Trimester 1

TRIMESTER 1
26 Maret 2021

Mengenal Abortus Komplit, Kondisi Keguguran dengan Jaringan Konsepsi Keluar secara Lengkap

Kondisi ini bertolak belakang dengan abortus inkomplit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Aborsi adalah penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup. Salah satunya adalah abortus komplit yaitu pendarahan yang terjadi pada kehamilan muda di mana seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan dari kavum uteri baik disengaja ataupun spontan.

Dalam pengertian medis, istilah aborsi dan istilah keguguran sama-sama merujuk pada penghentian kehamilan sebelum janin mampu bertahan hidup di luar rahim. Istilah aborsi lebih sering digunakan sebagai sinonim untuk aborsi yang diinduksi atau gangguan kehamilan yang disengaja.

Istilah aborsi bagaikan lawan dari istilah keguguran, yang berkonotasi dengan kehilangan janin secara spontan atau alami. Namun karena perbedaan yang dibuat oleh orang awam pada umumnya, penggunaan kata aborsi harus dilakukan dengan hati-hati saat berbicara tentang kehilangan janin secara spontan yang termasuk dalam pengertian abourtus komplit.

Baca Juga: 5 Mitos Seputar Keguguran

Abortus Komplit Disengaja (Aborsi)

Abortus complete

Foto: healthshots.com

Setiap individu memiliki hak untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab terkait dengan keturunan atau anak. Namun, dikutip dari World Health Organization (WHO), tiga dari sepuluh kehamilan berakhir dengan aborsi yang diinduksi.

Hampir setengah dari semua aborsi termasuk abortus komplit tidak aman dan hampir semua aborsi tidak aman ini terjadi di negara berkembang. Padahal, akses ke aborsi yang aman melindungi kesehatan dan hak asasi perempuan dan anak perempuan.

Aborsi akan tetap aman jika dilakukan dengan metode yang direkomendasikan oleh WHO dan sesuai dengan durasi kehamilan dan jika orang yang melakukan aborsi memiliki keterampilan yang diperlukan. Aborsi semacam itu dapat dilakukan dengan bantuan dokter (aborsi medis) atau prosedur rawat jalan sederhana.

Ketika perempuan dengan kehamilan yang tidak diinginkan tidak memiliki akses ke aborsi yang aman, mereka sering menggunakan aborsi yang tidak aman.  Aborsi dinilai tidak aman jika dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keterampilan yang diperlukan atau di lingkungan yang tidak sesuai dengan standar medis minimal atau keduanya. Karakteristik aborsi yang tidak aman menyentuh keadaan yang tidak tepat sebelum, selama atau setelah aborsi.

Aborsi yang tidak aman dapat menyebabkan risiko kesehatan langsung, termasuk kematian serta komplikasi jangka panjang yang memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental wanita sepanjang perjalanan hidupnya.

Prosedur aborsi yang tidak aman mungkin melibatkan penyisipan benda atau zat seperti akar, ranting, atau kateter serta ramuan tradisional ke dalam rahim. Tidak hanya itu, dilatasi dan kuretase dilakukan secara tidak benar oleh penyedia yang tidak terampil disertai pengunaan obat berbahaya juga bukan hal yang diperbolehkan.

Baca Juga: Apakah Riwayat Aborsi Dapat Menyebabkan Susah Punya Anak?

Abortus Komplit Tanpa Disengaja (Keguguran Alami)

aborsi alami

Foto: doctorssouthofmelbourne.com

Biasanya, keguguran identik dengan tindakan kuretase. Namun, jenis keguguran alami abortus komplit ini umumnya tidak memerlukan tindakan kuretase. Alasanya karena semua jaringan konsepsi keluar secara lengkap sehingga tidak membutuhkan bantuan tindakan medis.

Hal ini bertolak belakang dengan abortus inkomplit di mana karingan konsepsi masih tersisa di dalam rahim sehingga membutuhkan tindakan medis untuk mengeluarkannya.

Jika Moms pernah mengalami keguguran, dokter mungkin menawarkan beberapa pilihan pengobatan keguguran yang masing-masingnya memerlukan pengangkatan jaringan kehamilan yang tidak dapat hidup (produk konsepsi) dari rahim.

Pilihan ini termasuk menunggu keguguran alami (atau yang akan terjadi) dan sebenarnya bisa juga disebut abortus komplit. Pilihan lainnya yaitu menjalani prosedur pembedahan dilatasi dan kuretase dengan menggunakan obat atau manajemen medis untuk menginduksi perdarahan.

Jika keguguran Moms melibatkan keadaan darurat medis seperti kehamilan ektopik pecah atau perdarahan, kemungkinan besar Moms perlu menjalani operasi. Jika Moms memang punya pilihan lain dalam perawatan, setiap pilihan Moms memiliki pro dan kontra yang mungkin tergantung pada situasi, riwayat kesehatan, dan preferensi pribadi.

Baca Juga: Rainbow Baby, Bayi yang Lahir Pasca Keguguran

aborsi alami

Foto: healthline.com

Di awal kehamilan, keguguran akan sangat mirip dengan periode menstruasi yang berat dan kram.  Ini mungkin dimulai dengan bercak coklat yang berubah menjadi pendarahan yang lebih berat, terkadang dengan gumpalan darah yang besar.

Pendarahan bisa berlangsung hingga dua minggu, tetapi seharusnya tidak terlalu berat selama itu.  Jika Moms terus mengalami pendarahan berlebih, maka Moms harus pergi ke ruang gawat darurat.

Kram pada keguguran alami dapat berkisar dari ringan hingga sangat kuat. Dokter dapat merekomendasikan obat penghilang rasa sakit untuk membantu mengatasi kram yang menyakitkan.

Beberapa wanita lebih memilih keguguran non-surgical karena mereka ingin menghindari pemeriksaan ke rumah sakit dan tidak ingin dikuret untuk menghindari risiko kecil komplikasi dari prosedur tersebut.

Namun, Moms harus ingat bahwa selama tahap awal kehamilan, kemungkinan besar Moms tidak akan mengenali jaringan janin dari rahim Moms. Selain itu, penelitian menunjukan bahwa apapun cara keguguran yang dipilih, tingkat komplikasinya akan tetap serupa.

Jika dokter mendiagnosis keguguran sebelum pendarahan dimulai, mungkin perlu waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu untuk menyelesaikan keguguran tanpa intervensi.

Keguguran dianggap selesai bila semua jaringan telah dikeluarkan dan sebaliknya dianggap tidak lengkap bila jaringan tetap berada di dalam rahim. Penelitian menunjukan bahwa kebanyakan wanita , 80 persen sampai 90 persen akan keguguran secara alami dalam dua sampai enam minggu tanpa mengalami komplikasi. Namun, ini bisa menjadi proses menunggu yang berkepanjangan dan sulit secara emosional.

Setelah pendarahan dimulai dan seorang wanita memilih keguguran alami, mereka harus mengikuti rekomendasi dokter dan tetap harus melakukan konsultasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua jaringan telah diangkat.

Pada saat itu, dokter juga akan melihat tingkat hormon human chorionic gonadotropin (hCG) apakah telah kembali kenilai nol atau belum. Pada saat itu, tingkat  keguguran dianggap lengkap — dan itu pertanda aman untuk mempertimbangkan mencoba hamil kembali.

Baca Juga: Hamil Setelah Keguguran, Apakah Berbahaya?

Pengunaan Obat untuk Membantu Abortus Komplit

obat aborsi

Foto: liveservices.org

Jika perdarahan keguguran yang sengaja dilakukan misalnya untuk kebutuhan medis belum dimulai dan Moms lebih memilih untuk menghindari proses kuret, dokter mungkin meresepkan obat prostaglandin atau seperti misoprostol untuk mempercepat prosesnya. Dengan obat-obatan ini, keguguran akan terjadi dengan cara yang sama seperti keguguran alami.

Satu-satunya perbedaan adalah bahwa pengobatan mempercepat prosesnya dan dapat menyebabkan kram atau pendarahan yang lebih intensif. Kadang-kadang, dokter menggunakan obat untuk mengobati kehamilan ektopik yang dikonfirmasi atau kemungkinan besar yang tidak berisiko langsung pecah untuk menghindari pembedahan.

Untuk kehamilan ektopik, pengobatan medis standar adalah metotreksat dan penelitian yang dikutip dari Very Well Family, menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih dari 90 persen.

Akan tetapi perlu Moms ingat bahwa meskipun obat-obatan ini aman untuk kebanyakan wanita, obat-obatan tersebut juga memiliki risiko perdarahan dan kram parah. Jika Moms memilih opsi ini, dokter akan membahas semua tanda peringatan yang memerlukan perhatian medis.

Moms harus tetap di rumah atau dalam perawatan dokter saat minum obat, karena begitu obat mulai bekerja, Moms mungkin kesakitan dan ingin berbaring dan atau berada di dekat kamar mandi.  Hindari bepergian sampai dokter mengevaluasi kondisi Moms untuk memastikan bahwa proses mengugurkan janin sudah selesai.

Itulah beberapa penjelasan tentang abortus komplit, yang mungkin tidak Moms ketahui. Abortus komplit seharusnya dilakukan oleh tenaga medis karena kebutuhan kondisi kesehatan. Namun, beberapa bisa melakukannya dengan pertimbangan pribadi.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait