Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Oct 27, 2018

Menerapkan Kedisiplinan pada Anak Tanpa Menjadi Ibu Kejam

Bagikan


Ibu yang seharusnya lembut dan dapat membuat anak selalu merasa aman seringkali malah menjadi sosok yang mengerikan.

Moms mungkin pernah melihat seorang ibu membentak sambil menarik anak dengan kasar karena ia main kotor-kotoran.

Bahkan, ada anak menjuluki ibunya dengan sebutan 'kepiting' karena suka mencubit sampai tangannya merah-merah. Atau jangan-jangan, ibu kejam tersebut adalah Moms sendiri, Moms?

Sebenarnya tidak salah mendisiplinkan anak. Ketegasan memang diperlukan agar anak tahu batasan yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Namun perlukah menjadi ibu yang kejam? Sejauh mana seorang ibu boleh menerapkan kedisiplinan pada anak?

Sebagai ibu, Moms mungkin kesal apabila anak terus mengulang kesalahan yang sama.

Namun, saat mendisiplinkan anak, jangan pernah menggunakan kata-kata yang dapat menyakiti atau mengecilkan anak, apalagi dengan kata-kata kasar dan kotor.

Sebab, anak akan mengingat setiap kata yang Moms ucapkan. Tidak mau, kan, anak tiba-tiba mengucapkan kata-kata kasar ke orang lain?

Kalaupun Moms merasa perlu memukul atau mencubit anak agar tidak kembali melakukan hal yang sudah kita larang, jangan menggunakan alat, apalagi yang dapat melukainya.

Sebab, bila Moms menggunakan tangan (tanpa alat), Moms bisa mengukur seberapa keras pukulan atau cubitan Moms, sehingga Moms bisa menerapkan kedisiplinan tanpa menyakiti anak.

Untuk mendisiplinkan anak atau agar terlihat tegas, Moms tidak harus menjadi ibu yang kejam, kok.

Moms boleh saja memarahi anak, mendisiplinkannya dengan cara Moms, bahkan mengoreksi mereka dengan cubitan ringan, asal jangan menganiaya anak dengan kejam. Jangan lampiaskan kekesalan Moms seharian kepada anak.

Saat anak melakukan kesalahan yang sebenarnya masih dapat ditolerir, jangan terlalu membesar-besarkannya. Moms pernah menjadi anak kecil juga, kan?

Dulu mungkin Moms pernah bandel, melawan, ingin mencoba semua hal yang dilarang, tapi apakah orang tua menganiaya Moms? Seharusnya tidak.

Cara mendidik anak yang baik dengan kedisiplinan seharusnya membuat anak menurut tanpa Moms perlu menjadi galak atau bahkan main fisik.

Contohnya, jika anak dilarang lompat-lompat di kasur namun masih melakukannya di belakang Moms, saat Moms memergoki dia, anak seharusnya langsung berhenti melompat-lompat. Ia malah memeluk Moms dan meminta maaf tanpa Moms perlu mengeluarkan sepatah katapun.

Jadi, untuk menerapkan kedisiplinan pada anak, ketegasan memang diperlukan. Namun Moms perlu tahu batasan serta manfaatnya untuk anak.

Kalau selama ini Moms sudah menjadi sosok ibu yang kejam tapi tidak juga bisa mendisiplinkan anak (anak malah jadi pemberontak), mungkin Moms perlu menggunakan pendekatan berbeda dalam mendisiplinkan si buah hati.

Ingat, disiplin tidak harus selalu kejam, Moms, dan kejam tidak selalu dapat mendisiplinkan anak.

Kalau Moms, bagaimana cara Moms mendisiplinkan anak selama ini?

 

(Iin)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.