Kesehatan

KESEHATAN
8 November 2020

7 Manfaat Propolis yang Berkhasiat Tinggi, Eits, Ada Efek Sampingnya Juga!

Ternyata, lebah juga menghasilkan senyawa dari getah pohon atau tanaman hijau yang dinamai propolis.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Tahukah Moms bahwa lebah bukan hanya memproduksi madu?

Ternyata, lebah juga menghasilkan senyawa dari getah pohon atau tanaman hijau yang dinamai propolis.

Mereka menggabungkan getah, kotoran mereka sendiri, dan lilin lebah.

Hasilnya bertekstur lengket, berwarna coklat kehijauan dan digunakan sebagai pelapis untuk membangun sarang lebah. Nah, inilah yang disebut propolis.

Ribuan tahun lalu, saat peradaban kuno, banyak orang menggunakan propolis karena khasiatnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Misalnya, orang Yunani menggunakan propolis untuk mengobati abses.

Sedangkan orang Asiria mengoleskan propolis pada luka bahkan tumor untuk melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

Sementara itu, orang Mesir menggunakan propolis untuk membalsem mumi agar lebih awet.

Meski begitu, komposisi propolis bervariasi tergantung lokasi, pohon, dan bunga yang dihinggapi oleh si lebah. Contohnya, propolis dari Eropa dan Brazil tidak memiliki kandungan kimia yang dapat menyulitkan para peneliti untuk mengambil sampel dan kesimpulan mengenai manfaat kesehatannya.

Baca Juga: Madu untuk Bayi, Bolehkah?

Hingga kini, peneliti telah mengidentifikasikan lebih dari 300 senyawa dalam propolis. Mayoritas senyawa ini merupakan polifenol yakni antioksidan yang berguna melawan penyakit dan kerusakan dalam tubuh.

Secara spesifik, propolis mengandung polifenol yang disebut flavonoid.

Flavonoid diproduksi dalam tumbuhan sebagai bentuk perlindungan.

Mereka biasanya ditemukan dalam makanan yang dianggap memiliki sifat antioksidan, termasuk buah-buahan, teh hijau, sayuran, hingga anggur merah.

Propolis diduga memiliki sifat antibakteri, antivirus, antijamur, dan antiradang.

Tetapi penelitian ilmiah tentang propolis masih terbatas. Para peneliti tidak yakin mengapa, tetapi produk lebah tampaknya memberikan perlindungan dari beberapa bakteri, virus, dan jamur.

Manfaat Propolis untuk Kesehatan

manfaat propolis

Foto: Orami Photo Stocks

Kepopuleran propolis sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan berbagai penyakit sudah dikenal di Indonesia sejak tahun 2014.

Produknya berupa cairan yang diteteskan ke dalam air minum, obat mata, hingga dicampurkan dengan sabun mandi.

Lalu, benarkah propolis memiliki manfaat untuk kesehatan dan apa saja manfaatnya? Berikut penjelasannya.

1. Menyembuhkan Luka

Propolis memiliki senyawa khusus yang disebut pinocembrin, yaitu flavonoid yang berfungsi sebagai antijamur. Sifat anti-inflamasi dan antimikroba ini bisa digunakan dalam mempercepat penyembuhan luka. Sebuah studi berjudul Propolis: a new frontier for wound healing? menemukan bahwa propolis dapat membantu orang yang mengalami luka bakar traumatis sembuh lebih cepat dengan mempercepat pertumbuhan sel baru.

Selain itu, studi lainnya berjudul Effect of propolis on mast cells in wound healing menyebutkan bahwa ekstrak alkohol propolis topikal lebih efektif dalam mengurangi sel mast yakni peradangan dan memperlambat penyembuhan luka. pada luka operasi ketimbang krim steroid.

Baca Juga: 4 Manfaat Madu Bagi Kesehatan Anak

2. Herpes Genital

Salep yang mengandung propolis 3 persen, seperti Herstat atau Coldsore-FX, dapat membantu mempercepat waktu penyembuhan dan mengurangi gejala pada luka dingin dan luka akibat herpes genital.

Penelitian yang dilakukan oleh Jose M Sforcin berjudul Biological Properties and Therapeutic Applications of Propolis menjelaskan bahwa ketika propolis topikal dioleskan tiga kali sehari, itu membantu menyembuhkan luka dingin lebih cepat daripada penyembuhan luka tanpa pengobatan.

Para peneliti menemukan krim propolis tidak hanya mengurangi jumlah virus herpes yang ada dalam tubuh seseorang, tetapi juga melindungi tubuh dari serangan herpes lainnya di masa depan.

3. Kanker

Selain mengobati luka dan herpes, propolis juga direkomendasikan sebagai obat kanker. Menurut studi berjudul The immunomodulatory and anticancer properties of propolis beberapa efek antikanker dari zat tersebut ialah:

- Mencegah sel kanker berkembang biak

- Mengurangi kemungkinan sel kanker menjadi kanker

- Memblokir dan mencegah jalannya sel kanker saat memberikan sinyal ke sel kanker lainnya

Dalam studi tersebut juga dijelaskan bahwa propolis bisa menjadi terapi pelengkap, namun bukan sebagai satu-satunya pengobatan kanker ya Moms. Dalam studi lainnya berjudul Antitumor Activity of Chinese Propolis in Human Breast Cancer MCF-7 and MDA-MB-231 Cells menemukan bahwa mengonsumsi propolis dapat menjadi terapi pelengkap dan bermanfaat mengobati kanker payudara karena efeknya sebagai anti tumor pada sel kanker payudara.

Baca Juga: Manfaat Madu Bagi Ibu Menyusui

4. Diabetes

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi propolis bagi penderita diabetes, efektif dalam mengontrol gula darah dan mempengaruhi kadar insulin atau meningkatkan resistensi insulin. Penelitian berjudul Effects of bee propolis supplementation on glycemic control, lipid profile and insulin resistance indices in patients with type 2 diabetes: a randomized, double-blind clinical trial dijelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak survei yang dilakukan bahwa propolis memiliki aktivitas hipoglikemik dan memiliki beberapa efek positif pada komplikasi diabetes.

5. Demam Berdarah

Pada tahun 2010, HDI Group of Companies Indonesia melakukan uji klinis pertama pengobatan berbasi madu propolis untuk penyembuhan 50 pasien demam berdarah di RS Persahabatan, Jakarta Timur. Dalam penelitian tersebut pasien DBD diwajibkan tidak memiliki penyakit kronis seperti jantung, ginjal atau sindrom syok dengue (DSS) dan memiliki trombosit kurang dari 100 ribu. Hasilnya, dengan memberikan memberikan 300 miligram ekstrak madu propolis kepada pasien setiap hari, mereka menunjukkan perbaikan antara dua dan empat hari, dengan peningkatan jumlah trombosit dan penurunan demam. Meski begitu, uji klinis ini masih memerlukan tahapan penelitian dan beberapa uji klinis lainnya untuk memperkuat bukti bahwa propolis benar-benar bisa menyembuhkan pasien DBD.

Baca Juga: Ini 4 Manfaat Mengonsumsi Madu Saat Sahur

6. Gangguan Gastrointestinal

Penelitian berjudul Herbal Medicines Useful to Treat Inflammatory and Ulcerative Gastrointestinal Disorders: Preclinical and Clinical Studies menunjukkan propolis dapat membantu mengobati gangguan pencernaan, kolitis ulserativa, kanker saluran pencernaan, dan bisul. Komponen dalam propolis, termasuk asam caffeic phenethyl ester (CAPE), artepillin C, kaempferol, dan galangin, telah terbukti efektif menghilangkan patogen, termasuk H. pylori.

7. Melawan Gigi Berlubang

Sebuah studi dari Biological & Pharmaceutical Bulletin menunjukkan Propolis dapat membantu melawan gigi berlubang. Dalam penelitian laboratorium, para ilmuwan menemukan bahwa senyawa yang ditemukan dalam propolis membantu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans, bakteri mulut yang diketahui berkontribusi pada perkembangan gigi berlubang. Studi tersebut menunjukkan bahwa propolis juga dapat membantu menghentikan Streptococcus mutans menempel di gigi.

Baca Juga: 11 Ciri Madu Asli, Jangan Terkecoh dengan yang Palsu ya!

8. Perawatan Jerawat

Penelitian berjudul Bee Products in Dermatology and Skin Care menunjukkan bahwa produk lebah alami dapat digunakan untuk perawatan wajah. Dalam propolis mengandung racun lebah atau apitoksin berwarna kuning cerah. Kemudian apitoksin ini dimurnikan dan diolah untuk bahan kosmetik sebagai anti penuaan, anti-inflamasi, antibakteri, antijamur, dan antivirus. Apitoksin tersebut juga dihasilkan sebagai campuran dalam produk anti photoaging dan anti jerawat.

Efek Samping Propolis

Obat Alami untuk Mengatasi Kelelahan - madu.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Meskipun banyak produk-produk propolis yang mengklaim tentang manfaat dan khasiat propolis untuk kesehatan. Hingga kini belum ada cukup bukti dan penelitian yang menjelaskan apakah produk propolis aman dikonsumsi secara terus menerus atau tidak.

Walaupun demikian, propolis tidak memiliki risiko yang tinggi meski dikonsumsi jangka panjang. Tapi, Moms juga harus tetap waspada dengan efek samping yang ditimbulkan saat mengkonsumsi propolis. Berikut informasi lengkapnya.

1. Alergi

Propolis dapat menyebabkan alergi terutama pada orang yang memiliki alergi pada segala macam produk lebah seperti madu dan propolis. Alergi bisa berupa iritasi hingga sariawan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Journal of Pharmacy BioAllied Sciences menjelaskan bahwa saat ini penggunaan propolis sudah sangat luas, mulai dari industri makanan, obat-obatan, kosmetik, hingga produk kebersihan. Namun, beberapa laporan terkait kasus alergi kian meningkat di berbagai daerah terkait produk yang mengandung propolis. Berbagai studi uji tempel telah menunjukkan tingkat reaksi yang berbeda.

Studi Eropa 1,2-6,6%, studi di Finlandia (dewasaOrami ParentingGagal Ginjal Saat Hamil) 0,5-1,4%, pada anak-anak 2-13,7%, pada anak-anak Polandia 16,5% dan pada dewasa muda 5,4%, studi di Praha 4%. Reaksi alergi dapat bermanifestasi sebagai chelitis kontak, stomatitis kontak, eksim perioral, edema labial, nyeri mulut, pengelupasan bibir, dan dispnea.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan Pada Anak

2. Gagal Ginjal

Penelitian yang oleh Bellegrandi dkk. juga melaporkan adanya kasus gagal ginjal akut setelah pada seorang pria 59 tahun membutuhkan hemodialisis untuk gagal ginjal akut. Diketahui, pasien menderita kolangiokarsinoma dan menelan propolis selama 2 minggu sebelum mengalami gagal ginjal. Fungsi ginjal membaik setelah berhenti mengonsumsi propolis. Namun, memburuk lagi setelah mengonsumsi propolis dan kemudian kembali ke normal setelah mengehentikan pemakaian propolis untuk kedua kalinya.

Kasus ini menunjukkan bahwa propolis dapat menyebabkan gagal ginjal akut dan menekankan perlunya kewaspadaan dan perawatan bila propolis digunakan sebagai obat atau suplemen makanan.Oleh karena itu, agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan orang lain, diperlukan resep dokter ketika mengkonsumsi propolis.

3. Asma

Beberapa ahli percaya bahan kimia tertentu dalam propolis dapat memperburuk asma. Hal ini diungkapkan dalam jurnal penelitian berjudul Asthma and complementary therapies yang menyebut bahwa beberapa pelengkap terapi yang dapat menimbulkan gejala asma adalah echinacea, bee pollen, royal jelly, propolis, bawang putih dan produk lainnya yang mengandung aspirin. Sehingga, hindari penggunaan propolis jika Moms memiliki riwayat penyakit asma. Selain itu, diskusikan pilihan pengobatan asma secara terbuka dengan para ahli dan dokter agar bisa menyembuhkan penyakit asma secara menyeluruh ya, Moms.

Baca Juga: 6 Cara Mengobati Asma secara Alami

4. Meningkatkan Risiko Perdarahan

Sementara itu, menurut Polish Journal of Thoracic and Cardiovascular Surgery mengungkapkan bahwa propolis dapat meningkatkan risiko perdarahan dengan memperlambat proses pembekuan darah. Skalli dkk. melaporkan bahwa alkaloid yang terkandung dalam propolis dapat menyebabkan efek samping kardiovaskular. Selain itu, propolis dapat meningkatkan risiko perdarahan selama dan setelah operasi. Oleh karena itu, dianjurkan untuk berhenti mengkonsumsi propolis selama 2 minggu sebelum operasi.

Itulah manfaat dan efek samping dari propolis. Meskipun beberapa efek samping tidak dialami oleh semua orang yang mengonsumsi propolis. Namun, ada baiknya untuk konsultasi ke dokter atau para ahli terkait takaran dan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh saat mengonsumsi propolis. Jangan sampai hanya tergiur manfaatnya dan iklan produk di televisi atau sosial media, Moms lantas mengonsumsi propolis tanpa resep dokter dan asal-asalan. Karena bisa membahayakan tubuh bahkan nyawa.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait