Kesehatan

KESEHATAN
29 November 2020

Kecemasan Sosial saat Pandemi, Atasi dengan 7 Cara Ini

Penting untuk menerapkan pola hidup sehat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Selama pandemi Covid-19, pemerintah mendesak masyarakat untuk menjauhkan diri secara fisik dari orang-orang lain di luar rumah.

Jarak fisik ini dipercaya dapat mengurangi angka infeksi virus corona karena tidak berada di dekak orang lain yang mungkin menularkannya, akan tetapi kurangnya interaksi juga dapat menimbulkan kecemasan sosial.

Orang yang hidup dengan kecemasan sosial sering menghindari interaksi dengan orang lain untuk menghindari rasa takut. Jarak fisik selama pandemi Covid-19 dapat memudahkan orang untuk menghindari bersosialisasi, yang dapat memberikan kelegaan jangka pendek.

Namun, menghindari interaksi sosial juga dapat menumbuhkan terus kecemasan sosial. Dan jika tidak segera diobati, dapat berbahaya.

Baca Juga: Ini Dampak Gangguan Kesehatan Mental Jika Tidak Diatasi, Jangan Anggap Enteng!

“Kecemasan yang intens secara terus menerus dari penderita kecemasan sosial dapat mempengaruhi kesehatan fisik atau dikenal dengan istilah psikosomatik, yaitu keluhan fisik yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran atau emosi, bukan oleh alasan fisik, seperti luka atau infeksi,” ungkap Dr. Andri ahli psikosomatis RS OMNI Hospital Alam Sutera dalam virtual talk show SuperYou bertajuk #SuperONEderful, Sabtu (7/11).

Oleh karena itu, harus segera diatasi, bagaimana caranya? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Mengatasi Kecemasan Sosial saat Pandemi

Moms harus tahu bahwa terganggunya kesehatan dapat menimbulkan kecemasan baru, yaitu jika harus mendapatkan perawatan medis, kita harus mengeluarkan sejumlah uang lagi yang jumlahnya tidak kecil dan bisa jadi menggerus keuangan keluarga.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kecemasan sosial saat pandemi. Yuk coba cara di bawah ini Moms.

1. Menjaga Kesehatan Keuangan

mengatasi kecemasan sosial

Foto: Orami Photo Stock

Psikolog dari Riliv, Prita Yulia Maharani, mengatakan milenial dapat menjaga kesehatan mental dengan mulai menjaga kesehatan keuangan.

“Sebab uang adalah salah satu kebutuhan vital sehingga perlu dikelola dengan baik agar tidak terjebak dalam pola salah urus yang akan mengakibatkan banyak kerugian, penyesalan mendalam hingga mengakibatkan gangguan mental,” jelas Prita yang juga menjadi pembicara dalam virtual talk show SuperYou bertajuk #SuperONEderful.

Menurutnya, tanda awal terjadinya gangguan mental dapat dilihat dari perubahan kepribadian, seperti mulai muncul kecemasan, sering mengalami mood swing, menarik diri dari lingkungan sosial, kurang merawat diri, hingga melakukan hal yang berisiko tinggi pada dirinya, bahkan muncul suicide thought.

Oleh karena itu, bijak mengelola keuangan adalah langkah pertama yang wajib dilakukan agar keuangan selalu sehat.

Baca Juga: 5 Tips Mengatur Keuangan untuk Moms dalam Menghadapi Resesi

2. Batasi Menonton atau Membaca Berita

mengatasi kecemasan sosial

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun kita perlu tahu bagaimana pandemi berkembang di masyarakat, terlalu banyak mendengar tentang berita dapat meningkatkan kesedihan, ketakutan, dan stres.

American Psychological Association menyarankan untuk membatasi menonton dan membaca berita hingga batas yang wajar dan mendapatkan pembaruan hanya dari sumber informasi yang memiliki reputasi baik.

3. Ikuti Rutinitas Setiap Hari

mengatasi kecemasan sosial

Foto: Orami Photo Stock

Rutinitas orang telah berubah karena jarak fisik. Rutinitas sehari-hari dapat membantu orang dewasa dan anak-anak mempertahankan tujuan saat mereka berlindung, terutama jika mereka tidak dapat lagi pergi bekerja atau sekolah.

4. Pertahankan Gaya Hidup Sehat

tidur nyenyak bisa mengatasi kecemasan sosial

Foto: Orami Photo Stock

Ini merupakan hal yang penting. Tidur yang cukup, makan makanan seimbang, dan berolahraga setiap hari dapat membantu Moms mengatasi kecemasan sosial.

Orang yang menemukan bahwa mereka mengandalkan alkohol atau obat-obatan untuk membantu mereka mengatasi isolasi harus segera membuat jadwal temu dengan dokter atau terapis untuk mengatasinya.

5. Tetap Minum Obat yang Diresepkan

obat untuk kecemasan sosial

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun orang dengan kecemasan sosial mungkin merasa lebih baik saat mereka berlindung di tempat, mereka tidak boleh berhenti minum obat kecuali jika dokter memerintahkan mereka untuk melakukannya.

Baca Juga: 5 Aktivitas di Dalam Rumah Saat Pandemi Corona, Anti Bosan!

6. Terapi Perilaku Kognitif

mengatasi kecemasan sosial

Foto: Orami Photo Stock

Psikiater sering meresepkan CBT untuk orang yang hidup dengan kecemasan sosial. Meskipun kantor dokter mungkin tutup, beberapa terapis CBT menawarkan layanan online. CBT berbasis internet dapat menjadi strategi yang efektif ketika terapi secara langsung tidak memungkinkan.

7. Strategi Psikologis Lainnya

journaling bisa menjaga kesehatan mental

Foto: metroparent.com

Psikolog merekomendasikan untuk membuat jurnal rasa syukur setiap hari. Rasa syukur dapat membantu orang untuk fokus pada hal baik yang dapat dilakukan di dalam ruangan untuk orang lain, bukan pada kerugiannya.

Moms juga dapat mencoba menggunakan aplikasi kesadaran dan relaksasi di ponsel mereka, yang dapat mempermudah mengatasi stres.

Selama pandemi, wajar jika Moms merasa cemas. Namun, siapa pun yang mengalami stres ekstrem, kesulitan tidur, kesulitan dengan tugas sehari-hari, atau peningkatan penggunaan alkohol atau obat-obatan harus segera berkonsultasi dengan dokter. Jadi tetap waspada ya, Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait