Kesehatan

12 Mei 2021

Mata Merah: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

mata merah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Kemerahan pada mata disebut juga mata merah. Kondisi ini menankan adanya beberapa masalah kesehatan atau suatu alergi pada mata.

Beberapa kasus penyakit ini memang tidak berbahaya. Namun, tidak menutup kemungkinan mata merah menjadi hal yang serius dan memerlukan bantuan medis.

Tanda mata merah yang paling serius ketika Moms mengalami kemerahan disertai rasa sakit atau perubahan penglihatan.

Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita simak gejala, penyebab, hingga cara mengatasi mata merah yuk Moms.

Gejala Mata Merah

mata merah

Foto: Orami Photo Stock

Mata merah dapat mempengaruhi satu atau kedua mata dan dapat berkembang seiring waktu.

Dalam beberapa kasus, umumnya penyakit ini memiliki gejala umum, seperti:

  • Merah pada bagian mata putih.
  • Perasaan terbakar pada mata.
  • Sakit, mata menjadi buram, atau kemerahan.
  • Terasa ada yang menganjal di mata.
  • Kelopak mata bengkak, berkedut, dan masalah kelopak mata lainnya.

Baca Juga: Mengenal Strabismus, Mata Juling pada Bayi

Penyebab Mata Merah

red-eye-

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, mata merah disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah kecil yang terletak di antara sklera dan konjungtiva mata bening di atasnya.

Pembuluh darah kecil ini dapat menjadi bengkak karena faktor lingkungan atau gaya hidup atau karena masalah mata tertentu.

Beberapa kondisi juga bisa menjadi penyebab penyakit ini.

1. Iritasi

Iritasi biasanya menyebar kontak langsung dengan jari atau barang pribadi yang terkontaminasi.

Melansir US National Library of Medicine, 80 persen mata merah disebabkan dari infeksi. Penyakit ini mudah terkena dan menular pada anak sekolah.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas dan menyebar melalui batuk.

Berbagai iritasi dapat menyebabkan pembuluh pada mata meradang, di antaranya:

  • Udara kering
  • Paparan sinar matahari
  • Debu
  • Reaksi alergi
  • Masuk angin
  • Infeksi bakteri atau virus, seperti campak
  • Batuk

Mata lelah atau batuk dapat menyebabkan kondisi tertentu yang dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva. Ketika kondisi ini terjadi, bercak darah mungkin muncul di satu mata.

Kondisinya mungkin terlihat serius. Namun, jika tidak disertai rasa sakit, biasanya akan hilang dalam 7 hingga 10 hari.

Baca Juga: Ketahui 5 Tips Memilih Kacamata untuk Anak Ini

2. Infeksi Mata

Penyebab mata merah yang lebih serius adalah infeksi.

Infeksi dapat terjadi pada struktur mata yang berbeda dan biasanya menghasilkan gejala tambahan, seperti nyeri, keluarnya cairan, atau perubahan dalam penglihatan.

Infeksi yang dapat menyebabkan penyakit ini meliputi:

  • Radang folikel bulu mata, yang disebut blepharitis.
  • Radang selaput yang melapisi mata, disebut konjungtivitis atau mata merah muda.
  • Bisul yang menutupi mata, disebut ulkus kornea.
  • Radang uvea, yang disebut uveitis.

3. Terlalu Lama di Depan Perangkat Digital

Menatap perangkat digital selama 2 jam atau lebih berturut-turut dapat menyebabkan penyakit ini.

Jika Moms menatap perangkat digital pada malam hari, Moms mungkin akan terbangun dengan mata merah setiap pagi.

4. Kurang Tidur

Kurang tidur tidak hanya menyebabkan sulit konsentrasi, tetapi juga menyebabkan penyakit ini.

Tidur yang kurang dapat mengurangi jumlah pelumas dan oksigen di mata sehingga menyebabkan kemerahan sementara.

Baca Juga: Tidak Perlu Obat Tetes, Jernihkan Mata dengan 6 Cara Alami Ini

5. Blepharitis

Blepharitis merupakan kondisi umum yang menyebabkan kelopak mata merah dan meradang.

Selain kelopak mata merah dan bengkak, mata juga bisa terbakar, gatal, peka terhadap cahaya, dan mengeluarkan air mata yang berlebihan.

6. Mata Kering

Ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata, atau menghasilkan air mata yang tidak memiliki bagian lipid, akibatnya mata kering.

Air mata yang cukup dan berfungsi dengan baik dibutuhkan agar mata menjadi sehat dan nyaman.

Gejala mata kering termasuk rasa perih atau terbakar, banyak air mata diikuti oleh periode kekeringan, dan kemungkinan keluarnya lendir. Kondisinya mungkin menyakitkan, dan menyebabkan mata merah.

Siapapun bisa mengalami mata kering, meskipun lebih sering terjadi pada wanita, terutama mereka yang telah mengalami menopause.

Seiring bertambahnya usia, mereka menghasilkan lebih sedikit bagian lipid dari air mata, sehingga risiko lebih besar untuk mata kering.

Mata kering juga merupakan efek samping dari mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Kondisi awalnya bisa diatasi dengan membasahi mata dengan obat tetes mata air mata buatan.

7. Cedera Mata

Trauma atau cedera pada mata dapat menyebabkan mata merah. Cedera mata mengakibatkan pembuluh darah di mata melebar (terbuka) untuk memungkinkan lebih banyak darah masuk ke area cedera.

Pembuluh darah terbuka inilah yang menyebabkan penyakit ini. Cedera mata dapat berupa lecet kornea (goresan pada permukaan mata), luka tusuk, dan luka bakar kimiawi.

Cedera mata ini membutuhkan perhatian medis segera dan harus ditangani sebagai keadaan darurat medis.

Baca Juga: 17+ Manfaat Bayam untuk Kesehatan, Baik untuk Mata!

8. Glaukoma

Dalam kebanyakan kasus, glaukoma muncul secara bertahap dan biasanya tidak memiliki gejala pada awalnya.

Glaukoma akut atau parah adalah kondisi yang mengancam penglihatan yang membutuhkan perhatian medis segera.

Waspadai nyeri tiba-tiba, mata merah cerah, disertai dengan melihat lingkaran cahaya di sekitar cahaya, kehilangan penglihatan, dan mual.

9. Penggunaan Alkohol yang Berlebihan

Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengurangi oksigen menjadi sel darah merah.

Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menggumpal dan membuat mata merah dan perih.

10. Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit mata yang mempengaruhi penglihatan. Asap tembakau juga merupakan bahan pengiritasi mata beracun yang dapat menyebabkan mata merah, kering, dan gatal.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Mata Belekan Pada Balita

Cara Mengatasi Mata Merah

mata merah.jpg

Foto: pinterest.com

Pengobatan untuk mata merah dapat dilakukan berbagai cara. Sering kali, istirahat, kompres dingin pada mata tertutup, pijat ringan kelopak mata, cuci lembut kelopak mata, atau menggunakan obat tetes mata yang dijual bebas, dapat meredakan gejala.

Di lain waktu, dokter mata mungkin merekomendasikan dan meresepkan antibiotik, obat tetes mata khusus, atau salep.

Perawatan untuk kondisi tertentu meliputi:

1. Iritasi

Jika mata merah yang Moms alami disebabkan oleh kondisi medis seperti iritasi, Moms dapat mengatasi gejalanya di rumah.

Kompres hangat pada mata bisa membantu mengurangi gejala kondisi tersebut. Moms juga harus memastikan bahwa sering mencuci tangan, hindari memakai riasan atau lensa kontak, dan hindari menyentuh mata.

Melansir Food and Drug Administration (FDA), jika kondisi bertambah parah segera pergi ke dokter. Dokter akan menanyakan gejala, kondisi kesehatan, dan masalah yang mungkin menyebabkan iritasi pada mata.

Dokter mungkin juga memeriksa mata menggunakan larutan garam untuk membersihkan iritasi di mata.

2. Alergi

Selain menghindari alergen (jika diketahui), pengobatan biasanya terdiri dari obat tetes mata yang dijual bebas.

Menggunakan tetes air mata buatan akan membersihkan alergen dari mata dan menambah kelembapan untuk meredakan mata kering dan iritasi.

Tetes mata dekongestan mengurangi kemerahan pada mata akibat alergi. Obat tetes mata dekongestan dengan antihistamin juga akan membantu meredakan rasa gatal.

Selain itu, siklosporin obat anti inflamasi adalah resep utama yang saat ini tersedia untuk mengobati mata kering.

Ini membantu mengurangi kerusakan kornea, meningkatkan produksi air mata, dan mengurangi gejala secara keseluruhan.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala Sakit Mata pada Anak yang Wajib Diwaspadai

3. Blepharitis

Perawatan biasanya dengan menjaga kelopak mata tetap bersih. Membasahi waslap dengan air hangat dan menempelkannya pada kelopak mata yang tertutup selama beberapa detik. Kondisi ini dapat membantu meredakan gejala.

Selain itu, Moms dapat mencelupkan kapas ke dalam campuran air dan sampo bayi untuk mencuci kelopak mata juga akan membantu.

Begitu kondisi tersebut terjadi, biasanya tidak kunjung sembuh total, jadi penting untuk membersihkan kelopak mata secara rutin.

Dalam beberapa kasus, dokter mata mungkin juga meresepkan antibiotik atau obat tetes mata steroid.

4. Bakteri atau Virus

Letakkan waslap hangat dan letakkan di atas mata yang tertutup dan terinfeksi selama beberapa menit. Hal ini juga akan melonggarkan lendir kering jika bulu mata atau kelopak mata saling menempel.

Gunakan lap bersih setiap kali agar infeksi tidak menyebar.

Jika mata merah ada di kedua mata, gunakan waslap berbeda untuk setiap mata.

Moms juga bisa gunakan tetes mata pelumas yang dijual bebas.

Karena penyakit ini memiliki banyak penyebab, Moms harus segera memeriksakan diri ke dokter mata jika mengalami penyakit ini, terutama jika kemerahan muncul secara tiba-tiba dan dikaitkan dengan ketidaknyamanan atau penglihatan kabur.

Untuk mencegahnya agar mata merah tidak menjadi penyakit serius, Moms bisa lakukan langkah-langkah ini:

  • Jangan menggosok mata. Kotoran dan kuman di tangan dan jari dapat menyebabkan lebih banyak kemerahan dan iritasi.
  • Jaga kebersihan lensa kontak, dan jangan memakainya lebih lama dari yang disarankan.
  • Hapus riasan mata dengan benar dan jaga kebersihan mata.
  • Beristirahatlah secara teratur saat melihat layar komputer untuk waktu yang lama.
  • Jadwalkan pemeriksaan mata untuk memastikan penyebab penyakit ini bukanlah sesuatu yang lebih serius.

Nah itu dia Moms penjelasan tentang mata merah. Selalu menjaga kebersihan mata ya dan semoga penjelasan ini membantu!

  • http://ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4049531/
  • https://www.fda.gov/medical-devices/contact-lenses/contact-lens-solutions-and-productshttps://www.fda.gov/medical-devices/contact-lenses/contact-lens-solutions-and-products
  • https://www.healthline.com/health/eye-redness
  • https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17690-red-eye
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait