Balita dan Anak

28 Juli 2020

Melatih Anak Mandiri dengan Pekerjaan Rumah Tangga, Ini Caranya!

Perlukah Si Kecil diberi upah agar semangat mengerjakan tugasnya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sudahkah Moms melatih anak mandiri dengan pekerjaan rumah tangga? Ternyata, hal ini bisa diperkenalkan kepada Si Kecil sejak balita, lo.

Mengajarkan pekerjaan rumah tangga kepada balita memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah membuat Si Kecil mandiri. Jika dibiasakan sejak kecil, ia akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.

Thomas Weisner mengatakan bahwa kontribusi anak kepada keluarga berpengaruh terhadap kesuksesan perkembangan Si Kecil. Namun, ia juga menekankan pentingnya memahami apa yang anak lakukan sekaligus alasan kesediaannya atau penolakannya mengerjakan pekerjaan rumah.

Menurut jurnal AnthroSource, kebanyakan anak tahu bahwa orang tua mereka yang bekerja membutuhkan bantuan. Namun, di beberapa keluarga, ekspektasi orang tua yang tidak jelas dan tidak konsisten berdampak negatif terhadap partisipasi Si Kecil di pekerjaan rumah tangga.

Jenis Pekerjaan Rumah Tangga untuk Balita

anak mandiri dengan pekerjaan rumah tangga: Jenis Pekerjaan Rumah Tangga untuk Balita.jpg

Foto: sathyatripodi from Pixabay

Rahasia melibatkan Si Kecil dalam pekerjaan rumah tangga adalah meminta bantuan yang Moms hargai tapi sesuai dengan usia dan kemampuan Si Kecil.

Tugas yang terlalu sulit akan membuat Si Kecil frustrasi, bahkan bisa membahayakan dirinya. Sementara itu, pekerjaan yang terlalu mudah bisa jadi membosankan.

Anak-anak bisa membantu di rumah dengan berbagai cara. Bermain di luar saat Moms dan Dads sedang melakukan pekerjaan besar di dalam rumah pun termasuk.

Si Kakak bisa dimintai tolong mengajak adiknya bermain atau menjaganya selama Moms dan Dads mengerjakan tugas domestik. Sementara itu, anak yang masih kecil bisa diminta melakukan tugas sederhana seperti merawat mainannya sendiri. Pekerjaan ini memberikan pesan kepada Si Kecil bahwa kontribusinya bermakna.

Penting juga untuk memikirkan tugas yang melibatkan Si Kecil dalam mengurus keluarga. Misalnya, melipat baju. Tujuannya untuk memberikan rasa tanggung jawab dan partisipasi pada Si Kecil.

Cara Melibatkan Balita dalam Pekerjaan Rumah Tangga

anak mandiri dengan pekerjaan rumah tangga: Cara Melibatkan Balita dalam Pekerjaan Rumah Tangga.jpg

Foto: Steve Buissinne from Pixabay

Melatih anak mandiri dengan pekerjaan rumah tangga, Moms perlu tahu kiatnya. Dengan cara yang tepat, Si Kecil akan melakukan pekerjaan rumah tangga dengan senang hati tanpa perlu dipaksa.

Ini cara melatih anak mandiri dengan pekerjaan rumah tangga sejak dini:

  • Lakukan bersama sampai Si Kecil siap melakukannya sendiri
  • Perjelas apa tugas setiap anggota keluarga setiap hari atau minggu. Tulis agar mudah diingat.
  • Katakan pada Si Kecil alasan pentingnya setiap tugas dilakukan
  • Tunjukkan ketertarikan pada cara Si Kecil melakukan pekerjaannya
  • Puji perilaku positif Si Kecil
  • Gunakan grafik reward untuk mencatat tugas yang sudah diselesaikan dan berikan hadiah simpel seperti makanan favorit Si Kecil atau tambahan waktu bermain

Tak pelit menyemangati Si Kecil membuat ia tertarik untuk terus membantu Moms. Jika pekerjaannya kurang memuaskan, Moms bisa meningkatkan peluang kesuksesannya dengan menjelaskan ulang pekerjaan tersebut. Tetaplah mengatakan bahwa Si Kecil hebat. Dengan demikian, ia akan merasa dihargai.

Perlukah Memberikan Upah Jika Si Kecil Mengerjakan Tugas Domestik?

anak mandiri dengan pekerjaan rumah tangga: Perlukah Memberikan Upah Jika Si Kecil Mengerjakan Tugas Domestik.jpg

Foto: Sharon McCutcheon on Unsplash

Menurut situs raisingchildren.net.au, mengaitkan pekerjaan rumah tangga Si Kecil dengan uang bisa berujung pada tawar-menawar “harga” suatu tugas.

Hal ini juga bertentangan dengan gagasan bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga adalah karena setiap anggota keluarga punya tanggung jawab untuk membantu.

Selain itu, berdasarkan penelitian di jurnal Anthropology of Work Review, dalam konteks partisipasi minim anak-anak dalam pekerjaan rumah tangga, memberikan uang saku bukanlah cara memotivasi yang efektif.

Namun, jika Si Kecil lebih termotivasi melakukan pekerjaan rumah tangga karena ada upahnya, boleh saja. Moms juga bisa memberikan bonus untuk tugas tambahan jika Si Kecil sedang menabung untuk membeli sesuatu. Bagaimanapun ada keluarga yang hanya memberikan hadiah uang untuk tugas tambahan, tapi tidak dengan pekerjaan rutin.

Jika Moms memutuskan memberi Si Kecil upah, jelaskan tugasnya secara gamblang sehingga tidak ada kebingungan atau tawar-menawar mengenai apa tugasnya dan kapan harus dilakukan.

Baca Juga: Ingin Anak Cerdas dan Mandiri? Ini Tipsnya Menurut Psikolog!

Jadi, apakah Moms biasanya memberikan upah atau tidak demi melatih anak mandiri dengan pekerjaan rumah tangga?

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait