Kesehatan

KESEHATAN
19 Maret 2021

Mengenal Bintik Merah DBD, Timbul saat Pasien Demam di Hari Kedua

Penting bagi Moms untuk memahami cirinya secara khusus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Adeline Wahyu

Bintik merah di badan dan muka adalah salah satu masalah kesehatan yang biasa terjadi. Namun, Moms harus ingat bahwa bintik merah DBD atau demam berdarah dengue juga pertanda suatu penyakit serius.

Lalu, bisakah Moms mebedakan ruam atau bintik merah DBD dengan bintik merah lainnya? Ruam atau bintik merah pada beberapa kasus dinilai tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.

Akan tetapi, ruam atau bintik merah yang lain mungkin bertahan lebih lama tergantung pada penyebab atau kondisi yang mendasarinya.

Banyak faktor berbeda yang dapat menyebabkan ruam gatal dan bintik merah, misalnya reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau benda, seperti anting nikel, penyakit seperti cacar air, campak dan yang cukup mirip yaitu bintik merah DBD.

Perlu Moms ingat bahwa DBD adalah penyakit dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi di kalangan anak‐anak dan orang dewasa terutama di negara‐negara tropis. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk bisa membedakan bintik merah DBD dengan yang lain, termasuk dengan melihat gejala yang menyertainya.

Dr. Mayank Uppal, Consultant, General Medicine di Sitaram Bhartia Hospital di South Delhi mengatakan bahwa bintik merah DBD adalah penanda unik penyakit tersebut.

“Kebanyakan infeksi musiman ditandai dengan demam tinggi sehingga sulit untuk membedakan antara demam dan demam berdarah. Waspadai adanya bintik merah DBD dan nyeri di belakang mata yang khas dari dengue," ujarnya seperti dikutip dari Sitarambhartia .

Baca Juga: Yuk Simak 5 Obat DBD (Demam Berdarah Dengue) dari Bahan Alami

Mengenal Bintik Merah DBD

bintik merah dbd

Foto: smartparenting.com.ph

Bintik merah DBD tentu saja memiliki karakteristik tersendiri yang bisa dengan mudah Moms pahami. Namun perlu Moms ingat bahwa DBD muncul dengan cara yang tidak spesifik dan mungkin tidak dapat dibedakan dari penyakit virus atau bakteri lainnya.

Dikutip dari Medscape.com, hampir setengah dari pasien demam berdarah mengalami ruam atau bintik merah DBD yang khas. Bintik merah DBD ini bervariasi dan biasanya terjadi pada kulit dada, fleksor, serta wajah.

Bintik merah DBD yang muncul mungkin berupa makulopapular atau makula. Makula adalah bintik merah DBD yang muncul seperti pulau-pulau kecil pada kulit.

Bintik merah DBD biasanya dimulai pada hari ke-3 dan berlangsung selama 2-3 hari sejak seseorang terkena DBD atau mulai demam dan menutupi sebagian besar tubuh pasien.

"Ruam atau bintik merah adalah tanda khas dari demam berdarah tetapi mungkin tidak terlihat di setiap kasus,” Dr. Mayank menyoroti.

Berdasarkan penelitian, bintik merah DBD ini mereda dengan berhentinya viremia atau fase demam akut. Bintik merah DBD ini seperti kepala peniti yang tampak tertanam dalam kulit.

Bintik merah DBD ini juga tidak bisa dirasakan dengan mengusapnya. Bentuknya datar atau tidak berisi air.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bintik merah DBD ini biasanya datang bersamaan dengan prodrome atau menggigil, dimana prodrome dapat berlangsung selama 2-3 hari.

Terkadang bintik merah DBD bisa terasa gatal dan ini bisa membuat pasien semakin tidak nyaman dan mudah terganggu saat demam.

Jika pasien DBD mengalami bintik merah yang gatal, maka mereka mungkin juga mengeluhkan sensitivitas kulit yang meningkat seiring dengan pembengkakan pada telapak tangan atau telapak kaki.

Bintik merah saat DBD bisa hilang ketika demam mulai mereda dan pasien mulai pulih. Ini biasanya terjadi pada hari ke-5 dan bahkan bisa bersih pada hari ke-6.

Dr. Mayank menjelaskan bahwa DBD adalah penyakit yang dinamis. Oleh karena itu, harus diperhatikan apakah bintik merah bertambah atau berkurang.

“Peningkatan bintik merah DBD bisa menjadi indikasi penurunan jumlah trombosit. Kondisi ini akan membutuhkan pemantauan ketat untuk mencegah komplikasi apa pun yang mungkin terjadi," ujarnya.

Baca Juga: Jangan Terlambat Ditangani, Ini Bedanya 3 Penyakit Dengan Gejala Ruam dan Demam Pada Bayi

Ciri Lain DBD, Selain Bintik Merah

gejala dbd

Foto: vikramhospital.com

Selain bintik merah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Moms juga bisa mengenali ciri atau gejala DBD dengan beberapa hal lainnya. DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue.

Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular dan berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus.

Beberapa penderita DBD juga terkadang memiliki riwayat tinggal di- atau baru-baru ini melakukan perjalanan ke- wilayah di mana penyakit tersebut endemik.

Masa inkubasinya adalah 3-14 hari  atau rata-rata 4-7 hari. Namun, gejala yang muncul lebih dari 2 minggu setelah seseorang meninggalkan daerah endemik, mungkin bukan karena demam berdarah.

Masih dengan data dari Medscape, diketahui bahwa 90% pasien DBD adalah mereka yang berumur 15 tahun ke bawah. Fase awal DBD mirip dengan demam berdarah dan penyakit virus demam lainnya.

Fase Demam

fase demam dbd

Foto: thedailystar.net

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, DBD dimulai saat seseorang demam meriang disertai bintik merah pada kulit dan wajah. Demam dan bintik merah DBD merupakan indikator yang sensitif dan cukup spesifik untuk menandakan DBD.

Hal ini berlangsung selama 2-3 hari. Untuk pasien anak-anak di bawah 15 tahun, gejala yang dialami sindrom demam non-spesifik, yang dapat disertai dengan bintik merah DBD makulopapular.

Demam berdarah klasik dimulai dengan demam mendadak, menggigil, dan sakit kepala, sakit punggung, dan beberapa gejala lainnya. Demam pada pasien DBD berlangsung 2-7 hari dan bisa mencapai 41 ° C.

Akan tetapi Moms harus tahu, bahwa demam yang berlangsung lebih dari 10 hari kemungkinan besar bukan karena demam berdarah. Berikut ini adalah nyeri dan gejala lain yang menyertai mungkin termasuk salah satu dari yang dialami oleh penderita DBD, di mana salah satunya adalah bintik merah.

Menurut Pan American Health Organisation (PAHO), gambaran klinis demam berdarah adalah penyakit demam akut dengan durasi 2-7 hari terkait dengan 2 atau lebih hal-hal berikut ini:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri tubuh
  • Mual dan muntah (namun diare jarang terjadi)
  • Bintik merah
  • Kelemahan
  • Rasa tidak nyaman
  • Anoreksia
  • Sakit tenggorokan
  • Manifestasi hemoragik ringan seperti gusi berdarah
  • Limfadenopati

Baca Juga: 4 Perawatan di Rumah yang Bisa Dilakukan Saat Anak Demam

Fase Kritis

fase kritis dbd

Foto: gov.sg

Setelah fase pertama, pasien mungkin memasuki fase kritis pada hari ke 5-7. Pada tahap ini ketika suhu tubuh turun, biasanya dalam waktu 24 jam, plasma (bagian cairan dari komponen darah) bocor dan tekanan darah akan turun.

Pada fase ini, beberapa pasien juga bisa mengeluhkan atau datang ke rumah sakit dengan gejala nyeri perut, muntah, kejang demam pada anak-anak, dan penurunan tingkat kesadaran. Jika tidak diobati, kemungkinan besar DBD akan berkembang menjadi sindrom syok dengue.

Gejala umum syok yang akan datang termasuk sakit perut, muntah, dan gelisah. Pasien juga mungkin memiliki gejala yang berhubungan dengan kegagalan peredaran darah.

Penderita akan gelisah, lemah, memiliki kulit berkeringat dingin dan denyut nadi cepat. Pada kasus yang parah dengan trombosit yang sangat rendah, pasien dapat muntah darah, mengalami perdarahan internal dan meninggal dengan gagal peredaran darah atau gagal napas akibat perdarahan internal / retensi cairan.

Sangat penting untuk memberikan cairan intravena yang tepat kepada pasien pada tahap ini untuk mencegah perfusi darah yang buruk ke organ vital dan tidak membebani cairan secara berlebihan dalam rangka pencegahan kebocoran ruang ketiga.

Sesaat setelah demam mereda atau terkadang dalam 24 jam, muncul tanda-tanda kebocoran plasma, bersamaan dengan perkembangan gejala hemoragik seperti perdarahan dari tempat trauma, perdarahan gastrointestinal, dan hematuria.

Fase Pemulihan

fase pemulihan

Foto: verywellfamily.com

Setelah bintik merah, demam, dan gejala lainnya telah melewati fase 2 yang berkisar 5-7 hari, fase pemulihan dimulai dengan sedikit lebih lambat.

Biasanya pemulihan ini disertai rasa lelah atau lemas yang muncul, meskipun tidak lagi disertai demam. Fase pemulihan ini bisa berlangsung selama sekitar 2 minggu.

Baca Juga: Anak Demam dan Ruam Merah? Waspada Penyakit Kawasaki!

Itulah beberapa penjelasan tentang bintik merah DBD yang memiliki karakteristik berbeda dengan bintik merah penyakit lain.

Ini penting karena dengan memahami ciri atau karakteristis bintik merah DBD, penyakit ini dapat diatasi dengan segara.

Perlu Moms ingat bahwa bintik merah adalah satu satu gejala yang dialami lebih dari setengah pasien DBD. Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika Moms atau keluarga melihat gejala bintik merah khas DBD yang pastinya disertai demam.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait