Bayi

BAYI
16 Juni 2020

Memberikan Empeng pada Bayi, Bolehkah?

Cari tahu juga cara aman memberikan dot pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Memberikan empeng pada bayi sepenuhnya merupakan keputusan Moms. Saat bayi masih rewel setelah menyusui dan bersendawa, bahkan setelah dipeluk dan digoyang-goyang, Moms penasaran apakah dengan menggunakan empeng mampu menenangkannya.

Terbuat dari karet, plastik, dan puting silikon dengan perisai untuk mencegahnya tertelan, empeng atau binky biasanya membantu pada enam bulan pertama bayi. Usia ketika keinginan menghisapnya paling tinggi.

Salah satu keraguan menggunakan empenglantaran khawatir mengisap empeng akan mengganggu pemberian ASI. Menurut ahli, mengisap empeng dan mengisap payudara merupakan tindakan yang berbeda.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar pemberian empeng menunggu sampai bayi bisa menyusu dengan baik. Hal ini untuk menghindari gangguan akibat pemberian makanan terlalu dini. AAP Menyarankan agar menunggu sampai bayi berusia tiga atau empat minggu, meskipun itu hanya berupa panduan saja.

Jika bayi sudah bisa menyusu dengan baik, bertambah berat badan, dan sudah mempunyai jadwal makan (menyusu) yang rutin, dokter bisa membolehkan menggunakan empeng lebih awal.

Penting diingat, menunda memberikan empeng pada bayi dilakukan jika bayi kesulitan mengunci posisinya saat menyusu atau jika Moms khawatir dengan pasokan susu yang rendah. Berhati-hatilah, jangan tawarkan empeng pada bayi saat ia mungkin lapar.

Beri dia empeng setelah waktu menyusu rutinnya untuk memastikan ia telah mendapat semua makanan yang ia butuhkan terlebih dahulu.

Baca Juga: Bayi Menggunakan Empeng, Perlukah?

Keuntungan Memberikan Empeng pada Bayi

Bayi Menggunakan Empeng, Perlukah?

Foto: Orami Photo Stock

Memberikan empeng pada bayi memiliki beberapa sisi baik. Salah satunya, Dikutip dari Baby Center, memberi ketenangan diri bayi. Beberapa bayi bisa ditenangkan dengan digendong, digoyang, dipeluk. Ada yang cukup dengan mengisap selama menyusu.

Tetapi ada juga yang tidak cukup dengan menyusu saja, bahkan ketika mereka tidak lapar. Empeng atau binky juga bisa membantu menghibur bayi saat kesal, misalnya setelah disuntik.

Beberapa penelitian seperti dikutip dari Healthy Children menunjukkan, bayi yang menggunakan dot saat tidur memiliki risiko SIDS (sindrom kematian bayi mendadak) yang lebih rendah.

Studi-studi tersebut tidak menunjukkan bahwa empeng bisa mencegah SIDS, hanya saja ada hubungan yang kuat antara penggunaan empeng dengan risiko SIDS yang lebih redah.

Empeng juga bisa alat bantu bagi bayi. Membantunya tertidur, juga membantunya selama di perjalanan, misalnya saat di penerbangan untuk mengatasi sakit telinga akibat perubahan tekana udara.

Di sisi lain, memberikan empeng pada bayi memiliki sisi yang dikhawatirkan orang tua. Antara lain menimbulkan ketergantungan, juga kekhawatiran infeksi telinga. Selain itu, pemberian empeng terlalu dini akan menyebabkan bayi merasa puas sehingga ia tidak mau makan saat membutuhkannya.

Penggunaan empeng selama beberapa tahun juga bisa mempengaruhi perkembangan giginya.

Baca Juga: Penggunaan Empeng Bisa Mengurangi Risiko Alergi pada Bayi, Benarkah?

Tips Aman Memberikan Empeng pada bayi

Wah, Menghisap Empeng Si Kecil Bisa Kurangi Risiko Alergi__-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika sudah memutuskan untuk memberikan empeng pada bayi, pastikan menggunakannya secara cerdas. Biarkan bayi memandu keputusan orang tua. Jika dia langsung melakukannya, baiklah. Tetapi jika ia menolak, jangan memaksanya. Cobalah lain waktu.

Jangan membersihkan empeng dengan memasukkan ke mulut. Penelitian yang dipublikasikan oleh Sciece Direct menunjukkan, cara membersihkan seperti itu akan mentransfer mikroba dan berisiko mempertahankan alergi.

Cobalah berbagai ukuran dan bentuk empeng. Tawarkan empeng di antara waktu makan, ketika bayi tidak lapar. Coba beri empeng saat bayi tidur malam dan tidur siang. Namun tarik keluar dari muluat saat dia sudah tidur, jangan memasukkannya kembali. Pastikan empeng yang dipakai selalu bersih. Belilah empeng ekstra untuk berjaga-jaga saat ia hilang atau terjatuh.

Jangan ikat empeng di leher bayi atau ke boks bayi. Talinya bisa mencekik bayi. Lebih aman menempelkannya ke pakaian dengan klip khusus.

Pilih empeng dengan perisai dan memiliki lubang udara setidaknya 1,5 inchi agar bayi tidak memasukkan seluruhnya ke mulut. Tak perlu menggunakan empeng dengan bagian dekoratif tambahan.

Jangan sekali-kali mengganti empeng dengan dot botol. Itu adalah dua benda dengan fungsi yang berbeda.

Jika empeng telah aus atau terjadi retakan kecil, segera ganti dengan yang baru. Singkirkan empeng jika bayi mengunyahnya. Mengunyah akan memecah bahan dan menyebabkan potongan-potongan kecil yang bisa menyebabkan tersedak.

Jangan mencelupkan empeng ke madu atau jus untuk memberi rasa manis. Gula buruk bagi gigi bayi, sedangkan madu tak boleh diberikan kepada bayi di bawah satu tahun.

Periksa jika terjadi penarikan produk. Empeng salah satu produk yang sering ditarik. Jangan gunakan empeng yang sudah ditarik dari pasaran.

Baca Juga: Ini Dampak Empeng pada Kesehatan Gigi dan Mulut Bayi yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Nah, ternyata memberikan empeng pada bayi boleh-boleh saja. Semua bergantung pada keputusan Moms. Namun, jika memutuskan untuk memberikan empeng pada bayi, Moms harus ikuti tips amannya ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait