Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Bayi | Jan 9, 2019

Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Tulang Tengkorak Pada Bayi

Bagikan


Craniosynostosis merupakan cacat lahir di mana satu atau lebih dari jaringan sutura di tengkorak bayi menutup lebih cepat sebelum otak bayi sepenuhnya terbentuk.

Ini menyebabkan bentuk kepala bayi menjadi tidak normal atau tidak proporsional.

Biasanya, jaringan sutura ini tetap terbuka sampai bayi berusia sekitar 2 tahun dan kemudian menutup ke tulang padat.

Menjaga tulang tetap fleksibel untuk memberi ruang otak bayi untuk tumbuh.

Ketika sutura menutup terlalu dini, otak mendorong tengkorak yang saat itu sedang terus bertumbuh. Hal ini membuat kepala bayi terlihat cacat.

Craniosystosis juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan di otak, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan masalah belajar.

Baca Juga : 4 Keajaiban Otak Bayi Yang Perlu Moms Tahu

Penyebab Craniosynostosis

Penyebab pasti craniosystosis masih belum diketahui secara pasti. Tetapi, penyebabnya dikaitkan dengan gangguan genetik.

1. Craniosynostosis non-syndromic adalah jenis craniosynostosis yang paling umum dan penyebabnya tidak diketahui, meskipun dianggap sebagai kombinasi antara faktor genetik dan faktor lingkungan.

2. Craniosynostosis syndromic disebabkan oleh sindrom genetik tertentu, seperti sindrom Apert, sindrom Pfeiffer atau sindrom Crouzon, yang dapat memengaruhi perkembangan tengkorak bayi.

Tanda dan Gejala Craniosyntosis Pada Bayi

Tengkorak bayi memiliki tujuh tulang. Sendi yang disebut sutura kranial, terbuat dari jaringan yang kuat dan berserat, fungsinya untuk mengikat tulang-tulang tengkorak.

Di depan tengkorak bayi, jaringan sutura berpotongan di titik fontanel di atas kepala bayi.

Biasanya, jaringan sutura tetap lentur untuk memberikan waktu bagi otak bayi untuk tumbuh sampai tulang tengkoraknya menyatu sekitar usia 2 tahun.

Tanda-tanda craniosyntosis biasanya terlihat saat lahir, tetapi akan menjadi lebih jelas selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi.

Adapun tanda dan gejala yang muncul antara lain:

  • Cacat tengkorak dengan bentuk tergantung pada sutura mana yang terpengaruh.
  • Tampilan yang tampak tidak normal atau menghilangnya fontanel padat tengkorak bayi.
  • Pengembangan yang tampak menonjol dank eras di sepanjang sutura yang terkena.
  • Pertumbuhan kepala bayi yang lambat atau tidak ada pertumbuhan.

Bagaimanapun, bentuk kepala yang tidak normal tidak selalu menunjukkan craniosyntosis.

Misalnya, jika bagian belakang kepala bayi tampak rata, bisa jadi akibat bayi menghabiskan terlalu banyak waktu hanya di satu posisi tidur.

Kondisi ini dapat diatasi dengan mengubah posisi atau terapi untuk membentuk kembali kepala bayi ke penampilan yang lebih normal.

Baca Juga : Ini Cara Memaksimalkan Motorik Kasar Bayi

Pengobatan Untuk Craniosyntosis Pada Bayi

Craniosyntosis tidak selalu ditangani dengan pengobatan. Bayi dengan kondisi ini mungkin hanya memerlukan pemeriksaan rutin untuk memantau kondisinya.

Tindakan pembedahan atau operasi mungkin disarankan jika:

  • Parah – ini dapat memengaruhi bagaimana otak bayi akan tumbuh atau mengarah pada masalah seperti kepercayaan diri yang rendah di kemudian hari.
  • Bayi menunjukkan gejala serius yang disebabkan oleh tekanan pada otak mereka, seperti sakit kepala.
  • Craniosyntosis memengaruhi wajah bayi dan menyebabkan masalah seperti kesulitan bernapas.

Tindakan operasi biasanya melibatkan pemotongan bagian atas kepala bayi, melepaskan dan membentuk kembali bagian-bagian tengkorak yang terkena.

Kemudian, memperbaikinya kembali pada tempatnya semula. Hal ini dilakukan dengan anestesi umum (menidurkan bayi).

Bayi yang menerima tindakan operasi mungkin perlu dirawat di rumah sakit hingga seminggu setelahnya untuk pemulihan.

Segera konsultasikan dengan dokter jika Moms mencurigai bentuk kepala Si Kecil yang tidak normal mengarah pada tanda dan gejala craniosyntosis.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.