Kesehatan

12 Juni 2020

Pelukan Dapat Tingkatkan Kesehatan, Ini Penjelasan Medisnya

Sebuah pelukan dapat bermanfaat untuk kesehatan, mengapa demikian? Ini faktanya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, pernah mendengar tentang kampanye Free Hugs? Gerakan ini melibatkan seseorang menawarkan pelukan kepada orang asing di tempat umum, yang dimaksudkan sebagai kebaikan tanpa pamrih.

Free Hugs sudah mendunia dan dilakukan di berbagai negara. Awalnya, kampanye ini dimulai pada tahun 2004 lalu oleh seorang pria Australia bernama Juan Mann.

Juan berinisiatif membuat gerakan Free Hugs karena ia merasa tertekan dan kesepian akibat berbagai kesulitan yang dihadapinya.

Ia menemukan bahwa pelukan dari seseorang bisa membuat perasaannya lebih bahagia. Kini International Free Hugs Month dirayakan pada Sabtu pertama Juli hingga Agustus.

Baca Juga: Pentingnya Pelukan dalam Kebahagiaan Ibu dan Keluarga

Manfaat Pelukan untuk Kesehatan

manfaat pelukan-1.jpg

Foto: nypost.com

Gerakan Free Hugs menjadi bukti nyata bahwa berpelukan, bahkan dengan orang yang tidak dikenal, bisa mendatangkan manfaat untuk kesehatan, yaitu perasaan senang dan nyaman.

Tentunya, pelukan hangat yang dilakukan dengan tulus bisa mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Itu sebabnya, anak-anak Moms akan merasa senang kalau dipeluk orang tuanya atau berpelukan dengan pasangan bisa membuat perasaan lebih nyaman, ya? Manfaat berpelukan lainnya juga bisa berguna untuk kesehatan fisik dan mental.

Menurut studi dari Psychological Science pada tahun 2014 lalu, berpelukan dapat meningkatkan imunitas tubuh hingga membantu mengurangi keparahan gejala pilek dan mengurangi tingkat stres yang dialami oleh seseorang.

“Memeluk menjadi penting karena membantu melepaskan serotonin atau hormon yang memberikan perasaan senang dan nyaman. Hal ini berkaitan dengan mengurangi risiko alami depresi dan tentunya menjaga kedekatan emosional dan keintiman yang sehat,” ungkap Deb Castaldo, pakar hubungan dari New Jersey.

Meningkatkan Rasa Percaya dan Apresiasi

manfaat pelukan-2.jpg

Foto: freepik.com

Di samping itu, berpelukan juga membuat lonjakan hormon oksitosin yang meningkatkan relaksasi.

Ternyata ada juga hubungan antara hormon oksitosin dan peningkatan besar dalam kepercayaan di antara manusia sehingga hal ini berguna menjaga interaksi sosial agar semakin baik.

Ketika Moms memeluk orang yang disayangi, maka hal tersebut juga menunjukkan penghargaan atau apresiasi kepada orang tersebut.

Pada dasarnya, sebuah sentuhan seperti berpelukan juga menjadi salah satu cara berbaikan dengan pasangan.

Pasti ada kalanya, Moms dan pasangan saling beradu argumen atau berkonflik.

Baca Juga: 8 Jenis Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Kita Kenal

Nah, menurut Stat Tatkin, terapis perkawinan dan keluarga, memberikan pelukan bisa menjadi cara untuk membalikkan keadaan menjadi lebih baik dan meningkatkan kepercayaan diri secara instan.

Berpelukan dapat meningkatkan harga diri dengan memperkuat kemampuan sendiri untuk memberi dan menerima cinta.

Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Berpelukan?

manfaat pelukan-3.jpg

Foto: todaysparent.com

Berhubungan dengan hal yang diungkapkan sebelumnya, berpelukan dapat mengalirkan hormon-hormon bahagia ke seluruh tubuh, yaitu peningkatan serotonin sebagai antidepresan alami tubuh dan peningkatan oksitosin yang dikenal juga sebagai hormon cinta.

Ketika sudah menemukan hal yang membuat bahagia, bukankah hal tersebut akan berdampak untuk sekeliling kita, Moms?

Dilansir dari National Sleep Foundation, bagi pasangan suami dan istri, berpelukan sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur dan membuat tidur lebih nyenyak.

Waktu berpelukan yang lebih lama setelah berhubungan intim juga dapat meningkatkan kepuasan seksual dan hubungan yang lebih tinggi.

Baca Juga: 4 Manfaat Yoga untuk Kesehatan Mental Anak

Bagi anak-anak, mereka yang mendapatkan kasih sayang dan cinta, melalui pelukan dan ucapan cinta dari keluarganya akan memiliki kehidupan yang lebih sehat di masa mendatang dan mencegah risiko penyakit jantung saat usianya dewasa. Hal ini diungkapkan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences.

Jadi, jangan ragu untuk memberikan pelukan tulus kita pada orang-orang di sekitar, ya, Moms.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait