Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Persiapan Melahirkan | Jan 20, 2018

Cara Membedakan Kontraksi Asli dan Palsu Serta Ciri-cirinya

Bagikan


Mengapa Terasa Mulas Luar Biasa Saat Kontraksi?

Bulan-bulan terakhir kehamilan, terkadang ibu merasakan mulas. Tentu mulas bukan sakit perut karena terlalu banyak makan yang pedas. Akan tetapi, rasa mulas ini adalah gejala kontraksi.

Apakah ini pertanda akan melahirkan? Belum tentu, Moms.

Ya, Moms perlu membedakan mana mulas karena kontraksi ‘betulan’ atau mulas kontraksi palsu. Karena tak sedikit ibu, terutama yang baru pertama kali hamil, begitu merasakan mulas langsung panik dan segera ke rumah sakit.

Saat itu mungkin yang terpikir, “Ini waktunya melahirkan!”. Padahal, waktu diperiksa oleh dokter, ternyata mulas itu karena kontraksi palsu.

Baca Juga : 4 Masalah Janin Ini Terjadi Akibat Stres Pada Ibu Hamil

Apa itu Kontraksi Palsu?

Kontraksi palsu atau yang dikenal dengan kontraksi Braxton Hicks merupakan cara tubuh untuk mempersiapkan diri menjelang kelahiran. Memang, tak semua ibu hamil mengalami kontraksi yang 'menipu' ini.

Lalu, seperti apa saja tanda atau gejala kontraksi palsu? Berikut di antaranya:

  • Terasa mulas dan kencang di area perut, seperti kram perut ringan. Namun rasa tersebut datang dan pergi.
  • Frekuensi dan pola kontraksi ini acak, tidak lama, tidak makin parah dan tidak makin sering. Akan tetapi, bisa terasa sakit atau tidak sama sekali. Misal, jarak antar kontraksi sekitar 10 menit, 6 menit, 2 menit, lalu 8 menit.
  • Kontraksi ini tiba-tiba bisa berhenti bila Anda ubah posisi atau melakukan kegiatan lain.
  • Tidak muncul bercak darah.
  • Air ketuban tidak pecah.

Pada kontraksi palsu ini, rasa nyeri, mulas, kram atau tidak nyaman berpusat di perut bagian bawah. Meski begitu, kejadian ini tak menimbulkan pembukaan rahim. Jadi, Moms tak perlu terlalu cemas, tetap rileks di rumah bila mengalami hal ini. Kontraksi palsu, tidak hanya dialami saat trimester ketiga, bahkan bisa terjadi di trimester kedua.

Untuk meredakan nyeri karena kontraksi palsu, dokter menyarankan ibu untuk berendam di air hangat, pijat, atau sekadar jalan ringan di luar rumah. Pastikan untuk selalu banyak minum, ya, Moms.

Perlu kita tahu, tak semua ibu hamil mengalami kontraksi palsu. Bila Moms merasa ragu apakah yang dialami kontrasi palsu atau kontrasi sesungguhnya, tak ada salahnya untuk periksa ke dokter. Upaya yang dilakukan adalah periksa vagina untuk mengetahui apakah ada pembukaan leher rahim atau tidak.

Baca Juga : Tips Agar Cepat Melahirkan : Lakukan 5 Aktivitas Ini

Ini Tanda Kontraksi yang Sesungguhnya

Kontrasi menjelang persalinan umumnya terasa kuat dan lebih teratur. Namun pada beberapa kasus, dapat timbul tanpa tanda kontraksi sama sekali. Karena itu, pengalaman kontraksi menjelang melahirkan ini bisa berbeda pada setiap ibu hamil.

Lalu, seperti apa tanda dan gejala kontrasi yang sesungguhnya itu? Berikut 7 di antaranya:

  • Awalnya kontraksi tak teratur, persis kontraksi palsu. Namun, seiring waktu kontraksi mulai menunjukkan pola, jarak, frekuensi yang tetap, dan semakin terasa lama. Misal, kontraksi muncul secara berkala setiap 5 atau 7 menit sekali, masing-masing berlangsung sekitar 30-70 detik. Gunakan jam tangan atau stopwatch untuk mengecek kontraksi. Catat kapan dan berapa lama setiap kontraksi terjadi.
  • Kontraksi ini terus terasa meski Moms berganti posisi tidur atau ganti aktivitas. Bahkan, kontraksi terasa makin intens.
  • Moms merasakan nyeri di sekitar perut yang terus-menerus karena kontraksi ini, seiring tekanan di panggul. Sebagian ibu hamil mungkin merasakan sakit hingag ke pinggang atau paha.
  • Sebagian ibu hamil merasakan kontraksi ini seperti kram haid yang kuat, sedangkan ibu hamil lain merasakan kontraksi seperti gelombang kuat yang terasa seperti kram diare.
  • Bila dilakukan pemeriksaan terjadi penipisan dan pelebaran leher rahim.
  • Timbul bercak darah. Satu atau dua hari sebelum terjadi kontraksi, Moms mungkin menemukan lendir merah muda atau keputihan disertai darah. Bercak ini adalah lendir penyumbat yang “menyegel” leher rahim selama hamil. Masalahnya, tak semua ibu hamil menyadari bercak ini.
  • Jika kontraksi teratur, air ketuban Moms pecah. Ini pertanda waktu persalinan sudah dekat. 

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.