Kesehatan

KESEHATAN
2 Januari 2021

7+ Manfaat Sinar Matahari untuk Kesehatan, Bisa Mencegah Rabun Jauh Lho!

Ibu hamil juga tetap mendapatkan manfaat sinar matahari lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms mungkin pernah mendengar bahwa terlalu banyak terpapar sinar matahari dapat berbahaya bagi kulit. Tetapi tahukah Moms bahwa keseimbangan yang tepat dari paparan sinar matahari dapat memiliki banyak manfaat, tertutama untuk kesehatan?

Sebenarnya, sinar matahari dan ruangan yang gelap memicu pelepasan hormon di otak. Paparan sinar matahari dianggap meningkatkan pelepasan hormon yang disebut serotonin di otak. Serotonin dikaitkan dengan peningkatan suasana hati dan membantu perasaan tenang dan fokus.

Di malam hari, pencahayaan yang lebih gelap memicu otak untuk membuat hormon lain yang disebut melatonin. Hormon ini bertanggung jawab untuk membantu seseorang tidur lebih baik. Tanpa paparan sinar matahari yang cukup, kadar serotonin bisa turun.

Kadar serotonin yang rendah biasanya dikaitkan dengan risiko depresi yang sebelumnya dikenal sebagai gangguan afektif musiman atau seasonal affective disorder (SAD). Ini adalah bentuk depresi yang dipicu oleh perubahan musim.

Baca Juga: Anak Jarang Mendapat Sinar Matahari, Apakah Berpengaruh Pada Pertumbuhan Giginya?

Manfaat Sinar Matahari untuk Kesehatan

Mendorong suasana hati yang baik bukanlah satu-satunya alasan untuk mendapatkan lebih banyak sinar matahari. Ada beberapa manfaat sinar matahari untuk kesehatan lainnya yang bisa didapatkan saat mendapatkan paparan yang cukup. Apa saja?

1. Sinar Matahari dan Kesehatan Mental

Seperti disebutkan di atas, penurunan paparan sinar matahari dikaitkan dengan penurunan kadar serotonin yang dapat menyebabkan depresi berat dengan pola musiman atau SAD, menurut Mayo Clinic.

Efek serotonin yang diinduksi cahaya dipicu oleh sinar matahari yang masuk melalui mata. Sinar matahari memberi isyarat pada area khusus di retina, yang memicu pelepasan serotonin. Jadi, seseorang lebih mungkin mengalami jenis depresi ini di musim dingin, saat siang hari lebih pendek.

Manfaat sinar matahari juga dapat bermanfaat bagi seseorang yang memiliki:

  • Jenis depresi berat lainnya
  • Gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD)
  • Orang hamil dengan depresi
  • Gangguan terkait kecemasan dan serangan panik yang dikaitkan dengan perubahan musim dan berkurangnya sinar matahari.

2. Membangun Tulang yang Kuat

8 Manfaat Sinar Matahari -1

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat sinar matahari lainnya terdapat dari paparan radiasi ultraviolet-B. Saat berjemur di bawah sinar matahari, kulit seseorang akan menghasilkan vitamin D. Menurut sebuah penelitian dari 2008 dari Environmental Health Perspective, dalam waktu 30 menit saat mengenakan pakaian renang, orang akan membuat kadar vitamin D sebagai berikut:

  • 50.000 unit internasional (IU) di sebagian besar orang Kaukasia
  • 20.000 hingga 30.000 IU pada orang berkulit cokelat
  • 8.000 hingga 10.000 IU pada orang berkulit gelap
  • Vitamin D yang dibuat berkat sinar matahari berperan besar dalam kesehatan tulang. Kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan rakhitis pada anak-anak dan penyakit yang merusak tulang seperti osteoporosis dan osteomalacia.

3. Pencegahan Kanker

Meskipun sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit, sinar matahari dalam jumlah sedang sebenarnya memiliki manfaat pencegahan dalam hal kanker.

Menurut peneliti dari Clinical Journal of The American Society of Nephrology, orang yang tinggal di daerah dengan waktu siang hari lebih sedikit lebih cenderung menderita beberapa jenis kanker tertentu daripada yang tinggal di tempat yang lebih banyak sinar matahari di siang hari.

Manfaat sinar matahari ini dapat mencegah beberapa jenis kanker, meliputi:

  • Kanker usus besar
  • Limfoma Hodgkin
  • Kanker ovarium
  • Kanker pancreas
  • Kanker prostat

Baca Juga: Viral Foto Wajah Rusak Akibat Sinar Matahari, Ini Cara Pilih Sunscreen yang Cocok

4. Menyembuhkan Kondisi Kulit

8 Manfaat Sinar Matahari -2

Foto: Orami Photo Stock

Menurut World Health Organization (WHO) , manfaat sinar matahari lainnya dapat membantu mengobati beberapa kondisi kulit. Dokter telah merekomendasikan paparan radiasi UV untuk mengobati:

  • Psoriasis
  • Eksim
  • Penyakit kuning
  • Jerawat

Meskipun terapi cahaya tidak cocok untuk semua orang, dokter kulit dapat merekomendasikan apakah perawatan ringan seperti berjemur di waktu-waktu tertentu akan bermanfaat bagi masalah kulit yang dialami oleh seseorang.

5. Meningkatkan Mood

Para ilmuwan dari Innovations in Clinical Neuroscience telah menemukan bahwa sinar matahari dapat mempengaruhi fungsi sistem saraf pusat, terutama dalam hal kadar serotonin.

Serotonin adalah neurotransmitter dan hormon yang disekresikan oleh hipotalamus yang memungkinkan sel-sel otak dan sel sistem saraf lainnya untuk berkomunikasi satu sama lain. Ini memainkan berbagai peran dalam kebiasaan tidur dan makan, tetapi mungkin paling dikenal karena efeknya pada stabilisasi suasana hati, perasaan nyaman, dan kebahagiaan secara keseluruhan.

6. Mencegah Rabun Jauh

8 Manfaat Sinar Matahari -3

Foto: Orami Photo Stock

Penelitian American Academy of Ophthalmology menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari cenderung menjadi rabun jauh.

Ulasan ini menemukan bahwa untuk setiap jam anak-anak hingga usia 20 tahun menghabiskan waktu di luar ruangan, kemungkinan terkena rabun jauh turun 2 persen.

Christopher Starr, MD, seorang dokter mata di Weill Cornell Medical College, mengatakan anak-anak harus menghabiskan satu hingga tiga jam tambahan sehari di luar, untuk merangsang produksi dopamine yang menjadi manfaat sinar matahari lainnya.

“Kekurangan dopamin menyebabkan mata memanjang, mengakibatkan rabun jauh. Namun, paparan sinar matahari tampaknya tidak membalikkan efeknya pada anak-anak yang sudah rabun jauh,” kata dia dilansir Insider.

7. Membantu Waktu Tidur

Sinar matahari memainkan peran penting dalam mengatur jam internal. Jam internal yang dikenal sebagai ritme sirkadian, menentukan perilaku berdasarkan waktu seperti kapan harus tidur, bangun, atau makan. Cahaya tampaknya menjadi salah satu pendorong utama di baliknya.

Melalui proses yang disebut entrainment, ritme sirkadian seseorang perlu diatur ulang setiap hari agar tetap selaras dengan perubahan cahaya. Ini dapat terjadi karena pergantian musim atau pindah ke zona waktu baru.

Manfaat sinar matahari secara teratur akan melatih otak untuk tidur ketika hari menjadi gelap, dan sebagai hasilnya, ini dapat membantu mendapatkan tidur malam yang lebih nyenyak, menurut National Institute of Health.

8. Manfaat Sinar Matahari Saat Hamil

8 Manfaat Sinar Matahari -4

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat sinar matahari selama kehamilan dapat membantu menurunkan kemungkinan masalah dengan plasenta. Ini penting, karena masalah dengan plasenta dapat menyebabkan kondisi seperti pre-eklamsia, bayi tidak tumbuh dengan baik, lahir prematur dan lahir mati.

Sinar matahari mengandung jenis radiasi yang disebut sinar ultraviolet (UV). Dalam dosis tinggi, ini merusak. Namun, sinar UV yang tepat tidak akan menjadi masalah. Study yang dilakukan Tommy’s melakukan studi klinis dengan 19 wanita pada trimester kedua kehamilan.

Study dilakukan pada perempuan hamil yang mendapat sinar UV langsung selama 30 menit, dan yang menggunakan radiasi ‘palsu’ selama 30 menit menggunakan selimut foil. Pada kedua kelompok tersebut, terjadi penurunan tekanan darah. Namun, penurunan itu lebih besar pada perempuan hamil yang terpapar sinar UV langsung.

Baca Juga: Beraktivitas di Bawah Sinar Matahari, Siapa Takut?

Waktu yang Diperlukan untuk Mendapatkan Manfaat Sinar Matahari

Meskipun ada banyak manfaat sinar matahari, namun tetap saja matahari memancarkan radiasi ultraviolet (UV). Radiasi UV dapat menembus kulit dan merusak DNA sel. Dan jika terlalu banyak terpapar, ini bisa menyebabkan kanker kulit.

Menurut Adam Friedman, MD, profesor dan ketua sementara dermatologi di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas George Washington mengatakan, sulit untuk menentukan jumlah waktu standar yang harus dihabiskan seseorang untuk berjemur untuk memastikan produksi vitamin D yang cukup.

Bagi banyak orang, paparan sinar matahari selama 10 hingga 15 menit per hari sudah cukup, dikutip Health Harvard . Namun, lamanya waktu akan sangat bervariasi karena faktor-faktor seperti warna kulit, ketinggian, dan seberapa dekat seseorang dengan garis khatulistiwa.

Orang dengan kulit cerah biasanya mendapati kulit yang terbakar lebih cepat dibandingkan dengan kulit yang lebih gelap. Selain itu, Moms lebih mungkin mengalami sengatan matahari di luar ruangan saat sinar matahari yang biasanya berlangsung antara pukul 10 pagi dan 4 sore.

Menurut WHO, mendapatkan sinar matahari selama 5 hingga 15 menit di lengan, tangan, dan wajah 2-3 kali seminggu sudah cukup untuk menikmati manfaat sinar matahari dengan penambah vitamin D. namun, sinar matahari harus menembus kulit. Mengenakan sunscreen atau pakaian pada kulit tidak akan menghasilkan produksi vitamin D.

Tetapi jika Moms akan berada di luar selama lebih dari 15 menit, sebaiknya lindungi kulit. Moms bisa melakukannya dengan mengoleskan sunscreen dengan sun protection factor (SPF) minimal 15.

"Kami merekomendasikan setiap orang untuk memakai tabir surya, SPF 30 atau spektrum luas yang lebih tinggi pada area yang terpapar setiap hari," kata Adam.

Agar mendapat manfaat sinar matahari, pastikan untuk berjemur pada waktu yang tepat dengan durasi yang sesuai dengan kondisi tubuh ya.

Artikel Terkait