Kesehatan Umum

28 Juli 2021

Moms, Kenali Penyebab dan Perawatan Mata Sayu

Apakah Moms pernah dikira mengantuk hanya karena mata terlihat sayu? Ya, kelopak mata turun atau mata sayu dikenal dengan istilah ptosis.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms pernah dikira tampak mengantuk hanya karena mata terlihat sayu? Ya, kelopak mata turun atau mata sayu dikenal dengan istilah ptosis.

Melansir dari American Academy of Ophthalmology, hal ini terjadi karena trauma, usia, dan berbagai gangguan medis lainnya.

Jika mata sayu terjadi hanya di satu bagian mata saja, maka ini dikenal dengan ptosis unilateral, namun jika terjadi pada kedua mata disebut ptosis bilateral.

Kondisi mata sayu ini bisa terjadi secara permanen atau dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, hal ini juga bisa dialami sejak lahir atau karena faktor-faktor lainnya.

Baca Juga: Ada 6 Jenis, Yuk Selalu Memilih Maskara Sesuai Jenis Bulu Mata!

Lalu, apa akibatnya jika memiliki atau mengalami mata sayu? Tergantung pada tingkat keparahan kondisinya, mata sayu dapat menghalangi penglihatan karena kelopak mata cenderung turun sehingga menutupi pupil.

Meski begitu, dalam banyak kasus, kondisi ini dapat disembuhkan, baik secara alami maupun melalui intervensi medis.

Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai penyebab dan cara mengatasi mata sayu. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!

Baca Juga: Jangan Sepelekan Mata Belekan Pada Balita

Penyebab Mata Sayu

mata sayu

Foto: Orami Photo Stocks

Mata sayu yang merupakan bawaan sejak lahir dapat menyebabkan kemungkinan genetik. Hal ini bisa memengaruhi satu atau dua kelopak mata.

Selain itu, mata sayu kongenital juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan seperti ambliopia atau yang dikenal sebagai mata malas.

Dalam sebuah studi tahun 2013 terhadap 107 anak-anak dengan mata sayu, para peneliti mencatat mata malas di sekitar 1 dari 7 peserta. Selain itu, mata sayu juga bisa menyerang siapa pun dan kapanpun.

Menurut buku berjudul Evaluation and Management of Blepharoptosis, penyebab umum adalah peregangan atau robekan levator aponeurosis yang tidak disengaja, yang merupakan selubung seperti tendon yang memungkinkan kelopak mata bergerak. Hal ini disebabkan oleh:

  • Menggosok mata berlebihan
  • Menggunakan lensa kontak yang kaku
  • Operasi mata

Baca Juga: 6 Cara Terbaik Menghilangkan Kantung Mata

Dikarenakan mata dan kelopak mata merupakan kumpulan jaringan halus, sehingga penyebab mata sayu lainnya juga dapat terjadi karena:

  • Tumor kelopak mata, kista, atau pembengkakan
  • Sindrom horner
  • Masalah otot
  • Kerusakan saraf pada otot mata
  • Kondisi neurologis
  • Trauma mata
  • Suntik botox

Baca Juga: 3 Langkah Pertolongan Pertama Kulit Terbakar Matahari Pada Balita

Gejala Mata Sayu

mata sayu

Foto: Orami Photo Stocks

Harvard Health Publishing menjelaskan, gejala utama mata sayu ialah salah satu atau kedua kelopak mata atas terlihat turun dan melorot. Meski begitu, dalam banyak kasus yang dialami sejumlah orang, kondisi ini tidak terjadi setiap saat.

Namun, kemungkinan sering terjadi ketika mata kering atau berair dan wajah terlihat letih juga lelah.

Area utama yang terkena adalah di sekitar mata, dan Moms akan mengalami rasa sakit yang juga dapat menyebabkan mata terlihat lelah juga sayu.

Beberapa orang dengan ptosis parah mungkin harus memiringkan kepala ke belakang untuk melihat setiap kali berbicara dengan orang lain bahkan ketika itu adalah percakapan normal.

Seorang dokter harus menyelidiki penyebab mata sayu seseorang untuk memastikan kondisi medis yang dialami dan penanganannya. Jika Moms mendapati mata terlihat sayu dibarengi dengan sakit kepala migrain atau permasalahan lainnya, segeralah hubungi dokter.

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Kontak Mata dengan Bayi?

Perawatan Mata Sayu

mata sayu

Foto: Orami Photo Stocks

Perawatan untuk mata sayu tergantung pada penyebab spesifik dan tingkat keparahan yang dialami.

Jika kondisi tersebut disebabkan oleh usia atau sesuatu yang dialami sejak lahir, maka dokter akan menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu atau bisa dilakukan karena kondisi tersebut biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan.

Namun, Moms dapat memilih perawatan lain berupa operasi plastik jika ingin memperbaiki bentuk mata sayu dan otot kendur di sekitarnya.

Tapi, jika mata sayu disebabkan oleh kondisi lainnya yang mendasari, maka dokter bisa melakukan perawatan medis untuk mengatasi mata sayu.

Selain itu, apabila mata sayu menghalangi penglihatan, maka perlu dilakukan perawatan medis. Dokter akan merekomendasikan operasi mata.

Tak hanya itu, ada juga kacamata yang bisa menahan kelopak mata atau dikenal dengan istilah kruk ptosis. Perawatan ini seringkali paling efektif ketika kelopak mata yang turun hanya bersifat sementara.

Kacamata juga dapat direkomendasikan jika Moms bukanlah kandidat yang baik untuk melakukan prosedur operasi. Jadi, ini bisa dijadikan pengobatan alternatif.

Berikut ini penjelasan lebih lengkap terkait perawatan mata sayu.

Baca Juga: Mengenal Strabismus, Mata Juling pada Bayi

1. Operasi

Dalam situs American Academy of Ophthalmology, dokter akan merekomendasikan operasi ptosis. Operasi tersebut dilakukan dengan mengencangkan otot levator lalu mengangkat kelopak mata ke posisi yang diinginkan.

Sedangkan untuk anak yang mengalami ptosis, dokter terkadang menganjurkan operasi untuk mencegah timbulnya mata malas (ambliopia).

Namun, ada risiko yang terkait dengan operasi, termasuk mata kering, kornea tergores, dan hematoma. Hematoma adalah kumpulan darah. Selain itu, tidak jarang ahli bedah menempatkan kelopak mata terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Alternatif lain adalah operasi “sling”, di mana otot dahi digunakan untuk mengangkat kelopak mata.

Baca Juga: Mata Perih dan Merah, Bisa Jadi Terkena Dry Eyes!

2. Kruk Ptosis

Kruk ptosis adalah pilihan non-bedah yang melibatkan penambahan lampiran ke bingkai kacamata. Lampiran ini, atau kruk, mencegah kelopak mata terkulai dengan menahan kelopak mata di tempatnya.

Ada dua jenis kruk ptosis: dapat disesuaikan dan diperkuat. Kruk yang dapat disesuaikan dipasang di satu sisi bingkai, sedangkan kruk yang diperkuat dipasang di kedua sisi bingkai.

Kruk dapat dipasang di hampir semua jenis kacamata, tetapi kruk bekerja paling baik pada bingkai logam.

Jika Moms tertarik dengan kruk, konsultasikan dengan dokter mata atau ahli bedah plastik yang menangani orang yang menderita ptosis atau mata sayu.

Baca Juga: 13 Rekomendasi Nama Bayi Laki-Laki Dengan Arti Matahari

Pencegahan dan Cara Mengatasi Mata Sayu

pencegahan dan cara mengatasi mata sayu

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada cara untuk mencegah kelopak mata turun atau mata sayu. Mengetahui gejalanya dan melakukan pemeriksaan mata secara teratur dapat membantu Moms mengurangi atau melawan gejala mata sayu.

Jika Moms memperhatikan bahwa si kecil tampaknya memiliki gejala atau tanda-tanda kelopak mata sayu, segera bawa ke dokter untuk perawatan dan pemantauan kesehatan. Karena ptosis dapat memengaruhi penglihatan, maka Moms harus menganggap hal ini sebagai kondisi yang serius. Gejala lebih parah bisa diatasi dengan perawatan medis yang tepat.

Baca Juga: Tidak Perlu Obat Tetes, Jernihkan Mata dengan 6 Cara Alami Ini

Mata sayu umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, jika hal ini menghalangi penglihatan, Moms harus menghindari sejumlah aktivitas tertentu seperti mengemudi, atau bekerja terlalu lama di depan laptop sehingga hal tersebut terobati.

Permasalahan penglihatan jangka panjang tergantung pada penyebab mata sayu. Sebagian kasus hanya memengaruhi struktur wajah sehingga terlihat kurang menarik karena mata mengantuk dan tidak bersemangat.

Baca Juga: Bayi Tidur dengan Mata Terbuka, Berbahayakah?

Namun, karena kelopak mata yang turun terkadang bisa menjadi pertanda kondisi yang lebih berbahaya, selalu konsultasikan dengan dokter untuk penanganan dan perawatan yang tepat.

Itulah penyebab, gejala, pengobatan dan perawatan mata sayu. Jika Moms mengalami hal serupa, jangan ragu untuk mengkonsultasikan hal ini ke dokter atau pihak medis.

  • https://www.healthline.com/health/eyelid-drooping
  • https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-ptosis
  • https://www.webmd.com/eye-health/ptosis
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/323386#causes
  • https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/drooping-eyelid-ptosis
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait