Kesehatan

KESEHATAN
17 Desember 2020

Masa Nifas Tidak Berhenti Setelah 2 Bulan, Ketahui Penyebabnya

Masa nifas wanita setelah melahirkan berkisar 40 hari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Masa nifas umumnya didefinisikan sebagai enam minggu setelah melahirkan. Ini adalah waktu yang sangat penting bagi Moms dan bayi yang baru lahir saat kita menyesuaikan diri satu sama lain dan keluarga besar kita.

Dalam beberapa jam dan hari pertama setelah melahirkan, Moms akan mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Selama enam minggu ke depan, saluran reproduksi perlahan-lahan akan kembali ke kondisi semula sebelum kita hamil. Jika Moms menjalani operasi caesar, pemulihan akan berbeda dari persalinan pervaginaan.

Selama masa nifas ini, normal jika keluar darah merah sekitar 7 hari. Namun bila setelah 40 hari darah merah tersebut masih keluar, Moms perlu waspada. Mengapa? Simak Penjelasannya yuk.

Baca Juga: Manfaat Vitamin K yang Membantu Pemulihan Pasca Melahirkan

Masa Nifas setelah Melahirkan

masa nifas setelah melahirkan

Foto: Orami Photo Stock

Pascapersalinan atau kadang disebut sebagai masa nifas, dimulai dengan kelahiran bayi Moms dan berlangsung hingga sekitar enam minggu setelah melahirkan. Ingatlah bahwa beberapa efek kehamilan dan persalinan bayi Moms bisa bertahan lebih lama.

Masa nifas merupakan masa penyesuaian. Menyesuaikan diri dengan kehidupan baru sebagai seorang ibu dan bagaimana hari-hari Moms diisi dengan Si Kecil. Menyesuaikan sebagai pasangan saat kita menjadi orang tua. Menyesuaikan secara fisik saat tubuh pulih dari kehamilan dan persalinan. Dan menyesuaikan secara emosional saat kita terbiasa dengan semua perubahan ini.

Selain memberi makan bayi Moms dan memberinya banyak kontak kulit ke kulit, kita akan mulai pulih dari persalinan.

Berikut beberapa perubahan fisik yang mungkin Moms alami dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan.

1. Perdarahan Vagina

Darah dan jaringan yang melapisi rahim Moms selama kehamilan biasanya akan keluar dalam beberapa hari dan minggu pertama setelah melahirkan, meski terkadang perdarahan ini berlangsung lebih lama.

Menurut American Family Physician, postpartum haemorrhage adalah kondisi kehilangan darah sebanyak 500 ml atau lebih selama 24 jam setelah melahirkan

Biasanya dimulai dengan warna merah cerah, tetapi seiring waktu pendarahan akan menjadi lebih ringan dalam volume dan berubah menjadi warna coklat atau kuning. Saat Moms menyusui, mungkin melihat lebih banyak darah yang keluar, karena menyusui dapat menyebabkan rahim berkontraksi.

2. Kontraksi

Moms mungkin merasakan kram pascapersalinan atau "nyeri setelah melahirkan" sekitar 10 hari setelah melahirkan. Ini terjadi karena rahim kita menyusut kembali ke ukuran normalnya dan kembali ke posisi normalnya di dekat tulang kemaluan.

Jika Moms tidak nyaman, dapat menggunakan pereda nyeri yang dijual tanpa resep, tetapi tanyakan kepada dokter terlebih dahulu ya Moms.

Baca Juga: 4 Jenis Kontraksi saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

3. Nyeri Perineum

Jika Moms melahirkan secara normal, area antara vagina dan anus Moms, yang disebut perineum, membentang untuk memberi jalan bagi bayi kita.

Jika Moms mengalami robekan perineum atau episiotomi, mungkin pernah dijahit. Pada periode postpartum, kita mungkin mengalami pembengkakan dan nyeri di area ini saat kulit, jaringan, dan otot pulih. Bergantung pada tingkat robekan atau rasa sakit, dokter akan memberi nasihat tentang perawatan yang tepat.

Secara umum, kompres dingin, duduk di bantal yang nyaman, atau duduk di air hangat dapat membantu meredakan sebagian rasa sakit. Moms juga dapat bertanya kepada dokter tentang penggunaan krim atau semprotan mati rasa.

4. Buang Air Kecil yang Menyakitkan

Saat melahirkan, jika Moms melahirkan secara normal, kepala bayi akan memberikan banyak tekanan pada kandung kemih dan uretra kita.

Pada masa nifas, Moms mungkin merasakan nyeri saat buang air kecil atau ingin buang air kecil tetapi tidak bisa. Mengalirkan air hangat ke area vagina saat buang air kecil, dan minum banyak air, dapat membantu meringankan rasa sakit ini.

5. Tungkai dan Kaki Bengkak

Untuk membantu, jaga agar kaki Moms tetap terangkat di atas bantal atau bangku kaki untuk membantu mengurangi pembengkakan.

6. Sembelit

Moms mungkin enggan untuk buang air besar karena rasa sakit, atau buang air besar karena operasi atau obat pereda nyeri.

Jika sembelit menyerang, cobalah berjalan kaki, makan banyak makanan berserat tinggi (seperti buah dan sayuran), dan minum pelunak tinja jika direkomendasikan oleh dokter. Minum banyak air juga dapat membantu membuat semuanya bergerak.

Baca Juga: 5 Pengobatan Alami untuk Sembelit Bagi Ibu Hamil

7. Kelelahan

Dalam beberapa bulan pertama setelah melahirkan, wajar jika Moms merasa lelah. Moms telah melalui banyak hal baik secara emosional maupun fisik, dan memiliki beberapa pengalaman baru untuk diproses.

Bayi yang baru lahir juga perlu sering diberi makan, dan mungkin tidak tidur dalam waktu lama, jadi kita memang punya alasan kuat untuk merasa lelah.

Untuk membantu mengurangi kelelahan dan stres, tidurlah ketika bayi tidur, minta bantuan, batasi pengunjung, ikuti diet seimbang dengan banyak makanan berprotein tinggi dan kaya zat besi, dan lakukan hal lainnya seminimal mungkin. Misalnya, biarkan piring menumpuk dan biarkan orang lain memasak atau menyediakan makanan yang diantar ke rumah. Inilah saat yang tepat untuk bersantai, dan fokus pada diri sendiri dan bayi kita.

8. Berkeringat

Perubahan hormon selama periode pasca melahirkan dapat membuat Moms berkeringat, terutama di malam hari. Ini akan segera berlalu, tetapi sementara itu kita mungkin lebih suka tidur di atas handuk agar seprai tidak basah kuyup. Bicaralah dengan dokter jika Moms khawatir tentang seberapa banyak berkeringat.

9. Perubahan pada Area Perut

Awalnya Moms mungkin masih terlihat hamil karena otot perut yang terentang perlahan kembali normal. Beberapa wanita mengalami diastasis recti (atau pemisahan perut), yaitu ketika sisi kiri dan kanan otot “six pack” terpisah selama kehamilan tetapi tidak kembali normal pada periode postpartum.

10. Wasir

Dalam jurnal Clinics in Colon and Rectal Surgery, di Amerika Serikat, sekitar 10 juta orang atau 4,4 persen dari populasi mengunjungi tenaga kesehatan atas keluhan penyakit wasir.

Jika Moms mengalami varises di vulva atau wasir saat hamil, Moms mungkin merasa varises menjadi lebih buruk setelah melahirkan. Kita mungkin juga mendapatkannya sekarang, meskipun belum pernah memilikinya, karena tekanan yang dialami selama persalinan dan melahirkan.

Dokter dapat merekomendasikan perawatan yang sesuai, seperti semprotan obat atau kompres witch-hazel dingin, misalnya. Pada waktunya, pembuluh darah yang bengkak ini akan mengecil atau hilang sama sekali.

Mengapa Masih Keluar Flek setelah 40 Hari Melahirkan?

masa nifas setelah melahirkan

Foto: womenshealthmag.com

Masa nifas wanita setelah melahirkan berkisar 40 hari, dimana keluar darah merah terjadi sekitar 7 hari.

"Lewat dari itu biasanya cairan nifas yang keluar atau disebut dengan lokia tidak berwarna merah lagi, berangsur menjadi kekuningan dan semakin jernih, banyaknya pun semakin berkurang," dr. Yohana Margarita meetdoctor.com.

Baca Juga: Perdarahan Setelah Caesar: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Bila selama 40 hari tersebut masih tetap keluar darah, kemungkinan lain adalah:

  • Sisa jaringan kehamilan, misal ari-ari sehingga rahim tidak dapat kontraksi sempurna
  • Infeksi, biasanya disertai adanya keputihan dan nyeri
  • Gangguan pembekuan darah
  • Robekan jalan lahir yang terbuka
  • Dan lainnya.

Untuk memastikannya sebaiknya Moms memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan USG.

Itu dia Moms beberapa hal yang harus diketahui mengenai masa nifas. Jangan khawatir dan segera konsultasikan dengan dokter ya Moms.

Artikel Terkait