Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | May 8, 2018

Mengenal Amenorea, Keadaan Yang Menyebabkan Gangguan Haid

Bagikan


Tanya : 

Dok, saya didiagnosa sementara amenorea, apakah dengan melakukan USG dapat diketahui apa masalahnya?

Jawab : 

Keadaan tidak mendapat haid disebut dengan amenorea. Jika belum pernah mendapat haid sama sekali, amenorea tergolong amenorea primer. Pada wanita yang pernah mendapat haid, tidak mendapat haid disebut dengan amenorea sekunder.

Berat badan dapat berpengaruh terhadap hormon seks wanita. Wanita yang mengalami obesitas maupun wanita yang mengalami penurunan berat badan drastis dapat mengalami gangguan siklus haid.

Penyebab lain dari gangguan haid:

  • Masalah tiroid, misalnya hipotiroid
  • Stres emosional
  • Olahraga berlebihan
  • Anoreksia
  • Tumor hipofisis
  • PCOS (sindrom polikistik ovarium)
  • Anoreksia
  • Tumor ovarium
  • Kegagalan fungsi ovarium
  • Sindrom Cushing

Amenorea dapat berpotensi mengganggu kesuburan, bergantung pada berat ringannya penyebab amenorea. Oleh sebab itu penanganan amenorea sejak dini dapat membantu kondisi ini.

Penyebab amenorea sekunder tersebut dapat didiagnosis dengan bantuan beberapa tes medis seperti tes darah, USG maupun CT scan. Konsultasikan keluhan Anda kepada dokter spesialis ginekologi sambil Anda menjalani pola hidup sehat, antara lain:

  • Mempertahankan berat badan yang normal
  • Mengelola stres dengan berbagai pilihan terapi relaksasi, misalnya yoga, meditasi
  • Menjalani olahraga secara teratur namun tidak berlebihan
  • Konsumsi makanan bernutrisi tinggi
  • Menyeimbangkan waktu aktivitas dengan istirahat yang cukup

Dijawab oleh : dr. Ayu Andrian Putri

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.