3-5 tahun

3-5 TAHUN
11 Juni 2020

Mengajak Balita Berkemah, Yes or No?

Ini yang orang tua harus pertimbangkan sebelum mengajak balita berkemah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Salah satu kegiatan seru yang bisa dilakukan oleh seluruh anggota keluarga adalah berkemah.

Tetapi, sebagian orang tua mungkin masih ragu mengajak balita berkemah karena takut Si Kecil tidak akan menyukai kegiatan menjelajah alam.

Keraguan tersebut wajar saja, Moms. Apalagi bila Si Kecil belum pernah berkegiatan di alam terbuka sebelumnya.

Menginap di hutan, kaki gunung, atau tempat perkemahan tentu menjadi pengalaman yang asing bagi anak.

Meski begitu, bukan berarti Moms dan Dads lantas harus mengurungkan niat memperkenalkan Si Kecil kepada alam dengan mengajak balita berkemah.

Sebuah studi di Inggris yang terdapat dalam situs Children and Nature menemukan sebagian besar anak usia sekolah sekarang lebih mengenal Pokemon ketimbang margasatwa.

Selain itu, anak yang tumbuh tanpa memiliki kedekatan dengan alam, saat dewasa cenderung tidak peka terhadap pentingnya menjaga kelangsungan bumi dan pelestarian lingkungan.

Pertimbangan Mengajak Anak Berkemah

Moms dan Dads tentu ingin Si Kecil tumbuh sebagai pribadi yang menghargai dan melindungi alam.

Tetapi, bila Moms dan Dads masih bingung apakah akan mengajak balita berkemah, simak dulu beberapa poin yang dapat menjadi pertimbangan berikut.

Baca Juga: 4 Aktivitas Seru untuk Berkemah Bersama Keluarga

1. Pengalaman Baru Bagi Anak

camping-with-baby1609.jpg

Foto: sandiegofamily.com

Berkemah akan memberikan pengalaman baru bagi anak.

Ia akan merasakan tidur di tenda, tidak ada listrik, buang air di hutan, mandi di sungai, dan lain-lain.

Anak akan belajar menghadapi keadaan yang berbeda dari rutinitasnya dan tidak bisa diprediksi.

Pada awalnya, ia mungkin akan tidak nyaman.

Tetapi, Moms dan Dads dapat menjadikan momen mengajak balita berkemah sebagai proses belajar yang unik dan menyenangkan.

2. Membangun Kepercayaan Diri

jose-ibarra-ifM0755GnS0-unsplash.jpg

Foto: unsplash.com

Selama berkemah, Si Kecil akan belajar melakukan hal-hal yang jarang atau belum pernah ia lakukan sama sekali sebelumnya.

Misalnya, mendirikan tenda, menjelajahi hutan, menyeberang sungai, mengumpulkan kayu bakar, memancing ikan, dan sebagainya.

Dikutip dari situs web Go Camping Australia, pengalaman dan keterampilan baru yang ia pelajari saat berkemah akan membuatnya bangga terhadap dirinya sendiri dan juga lebih percaya diri.

Baca Juga: 6 Ide Games Seru Saat Camping Bersama Si Kecil

3. Momen untuk Bersantai

photo-of-man-and-child-reading-book-during-daytime-2801567.jpg

Foto: pexels.com

Anak-anak yang tinggal di perkotaan umumnya mempunyai rutinitas yang padat, dan setiap hari melalui kemacetan, dan tidak bisa lepas dari gadget atau internet.

Mengajak balita berkemah akan memberi kesempatan kepada anak untuk merasakan kehidupan yang berbeda dengan keseharian mereka.

Anak akan merasakan bahwa ternyata berkegiatan tanpa gadget tetap menyenangkan, menjelajah alam tanpa ada ekspektasi apa pun ternyata seru, dan mereka bisa melakukan kegiatan secara bebas tanpa terikat jadwal tertentu.

Satu hal yang pasti, mengajak balita berkemah akan mendekatkan hubungan Moms dan Dads dengan Si Kecil dan juga dengan kakak-kakaknya.

Alasannya, segala kegiatan yang dilakukan di tempat berkemah akan dilakukan bersama-sama sehingga memperkuat rasa kebersamaan.

Baca Juga: Jangan ke Mal Terus, Sekali-kali Yuk Ajak Anak Camping di Alam Terbuka. Ini Sederet Manfaatnya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait