Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Jan 4, 2019

Mengenal Aritmia, Penyakit yang Jadi Sebab Mati Mendadak

Bagikan


Pernahkah Moms merasa pusing dengan debaran kuat dan tidak teratur di bagian dada?

Sensasi tersebut tidak hanya dirasakan di area dada, tetapi juga di leher atau tenggorokan. Jika iya, bisa jadi Moms menderita aritmia.

Aritmia ini juga merupakan penyakit yang menjadi penyebab meninggalnya Bondan Winarno.

Aritmia merupakan penyakit kelainan irama jantung. Tapi, apa sebenarnya dan seperti apa aritmia itu?

Berikut penjelasannya dr. Haryadi SpJp(K) yang merupakan tim dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Eka Hospital Pekanbaru.

Apa Itu Aritmia?

Secara umum, aritmia dikenal sebagai penyakit kelainan irama jantung. Aritmia bisa merupakan kelainan bawaan maupun kelainan yang terjadi karena adanya kondisi tidak normal pada jantung yang kemudian membuat irama jantung jadi tidak beraturan.

Ada dua jenis aritmia yang dikenal, yakni taki aritmia dan bradi aritmia. Taki aritmia merupakan kondisi irama jantung lebih cepat dari irama normal.

Sementara bradi aritmia sebaliknya, yakni kondisi irama jantung lebih lambat dari irama normal.

Baca Juga: 5 Komplikasi yang Bisa Disebabkan Karena Penyakit Jantung

Apa Saja Faktor Risiko Aritmia?

Faktor risiko terjadinya aritmia adalah adanya substrat dan adanya trigger atau pencetus. Trigger merupakan kondisi yang mencetuskan munculnya kelainan irama jantung.

Sedangkan substrat adalah kondisi yang memudahkan trigger tersebut terjadi dan melanggengkan kelainan irama itu berlangsung terus menerus.

Salah satu contoh trigger aritmia adalah kelainan ketidakseimbangan elektrolit atau ion.

Sedangkan substratnya adalah kondisi jantung yang memang sudah mengalami peregangan atau pembesaran di ruang tertentu. Jika kondisi itu terjadi, maka aritmia akan muncul.

Apa Saja Asupan Makanan untuk Penderita Aritmia?

Asupan makanan sangat mempengaruhi irama jantung seseorang. Orang dengan penyakit aritmia harus betul-betul menjaga asupan makanan mereka.

Pola hidup sehat dan kondisi pikiran yang tenang adalah cara untuk menjaga irama jantung.

Asupan makanan untuk penderita aritmia sangat bergantung pada jenis aritmia yang diderita.

Pada kondisi kelainan irama jantung yang sangat lambat hingga di bawah 40 denyut per menit, dokter akan memberikan obat untuk memacu irama jantungnya dan merekomendasikan makanan semua makanan yang memicu aktivitas denyut jantung.

Baca Juga: Sayangi Jantung dengan Hindari 5 Makanan dan Minuman Ini

Bagaimana Pengobatan Penyakit Aritmia?

Penderita bradi aritmia dianjurkan untuk menggunakan alat pacu jantung selama menjalani pengobatan.

Sebagian besar pasien akan memerlukan alat pacu jantung ini seumur hidup mereka.

Sedangkan untuk penderita taki aritmia, sebagian besar sudah dapat disembuhkan secara permanen dengan tindakan ablasi jantung, baik secara konvensional maupun 3D.

Namun, jika penderita menolak tindakan ablasi, mereka tetap bisa sembuh dengan terapi obat-obatan.

Itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai penyakit aritmia. Jika memang sudah ada gejalanya, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk penanganannya.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.