Bayi

26 Maret 2020

Melahirkan Bayi Sungsang, Ini yang Harus Diperhatikan

Mungkinkah melahirkan bayi sungsang?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ada beberapa masalah yang bisa dialami oleh ibu hamil ketika melahirkan, salah satu hal yang sering ditakutkan adalah mendapati posisi bayinya sungsang. Hal ini dikarenakan ada beberapa hal yang berbahaya untuk dilakukan ketika bayi berada dalam posisi ini, salah satunya adalah metode melahirkan bayi.

Perlu diketahui, ketika usia kehamilan masih muda, posisi sungsang sering terjadi karena janin di dalam perut yang melayang-layang karena cairan ketuban yang terlalu banyak. Alhasil, sebagian bayi bisa berputar atau merubah posisinya sendiri dari sungsang menjadi normal.

Baca Juga: 5 Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Setelah Lahir, Kenali Segera!

Namun posisi sungsang ini bisa diperbaiki seiring dengan waktu kehamilan ibu yang semakin besar. Biasanya hal ini akan terjadi di usia kehamilan yang menginjak 30-an minggu.

Terjadinya Bayi Sungsang

bayi sungsang

Foto: Orami stock photos

Posisi bayi sungsang cukup awam terjadi pada ibu hamil, yakni 1 berbanding 25. Penyebab terjadinya posisi ini belum diketahui secara pasti.

Tapi yang jelas, potensi bayi yang sungsang lebih tinggi jika sang ibu mengandung bayi kembar, kekurangan atau kelebihan air ketuban, pernah melahirkan bayi prematur, bentuk plasenta yang tak normal, adanya pertumbuhan abnormal dalam rahim (seperti fibroid), dan plasenta previa.

Posisi janin yang sungsang juga tidak semuanya sama. Seperti apakah posisinya?

3 Tipe Bayi Sungsang

bayi sungsang

Foto: parents.com

Pada umumnya, bayi sungsang mendeskripsikan bayi dengan posisi kepala di atas dan bokong yang menutupi jalan lahir menjelang saat-saat persalinan. Lebih spesifiknya, posisi sungsang terbagi dalam tiga kategori berikut:

  • Persentase bokong-kaki (complete breech), yaitu bokong bayi berada di bawah dengan posisi lutut tertekuk, sehingga kaki bayi berada di dekat bokong.
  • Presentasi bokong (frank breech), yaitu posisi tubuh bayi yang tertekuk di pinggang dan membentuk huruf V. Posisi bokong bayi berada di jalan lahir dan kedua kaki lurus, sehingga kakinya ada di dekat wajah bayi.

Baca Juga: Wajah Bayi Bruntusan, Bagaimana Cara Aman Merawatnya?

  • Presentasi kaki (footling breech), yaitu salah kaki bayi menjulur dan berada paling dekat dengan jalan lahir, sehingga kaki tersebut akan keluar terlebih dahulu jika ibu melahirkan normal lewat vagina.

Bisakah Bayi Posisi Sungsang Dilahirkan secara Normal?

bayi sungsang

Foto: sayabunda.com

Biasanya, dokter akan merekomendasikan ibu hamil untuk melahirkan bayi sungsang dengan cara operasi caesar. Anjuran ini diberikan dengan mempertimbangkan alasan keselamatan ibu sekaligus bayi.

Meski begitu, kita juga tetap bisa menjalani persalinan bayi sungsang dengan proses normal melalui vagina selama memenuhi sejumlah kondisi dan syarat tertentu. Apa sajakah syaratnya?

  • Kehamilan sudah cukup umur dan bayi berada dalam posisi frank breech.
  • Bayi tidak memperlihatkan tanda-tanda stres. Indikasi ini bisa dideteksi melalui pemantauan detak jantung janin saat ibu akan melahirkan.
  • Proses melahirkan berjalan lancar, ditandai dengan leher rahim (serviks) yang mengalami pembukaan dengan lancar dan sesuai durasi waktu yang wajar.
  • Ukuran janin yang tidak terlalu besar, sehingga bayi dipastikan dapat melewati jalur lahir tanpa kendala.
  • Didampingi oleh tenaga medis (dokter kandungan dan asisten persalinan) yang memiliki kompetensi untuk melakukan persalinan normal dengan bayi sungsang.
  • Didampingi oleh tenaga medis yang telah menyiapkan anestesi dan peralatan untuk operasi caesar jika persalinan normal tiba-tiba tidak bisa dilanjutkan.

Baca Juga: Moms, Inilah Hal yang Harus Diperhatikan Saat Kembali Hamil Setelah Operasi Caesar

Risiko Bayi Sungsang dalam Persalinan Normal

bayi sungsang

Foto: herhaleness.com

Dibutuhkan pemantauan secara saksama dari dokter ketika seorang calon ibu memutuskan untuk melahirkan bayi posisi sungsang melalui persalinan normal. Pasalnya, risiko yang dihadapi oleh ibu maupun bayi tidaklah ringan. Berikut beberapa jenis risiko yang dapat terjadi:

1. Trauma pada bayi

Melahirkan bayi yang sungsang lewat vagina tidaklah mudah. Dokter terkadang harus memakai alat bantu untuk mengeluarkan bayi dari rahim, misalnya dengan proses vakum. Prosedur ini tidak jarang menimbulkan cedera fisik pada bayi, seperti bentuk kepala yang tidak bulat, matinya sebagian saraf di wajah bayi, hingga pergeseran tulang bayi.

2. Fetal dystocia

Fetal dystocia adalah kesulitan persalinan di mana bayi tidak kunjung keluar akibat kondisi tertentu. Selain posisi sungsang, ukuran janin yang terlalu besar juga bisa memicu komplikasi ini.

3. Kematian pada bayi

Persalinan normal merupakan proses yang harus berlomba dengan waktu. Pada bayi sungsang, kepala bayi yang merupakan bagian terbesarnya akan keluar dari rahim ibu di urutan terakhir. Bila persalinan memakan waktu sangat lama, komplikasi cord prolapse bisa saja terjadi.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Kondisi ini terjadi ketika tali pusar tertekan oleh badan bayi saat keluar dari jalur lahir, sehingga suplai oksigen dan darah menuju bayi akan semakin menipis. Jika kepala bayi tidak segera dikeluarkan dari rahim, bukan mustahil nyawanya akan terancam.

Ketika memilih metode melahirkan untuk bayi sungsang, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dan mengikuti rekomendasi dokter demi keselamatan ibu dan bayi. Lagi pula, apapun proses melahirkan bayi yang Anda pilih, nilai Anda sebagai seorang ibu tidak akan berkurang sedikit pun.

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait