Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
18 November 2020

Hukum Masturbasi Menurut Islam, Ini Penjelasannya!

Sering melakukan masturbasi ternyata berdampak pada fisik dan psikis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms bertanya-tanya, apakah masurbasi atau onani boleh dilakukan dalam Islam? Lalu, seperti apa hukum masturbasi dalam Islam?

Menurut Nahdlatul Ulama, dalam bahasa Arab, masturbasi dikenal dengan istilah istimna', atau mengeluarkan air mani tanpa melalui senggama.

Dalam bahasa sehari-hari, pada laki-laki dikenal dengan "onani", sedangkan pada perempuan dikenal dengan istilah "masturbasi", keduanya sama-sama dilakukan sendiri.

Masturbasi adalah tindakah pemuas syahwat dengan merangsang alat kelamin sendiri. Menurut penelitian yang dilakukan ahli seksologi, masturbasi jauh lebih banyak dilakukan oleh laki-laki, dibandingkan pada perempuan.

Cari tahu lebih lanjut tentang hukum masturbasi dalam Islam berikut ini.

Baca Juga: Masturbasi Saat Hamil, Amankah? Berikut Penjelasannya

Hukum Masturbasi dalam Islam

mengapa istri lebih puas masturbasi hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stock

Masturbasi atau onani adalah perbuatan yang tidak baik dan termasuk dosa besar karena syara'. Rasulullah SAW juga memperingatkan akan dampaknya pada penyakit-penyakit tubuh.

Dijelaskan juga, pada masa akan datang (hari kiamat) orang yang melakukan hal itu tangannya dalam keadaan hamil (diibaratkan tangannya terjima’ kemudian menjadi hamil) ketika orang itu belum bertaubat dari dosanya.

Orang yang melampaui batas dalam ayat tersebut dimaksudkan ada orang yang zholim dan berlebih-lebihan. Karena Allah mengharamkan seorang yang bercumbu selain pada suami atau istrinya.

Jika seseorang melakukan onani hanya untuk membangkitkan syahwat, hukum masturbasi dalam Islam adalah haram secara umum. Karena Allah Ta’ala berfirman,

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Ma’arij: 29-31).

Alasan bahwa hukum masturbasi dalam Islam itu haram, karena kegiatan ini dapat mendorong pelakunya untuk selanjutnya melakukan hubungan seksual. Hal ini yang dicegah dalam Islam.

Namun, dalam situs Umma.id, bila onani atau masturbasi dilakukan untuk menekan syahwat dan takut akan terjerumus zina, maka hukum masturbasi boleh secara umum, bahkan ada yang mengatakan wajib.

Ini karena kondisinya berarti melakukan yang terlarang di saat darurat atau mengerjakan tindakan mudhorot yang lebih ringan.

Lalu bagaimana hukum masturbasi dalam Islam jika dilakukan dengan tangan istri?

Mayoritas ulama menilai bolehnya onani jika yang melakukan adalah pasangannya (istrinya), selama tidak dilakukan pada kondisi terlarang (yaitu seperti ketika puasa, i’tikaf atau saat berihram ketika haji dan umrah).

Namun, ada ulama lain yang mengatakan perilaku onani dari pasangan (istri) dinilai makruh.

Dalam Nihayah Az Zain dan Fatawa Al Qodi disebutkan:

“Seandainya seorang istri memainkan kemaluan suami dengan tangannya, hukumnya makruh, walau suami mengizinkan dan keluar mani. Seperti itu menyerupai perbuatan ‘azl (menumpahkan mani di luar kemaluan istri). Perbuatan ‘azl sendiri dinilai makruh.”

Sementara, pada Madzhab Imam Syafi’i, dijelaskan tidak boleh melakukan masturbasi meskipun khawatir terjadi perbuatan zina.

Berbeda dengan Imam Ahmad yang memperbolehkan melakukan onani sebagai alternatif menghindari perbuatan zina. Hal ini dijelaskan dalam kitab I’anatut Thalibin Juz 3 halaman 340 sebagai berikut:

Pada hukum masturbasi di atas (Madzhab Syafi’i) tidak memperbolehkan bersenang-senang dengan tangannya (onani) selain halilah (istri atau budak perempuan).

Hal itu didasarkan pada sebagian hadis yang menyebutkan:

Allah SWT melaknat orang yang menikahi tangannya (mengambil kesenangan (onani) dengan tangannya). Dan sesungguhnya Allah SWT merusak umat yang bermain alat kemaluan."

Dalam syarh kitab tersebut dijelaskan, Madzhab Syafi’i memandang haram melakukan hal itu meskipun khawatir/terjerumus terjadi zina. 

Berbeda dengan Imam Ahmad, yang mengatakan bahwa seseorang boleh melakukan onani dengan syarat ia merasa khawatir akan melakukan tindakan zina, tidak punya mahar untuk wanita merdeka, dan tidak punya uang untuk membeli budak (dalam konteks zaman perbudakaan dahulu).

Baca Juga: Sudah Menikah Tapi Masih Sering Masturbasi, Wajarkah?

Akibat Masturbasi

pengaruh buruk terlalu sering masturbasi hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stock

Dads sudah mengetahui hukum masturbasi dalam Islam. Selanjutnya, apa akibat masturbasi?

Mengutip dari Islami.co, akibat masturbasi akan berdampak bahaya pada kesehatan badan dan akal pikiran, sepeti tubuhnya kurus, kedua matanya cekung dan membiru, wajahnya pucat, dan lain-lain.

“Adapun kerusakan yang menimpa pada fisik, ulama mengatakan: 'barangsiapa yang melakukan terus menerus tubuhnya akan mengalami kurus (lemah), kaki bagian betisnya kendor, kedua matanya cekung serta membiru, aura wajahnya pucat, kedua tangannya lemah, tulangnya mengecil, badannya gemetar ketika diajukan pertanyaan kepadanya serta kepalanya akan menunduk, dan menyebabkan lemahnya organ produksi (seks).

Adapun kerusakan pada akal (psikis) akan menyebabkan seseorang cenderung berpikiran lemah/rendah, berwatak keras, ceroboh, sering marah hanya dengan masalah sepele, keras kepala, dan tidak memiliki pendirian yang tetap pada perilaku, menjadikan jauh dari temannya, dan suka menyendiri. Menurut pendapat, bahwa melakukan satu kali onani sama dengan 12 kali dari jimak (bersetubuh).” (Hikmah at Tasyri’ wa Falsafatuhu, juz 2 halaman 191-192).

Baca Juga: Hati-Hati, Ini 4 Pengaruh Buruk Akibat Terlalu Sering Masturbasi

Selain itu, Dr. Agus Hermanto, MHI, Dosen Fakultas Syari’ah UIN Raden Intan Lampung, dalam situs Fakultas Syari'ah UIN menjelaskan bahwa onani atau masturbasi dapat memiliki efek negatif atau kurang baik bagi rohani, kejiwaan dan kesehatan.

Akibat masturbasi terhadap rohani seperti:

  • Hilangnya sifat istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam, karena bagaimanapun dalam hati kecilnya ia menyadari bahwa perbuatan itu tidak terpuji.
  • Sikap yang senantiasa meremehkan agama, artinya tidak berusaha mensucikan diri dan melakukan perbuatan yang mentimpang.

Sementara, dampak mastubrasi yang berdampak pada kejiwaan:

  • Merasakan bahwa dirinya bersalah dan tahu bahwa perbuatan itu berdosa. Akan tetapi, orang tersebut selalu mengulangi karena ketagihan. Karena perbuatannya selalu bertentangan dengan hati kecilnya, maka jiwanya selalu gelisah.
  • Masturbasi yang dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan urat syaraf tidak stabil lagi, kepercayaan diri menjadi hilang, hidup menyendiri karena perasaan malu tertanam dalam jiwanya.
  • Kesenangan onani yang melampaui batas akan menyebabkan kecanduan, yang kemudian dapat terbawa arus dan terus menerus memperturutkan hawa nafsu.

Dampak masturbasi terhadap kesehatan adalah:

  • Melemahkan alat kelamin, dengan menjadikannya lemas sedikit demi sedikit, sehingga tidak akan dapat melakukan hubungan seksual dengan sempurna.
  • Melemahkan urat-urat tubuh, karena mengeluarkan mani tidak dengan berhubungan seks, tetapi dengan tangan.
  • Memengaruhi perkembangan alat vital dan mungkin tidak akan tumbuh sebagaimana lazimnya.
  • Alat vital itu seakan-akan membengkak.
  • Mengakibatkan sakit pada sendi tulang, tempat sumber air mani keluar. Akibatnya postur tubuh menjadi buruk karena membungkuk.
  • Membuat anggota badan sering gemetaran seperti dibagian kaki dan sekitarnya.
  • Kelenjar otak menjadi lemah, yang berdampak daya berpikirnya berkurang, serta daya tahan menurun
  • Penglihatan semakin berkurang.

Dengan penjelasan di atas, maka hukum masturbasi atau onani diharamkan karena menimbulkan dampak negatif baik menurut syara' maupun kesehatan fisik dan psikis. Lantas, bagaimana cara mengendalikan hawa nafsu tersebut?

Islam mengajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu dengan berpuasa. Nabi Muhammad SAW mensunnahkan kepada para pemuda yang sudah sanggup berumah tangga agar menikah.

Dan bagi mereka yang melum sanggup menikah karena berbagai sebab, disarankan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan berpuasa dan menjalankan ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Itu dia, penjelasan mengenai hukum masturbasi dalam Islam. Tetap jauhi diri dari perbuatan maksiat dan setialah kepada pasangan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait