Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Keamanan Balita | Sep 8, 2018

Mengatur Penggunaan Gadget Sesuai Usia Anak

Bagikan


Pada era teknologi digital seperti sekarang, gadget sudah menjadi bagian dari dunia anak-anak. Bukan sekadar alat komunikasi, gadget menawarkan berbagai fitur menarik yang menghibur juga edukatif.

Meski begitu, membiarkan anak bereksplorasi dengan gadget masih menimbulkan 'kegalauan' di antara orangtua. Lalu, bagaimana mengatur anak main gadget agar sesuai dengan umur dan kemampuan mereka? 

1. Bayi dan batita

American Academy of Pediatrics menyarankan anak usia di bawah dua tahun untuk tidak menggunakan perangkat gadget (walaupun sangat sulit untuk melakukannya), sebab batita perlu mengasah keterampilan dan interaksi sosial mereka. Alasan lainnya, di usia ini kemampuan motorik halus anak belum berkembang baik.

Tanda bahwa motorik halus anak sudah baik, yaitu anak lebih bisa memegang gadget tanpa terjatuh. Dari segi perkembangan emosi, anak usia dua tahun juga belum bisa diberikan gadget karena mereka belum bisa menerima kekalahan.

Anak yang diberikan gadget saat mereka belum bisa menerima rasa kecewa karena kalah akan mudah kesal dan bisa saja menumpahkan kekesalan mereka dengan cara melempar gadget yang sedang dipegang.

Bila tetap ingin memberikan gadget pada anak di usia ini, pilih mainan yang bisa digunakan secara interaktif, bukan permainan pasif seperti komputer.

Anak di usia ini juga sangat tertarik dengan suara dan sinar, maka pilih mainan dengan tombol besar dan menyala, atau mengeluarkan bunyi bila ditekan.

Hal ini akan meningkatkan kemampuan motorik halus dan mengajarkan mereka tentang sebab akibat.

Perlu diingat, terekspos cahaya terlalu lama berdampak negatif pada indera penglihatannya. Karena itu, sebaiknya batasi waktu penggunaan gadget agar tak lebih dari satu jam per harinya.  

Baca Juga: Balita Sering Berkutat dengan Gadget? Batasi dengan 5 Cara Ini

2. Usia prasekolah

Anak di usia ini sudah mulai pandai memainkan gestur jarinya, respon layar sentuh umumnya menjadi hal menyenangkan bagi mereka. Dalam masa ini, anak boleh dipersiapkan mengenali perangkat yang berkaitan dengan komputer dan sekolah.

Namun, tetaplah realistis dan berpegang pada tahapan usia untuk menghindari rasa frustasi pada anak. Imbangi waktu yang dihabiskan di depan komputer dengan permainan bebas dan kreatif.

Untuk anak di usia ini, pilih perangkat edukatif yang mendorong anak untuk berhitung sederhana, mengenal warna, mengikuti pola tertentu atau menambah kosakata. Waspadai konten aplikasi atau situs yang dikunjungi. Batas waktu maksimal penggunaan gadget untuk anak usia ini juga tak lebih dari satu jam per hari. 

3. Anak usia SD

Di usia enam tahun, anak sudah pandai memakai gadget. Sebelum memberikannya komputer atau tablet, buatlah kesepakatan tentang apa yang boleh dan tak boleh anak lakukan dengan perangkat tersebut.

Sempatkan membaca review dan cek rating aplikasi sebelum mengunduhnya. Lakukan eksplorasi berbagai aplikasi yang tepat, secara usia maupun kontennya, untuk digunakan anak.

Letakkan perangkat di ruang keluarga untuk memudahkan Moms atau orang dewasa mengamati kegiatan mereka di depan komputer.

Penggunaan internet juga masih harus dibatasi, agar tidak menganggu waktu belajar dan bermain mereka di dunia nyata, batas idealnya paling lama dua jam per hari.  Moms juga perlu untuk mulai mengedukasi mereka cara menjaga privasi, keamanan, dan etika berinternet. 

4. Anak remaja

Anak remaja umumnya sudah memiliki akun sosial media dan ponselnya sendiri. Yang bisa Moms lakukan sebagai orangtua adalah mengunduh filter internet untuk memblokir konten yang tidak sesuai dan mengajarkan mereka untuk menutup iklan pop-up atau promosi yang muncul mendadak. 

Walau sudah boleh bermain games dan berinternet serta memiliki privasi untuk itu, tetap usahakan untuk membatasi waktunya. Moms juga bisa memonitor anak dengan menjadi temannya di media sosial.

(MEG)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.