Program Hamil

PROGRAM HAMIL
23 Desember 2019

Mengenal 3 Jenis Obat Kesuburan. Ada yang Moms Pakai?

Ini dia beberapa jenis obat kesuburan yang paling umum diberikan oleh Dokter
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms yang mengalami masalah kesuburan akan diberikan rekomendasi perawatan yang berbeda, tergantung pada apa yang menyebabkan masalah kesuburan. Karena masalah kesuburan sebenarnya tidak hanya datang dari Moms, tapi juga bisa berasal dari Dads atau bahkan keduanya.

“Meresepkan obat kesuburan tanpa diagnosis yang tepat, bisa seperti memberikan penopang lengan padahal yang patah bagian kaki,” ungkap Jeremy Groll, MD, dari SpringCreek Fertility, seperti dikutip dari premierhealth.com.

Jika diagnosis masalah infertilitas memang terjadi akibat masalah ovulasi Moms, maka beberapa jenis obat kesuburan mungkin dapat membantu.

Baca Juga: 10 Jenis Makanan Sehari-hari yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Jenis Obat Kesuburan yang Perlu Moms Ketahui

Berikut ini beberapa jenis obat kesuburan yang umum diberikan Dokter pada Moms yang memiliki masalah kesuburan.

1. Jenis Obat Kesuburan: Clomid

jenis obat kesuburan

Foto: babymed.com

Para Dokter biasanya akan memberikan jenis obat kesuburan berupa tablet Clomiphene citrate atau biasa disebut Clomid ini sebagai opsi pertama bagi wanita yang memiliki masalah kesuburan.

Jenis obat kesuburan ini bekerja di kelenjar pituitari, menyebabkan tubuh membuat lebih banyak hormon yang membantu telur untuk matang di ovarium. Clomid juga sering diresepkan Dokter pada wanita dengan masalah polycystic ovary syndrome (PCOS) dan masalah ovulasi lainnya.

Wanita yang mengonsumsi clomid dapat merasakan beberapa efek samping, seperti perubahan emosi, gangguan visual, hingga tubuh terasa panas mendadak. Ketidaknyamanan di panggul, nyeri payudara, dan mual juga dapat menjadi efek samping dari clomid, namun sangat jarang terjadi.

“Tujuan utama dari clomid adalah untuk mengembalikan ovulasi dan dapat melakukannya pada sekitar 70-80% wanita yang mengonsumsinya. Setelah ovulasi, wanita akan memiliki kesempatan untuk hamil, kira-kira sebesar 20% setiap siklusnya,” ungkap ahli kesuburan dari DuoFertility, Dr Kim Clugston, seperti dikutip dari huffingtonpost.co.uk.

Baca Juga: Terapi Pijat Untuk Meningkatkan Kesuburan

2. Jenis Obat Kesuburan: Femara

jenis obat kesuburan

Foto: todaysparent.com

Selain umum diberikan pada wanita yang memiliki masalah ovulasi, Femara juga biasa diberikan untuk menyembuhkan kanker payudara pada wanita yang telah menopause.

Femara dengan kandungan letrozole ini juga merupakan jenis obat kesuburan berbentuk oral yang bekerja dengan menghambat aromatase. Ini merupakan enzim yang berhubungan dengan produksi estrogen dan menekan produksi estrogen.

Dengan tingkat estrogen yang rendah, kelenjar pituitari akan memproduksi lebih banyak hormon yang menstimulasi ovarium untuk menghasilkan telur.

Dikutip dari verywellfamily.com, femara juga umum diberikan pada wanita yang resisten terhadap jenis obat kesuburan clomid, saat tidak mampu menstimulasi ovulasi setidaknya tiga kali siklus dan meski sudah menaikan dosisnya.

Sebuah penelitian di tahun 2014 (ncbi.nlm.nih.gov), menemukan bahwa 27,5% wanita yang mengalami PCOS dan mengonsumsi letrozole akhirnya dapat hamil, dibandingkan dengan 19,1% yang mengambil clomiphene.

Baca Juga: Benarkah Vitamin D Dapat Menambah Kesuburan?

3. Jenis Obat Kesuburan: Gonadotropins

jenis obat kesuburan

Foto: babycentre.co.uk

Dikutip dari medicalnewstoday.com, kelompok hormon ini dapat menstimulasi aktivitas di ovarium, termasuk ovulasi. Saat jenis obat kesuburan lain tidak bekerja memberikan kehamilan, Dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) melalui suntikan atau semprotan hidung.

Dua hormon ini sebenarnya juga dihasilkan oleh tubuh dan krusial untuk ovulasi, namun dengan pemberian gonadotrophins, maka dapat membantu menstimulasi ovarium untuk memproduksi dan mematangkan telur.

Dikutip dari babycentre.co.uk, tujuh dari sepuluh wanita dengan masalah ovulasi yang disebabkan oleh PCOS akan kembali mengalami ovulasi setelah menggunakan gonadotrophins dalam dosis rendah dan empat dari 10 wanita akhirnya akan hamil.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 3 Jenis Makanan yang Dapat Mengancam Kesuburan

Beberapa gejala yang mungkin akan Moms alami saat menggunakan jenis obat kesuburan ini, antara lain reaksi alergi pada obat, perut tidak nyaman, pusing, nyeri sendi, demam, hingga lebam di bagian tubuh yang disuntikan. Namun gejala ini tentu berbeda-beda pada setiap wanita atau bahkan tidak mengalaminya sama sekali.

Itulah beberapa jenis obat kesuburan yang umum direkomendasikan Dokter untuk meningkatkan kesuburan dan memperbesar peluang kehamilan.

GS

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait