing? Apalagi, banyak informasi yang memberitahukan bahwa daging kambing berkaitan dengan hipertensi.

Jika Moms masih ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan ini, yuk langsung baca artikel berikut ini.

Baca Juga: Jangan Berlebihan, Yuk Ketahui Risiko Makan Daging Kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

bolehkah ibu hamil makan daging kambing.jpeg

Foto: aces.edu

Mengutip Pulse, daging kambing relatif rendah lemak jenuh dan kolesterol, dan lebih ramping daripada daging sapi, babi, dan bahkan ayam jika disajikan dalam ukuran porsi yang setara.

Namun, porsi tinggi dalam makanan telah diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah, jadi, mengganti semua daging mungkin juga bukan langkah terbaik.

Dalam jurnal Universitas Ahmad Dahlan, daging kambing mempunyai kandungan nutrien yang sangat baik bagi tubuh manusia yaitu zat besi, potasium, dan tiamin yang cukup tinggi.

Daging kambing juga memiliki lemak total, kolesterol, dan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan dengan daging lain pada umumnya.

Ibu hamil disarankan makan daging kambing karena merupakan sumber hemoglobin yang baik, mencegah anemia, dan membantu sirkulasi darah. Ini juga bagus untuk wanita yang sedang menstruasi. Daging kambing bahkan dapat mencegah cacat lahir.

Kesimpulannya, jawaban dari pertanyaan "bolehkah ibu hamil makan daging kambing?" adalah ya, Moms bisa mengonsumsi daging kambing. Tetapi, dalam porsi secukupnya dan tidak berlebihan.

Lalu, seperti apa manfaat dan risiko dari ibu hamil makan daging kambing? Cari tahu lebih lanjut berikut ini.

Baca Juga:Daging Kambing Untuk Bayi, Bolehkah?

Apa Manfaat Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ilustrasi daging kambing

Foto: Orami Photo Stock

Moms, selain lezat, daging kambing untuk ibu hamil juga dikenal memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Berikut ini manfaat ibu hamil makan daging kambing:

1. Sumber Protein

Moms, manfaat ibu hamil makan daging kambing bagus dikonsumsi karena memiliki sumber protein yang baik yang berkontribusi terhadap peningkatan kebutuhan protein dalam kehamilan.

Menurut USDA Food Composition Databases, protein tersebut akan membantu perkembangan Si Kecil dalam kandungan.

2. Kaya Zat Besi

Manfaat ibu hamil makan daging kambing lainnya adalah kaya akan zat besi yang bisa menjaga kadar hemoglobin. Serta membantu dalam pembentukan sel darah merah.

Zat besi yang terkandung dalam daging kambung mudah diserap dalam tubuh, Moms.

3. Tinggi Zinc

Tingginya jumlah zinc yang terkandung dalam daging kambing membantu mengembangkan sistem kekebalan Si Kecil dalam kandungan.

Sehingga, ibu hamil makan daging kambing ini memberikan manfaat yaitu mampu memastikan pertumbuhan bersama dengan pembelahan sel.

4. Pencegah Anemia

Saat hamil, Moms terkadang mengalami anemia. Nah, manfaat ibu hamil makan daging kambing lainnya adalah mencegah anemia karena sumber yang kaya vitamin B12 yang membantu pembentukan sel darah merah.

Walaupun ada beberapa manfaat, daging kambing untuk ibu hamil pun perlu untuk memperhatikan etika mengonsumsinya.

Jika ibu hamil makan daging kambing, pastikan minum banyak air untuk menghindari ketidaknyamanan perut. Selain itu, penting juga untuk menghindari daging kambing yang kurang matang.

Menurut National Health Service (NHS), daging mentah atau setengah matang harus dihindari selama kehamilan karena risiko toksoplasmosis, infeksi bakteri yang sering ditemukan pada daging mentah, seperti daging kambing dan sapi.

Masukkan juga sayuran serta buah-buahan yang kaya kalsium selain mengonsumsi daging kambing untuk ibu hamil.

Berdasarkan artikel dari ADA, saat ibu hamil makan daging kambing, diharuskan mencuci tangan secara menyeluruh dan mencuci semua permukaan serta peralatan yang bersentuhan dengan daging sebelum memasaknya.

Gunakan termomteter daging merupakan cara yang baik untuk memastikan daging telah matang dan masak dengan sempurna.

Baca Juga: Jangan Berlebihan, Yuk Ketahui Bahaya Makan Daging Kambing

Apa Saja Risiko Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ilustrasi dagin gkambing

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun memiliki banyak manfaat, tetapi Moms perlu mengetahui juga risiko ibu hamil makan daging kambing. Sehingga, dapat memakannya dalam porsi yang secukupnya.

Mengutip NBC News, pola makan yang mengandung banyak daging merah, termasuk makan daging kambing, dapat mengubah fungsi ginjal. Hal ini seperti diungkapkan Dr. Stanley Hazen dari Klinik Cleveland.

"Daging merah meningkatkan risiko tidak hanya penyakit jantung, tetapi kanker kolorektal," terang Hazen.

Berikut ini risiko ibu hamil makan daging kambing yang bisa diketahui.

1. Penyakit Jantung

Penyakit jantung menjadi salah satu bahaya ibu hamil makan daging kambing. Apalagi dengan pola makan tidak sehat, asupan makanan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol, merupakan faktor risiko penyakit jantung yang umum.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kondisi kardiovaskular lainnya. Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi daging merah dengan penyakit jantung.

Dari segi kesehatan lain, ditunjukkan daging kambing dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Studi National Library of Medicine yang meneliti lebih dari 37.000 pria di Swedia, menemukan bahwa pria yang makan lebih dari 75 gram daging merah olahan per hari, berisiko 1,22 kali lebih tinggi mengalami gagal jantung, daripada yang mengonsumsi daging merah di bawah 25 gram setiap hari.

Namun, penelitian ini tidak mempertimbangkan untuk memasukkan aspek tingginya lemak jenuh dan kadar kolesterol dari daging merah.

2. Gagal Ginjal

Bahaya lain ibu hamil makan daging kambing adalah gagal ginjal. Diabetes dan tekanan darah tinggi adalah penyebab paling umum dari gagal ginjal.

Dalam Journal of American Society of Nephrology, ada penelitian melaporkan hubungan ketergantungan dosis antara konsumsi daging merah dan risiko gagal ginjal.

Sebanyak 25 persen peserta yang makan asupan daging merah tertinggi memiliki 40 persen peningkatan risiko gagal ginjal.

"Temuan kami menunjukkan bahwa orang-orang ini masih dapat mempertahankan asupan protein tetapi sebaiknya mempertimbangkan untuk beralih ke sumber protein nabati. Namun, jika masih ingin untuk makan daging, ikan/kerang dan unggas adalah alternatif yang lebih baik daripada daging merah," kata rekan penulis studi Dr. Woon-Puay Koh, dari Sekolah Kedokteran Duke-NUS di Singapura.

3. Kanker

Bila ibu hamil makan daging kambing terlalu banyak, maka risiko yang dapat terjadi adalah kanker. Tentunya, kanker mungkin merupakan implikasi kesehatan yang paling umum diketahui.

Pada Oktober 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan laporan yang menyimpulkan bahwa daging merah mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia.

Dengan kata lain, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi daging merah atau daging kambing meningkatkan risiko kanker.

International Agency for Research on Cancer (IARC) juga menemukan bukti hubungan antara asupan daging merah dan peningkatan risiko kanker kolorektal, pankreas, dan prostat.

Diperkirakan bahwa memasak daging merah pada suhu tinggi, seperti digoreng atau dipanggang, adalah cara memasak yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker.

National Cancer Institute menjelaskan, bahwa memasak daging pada suhu tinggi bisa menyebabkan produksi amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), yang merupakan bahan kimia yang bisa meningkatkan risiko kanker pada hewan.

Namun, laporan dari WHO menyimpulkan bahwa peran HCA dan PAH tidak ada cukup data untuk memastikan jika daging yang dimasak pada suhu tinggi memengaruhi risiko kanker pada manusia.

4. Divertikulitis

Divertikulitis adalah suatu kondisi di mana terjadi peradangan pada satu atau lebih kantung yang melapisi dinding usus besar, yang disebut divertikula. Ini bisa menjadi bahaya lain jika ibu hamil makan daging kambing dengan porsi yang tidak dikontrol.

Peradangan ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi parah, termasuk abses, perforasi usus besar, dan peritonitis (infeksi dan pembengkakan pada lapisan perut).

Penyebab spesifik divertikulitis masih tidak jelas, tetapi para ahli menyarankan bahwa diet tinggi serat dapat meningkatkan risiko mengembangkan kondisi deverkulitis ini.

Pada jurnal Gut, disarankan bahwa makan daging merah dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya divertikulitis.

Mereka yang melaporkan makan dalam jumlah tinggi ditemukan memiliki risiko 58 persen lebih besar terkena divertikulitis. Risiko ini diperkuat dengan asupan tinggi daging merah yang tidak diproses.

Moms, menu kehamilan yang sehat adalah tentang keseimbangan yang tepat antara vitamin, serat, mineral, protein, serta lemak. Sehingga kuncinya adalah moderasi.

Tidak perlu khawatir dengan pertanyaan bolehkah ibu hamil makan daging kambing, asalkan sudah sesuai dengan saran dari dokter kandungan atau bidan. Tapi, hindari mengonsumsi pada hari berikutnya.

Terakhir, bila Moms mengalami gejala kelainan makan, maka jangan lupa untuk memberitahu dokter kandungan karena mereka akan membantu merancang menu kehamilan yang baik bagi Moms serta Si kecil dalam kandungan.

Artikel Terkait