Kesehatan

18 Desember 2019

Cara Mengatasi Gigitan Ular dan Daftar Rumah Sakit yang Sediakan Serum Anti-Bisa

Ketahui pertolongan pertama berikut ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Musim hujan menjadi periode yang rawan bagi para warga pemukiman, terutama setelah banyaknya berita mengenai ular kobra yang masuk ke rumah di beberapa daerah di Jawa.

Karena itu, penting untuk mengetahui seperti apa penanganan pertama dalam mengatasi gigitan ular.

Menurut Amir Hamidy, peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI. Ular kobra rentan ditemui di musim hujan karena merupakan periode menetasnya telur anak kobra.

"Telur-telur menetas dalam rentang waktu 3-4 bulan. Awal musim penghujan adalah waktu menetasnya telur ular. Fenomena ini wajar, dan merupakan siklus alami," terang Amir mengutip Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Selain itu, habitat ular kobra untuk menetaskan telur juga merupakan tempat-tempat yang hangat dan lembap. Lokasi seperti ini juga banyak ditemui pada periode musim hujan.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk yang Membandel

Gejala Terkena Gigitan Ular

mengatasi gigitan ular-1.jpg

Foto: twitter.com

Mengutip Journal of Emergencies, Trauma, and Shock, beberapa orang yang digigit ular (atau curiga, atau membayangkan bahwa mereka telah digigit) dapat mengembangkan gejala sangat mencolok, bahkan ketika tidak ada racun yang disuntikkan.

Orang-orang yang cemas mungkin mengalami hiperventilasi sehingga mereka mengalami sensasi ditusuk jarum, kejang tangan dan kaki, serta pusing. Beberapa orang bisa syok, pingsan, sangat gelisah, dan menjadi tidak rasional.

Mengutip Mayo Clinic, biasanya setelah gigitan ular berbisa, ada rasa sakit yang membakar parah di daerah gigitan selama 15-30 menit. Luka gigitan ini dapat menjadi bengkak dan memar. Gejala-gejala lain termasuk mual, sesak napas, rasa lemah, serta rasa aneh di mulut.

Baca Juga: Kenapa Bekas Luka Terasa Gatal? Pertanda Luka Mau Sembuh?

Cara Mengatasi Gigitan Ular

mengatasi gigitan ular-2.jpg

Foto: davidsuzuki.org

Meskipun belum memiliki korban jiwa, tetapi kejadian ini patut diwaspadai. Sebaiknya, Moms perlu mengetahui seperti apa pertolongan pertama dan bagaimana cara mengatasi gigitan ular.

Mengutip Cleveland Clinic, berikut ini beberapa cara mengatasi gigitan ular yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama.

  • Lepaskan perhiasan atau arloji apa pun, karena dapat menggores kulit jika terjadi pembengkakan.
  • Pertahankan area gigitan di bawah level jantung untuk memperlambat penyebaran racun melalui aliran darah.
  • Tetap diam dan tenang. Bergerak-gerak akan membuat racun menyebar lebih cepat ke seluruh tubuh.
  • Tutupi gigitan dengan perban yang bersih, longgar, dan kering.
  • Perhatikan jenis ular yang menggigit. Pemberian antivenom akan lebih efektif jika mengetahui ukuran, warna, dan bentuk ular.

Selain melakukan pertolongan pertama, ketahui juga hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan untuk mengatasi gigitan ular.

  • Jangan mencoba menangkap atau membunuh ular, karena ini akan meningkatkan kemungkinan seseorang digigit lagi.
  • Jangan gunakan tourniquet (alat untuk mengontrol aliran darah).
  • Jangan menggores bekas gigitan.
  • Jangan mencoba menghisap racun.
  • Jangan mengoleskan es.
  • Jangan merendam area yang terluka di dalam air.
  • Jangan minum alkohol.
  • Jangan minum minuman dengan kafein.

Baca Juga: Perkiraan Biaya Melahirkan Normal dan Caesar di Rumah Sakit Jabodetabek

Daftar Rumah Sakit yang Menyediakan Serum Anti-Bisa Ular

mengatasi gigitan ular-3.jpg

Foto: wikimedia.org

Jika seseorang yang digigit ular membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk mengatasi gigitan ular, ada beberapa daftar rumah sakit di Jakarta yang menyediakan anti-bisa ular.

  1. RSUD Tarakan, Jalan Kyai Caringin, Cideng, Jakarta Pusat
  2. RS dr. Suyoto, Jalan RC Veteran Raya, Bintaro, Jakarta Selatan
  3. RSUP Fatmawati, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan
  4. RSUD Cengkareng, Jalan Bumi Cengkareng Indah, Cengkareng Timur, Jakarta Barat
  5. RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jalan Pangeran Diponegoro, Senen, Jakarta Pusat
  6. RSPI Prof. dr. Suliati Saroso, Jalan Sunter Permai Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Serum anti-bisa ular ini memiliki harga yang bervariasi, tergantung dari rumah sakitnya.

"Misalnya, RSCM mematok harga Rp900 ribu dan RS Fatmawati Rp595 ribu. Namun, beberapa menyediakan serum secara gratis, seperti RSPI Sulianti yang menyediakan serum gratis untuk pasien BPJS," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Kristi Watini, mengutip CNN.com.

Jadi, itu dia Moms beberapa cara mengatasi gigitan ular dan daftar rumah sakit yang menyediakan serum anti-bisa ular.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait