Karier & Keuangan

15 Maret 2021

Mengenal Deposito, Pengertian, Jenis, Hingga Kekurangan dan Kelebihannya

Banyak orang menjadikan deposito sebagai salah satu alternatif tabungan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Saat Moms bertransaksi di bank tentu tak asing lagi dengan sebutan 'deposito'. Namun, siapa yang menyangka bahwa deposito bisa dijadikan investasi yang aman dan terpercaya?

Maka tak heran jika banyak orang menjadikan deposito sebagai salah satu alternatif tabungan yang ideal untuk mencapai tujuan finansial.

Selain aman, investasi jenis ini disukai banyak orang karena bunga yang ditawarkan relatif lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.

Meskipun instrumen investasi ini memiliki keuntungan yang terbilang kecil, tapi hal ini sepadan dengan risiko rendah yang ditawarkan.

Sehingga model tabungan ini sangat cocok untuk tujuan finansial jangka pendek mulai dari 2-5 tahun seperti dana pernikahan, dana melahirkan, dana liburan, atau dana DP rumah.

Apakah Moms tertarik untuk mencoba berinvestasi atau menabung di deposito?

Sebelum memutuskan hal itu, berikut ini penjelasan mengenai pengertian, jenis dan contoh, hingga kelebihan dan kekurangan deposito sebagai instrumen investasi.

Baca Juga: 7 Jenis Investasi yang Cocok untuk Keluarga Muda

Pengertian Deposito

deposito adalah

Foto: Orami Photo Stocks

Deposito adalah jaminan berupa barang, uang, atau properti kepada bank atau orang yang dipercaya untuk menyimpan atau menggunakannya lalu mengembalikannya dalam bentuk natura.

Definisi serupa juga diutarakan dalam Economy Deposit Journal (E-DJ) yang menjelaskan bahwa deposit adalah istilah keuangan yang berarti uang disimpan di bank.

Investasi jenis ini adalah transaksi yang melibatkan transfer uang ke pihak lain untuk diamankan. Namun, simpanan dapat mengacu pada sebagian uang yang digunakan sebagai jaminan atau jaminan untuk pengiriman barang.

Misalnya Moms memiliki sejumlah uang lalu ingin menyimpannya di bank untuk tujuan keamanan dan kenyamanan. Maka, uang atau properti tersebut dikenal dengan sebutan deposito.

Sementara itu, menurut Deposit Insurance and Bank Liquidity mengatakan bahwa deposito memiliki dua arti yang berbeda.

Pertama, arti deposito adalah sebagai jenis simpanan yang melibatkan transfer dana ke pihak lain untuk tujuan keamanan.

Jika mengacu pada penjelasan tersebut, maka uang yang ditransfer investor dalam bentuk tabungan atau rekening giro akan disimpan di bank dalam bentuk credit union.

Dalam hal ini, uang yang disimpan masih menjadi milik Moms dan bisa ditarik kapan saja, mentransfer ke rekening orang lain, atau menggunakan uang dalam deposito untuk membeli suatu barang.

Kedua, arti deposito adalah mengacu pada kapan sebagian dana digunakan sebagai jaminan untuk pengiriman barang. Sebab, beberapa kontrak deposito memerlukan dana yang dibayarkan sebelum pengiriman sebagai bentuk itikad baik.

Misalnya, perusahaan pialang sering meminta pedagang untuk melakukan setoran margin awal untuk masuk ke kontrak berjangka baru.

Baca Juga: Ingin Investasi Emas? Inilah 4 Hal yang Perlu Kita Ketahui

Jenis dan Contoh Deposito

deposito adalah

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah mengetahui pengertian deposito, kini saatnya memahami tentang jenis dan contohnya.

Diketahui ada dua jenis yang dikenal masyarakat yakni deposito berjangka (time deposit) dan giro (demand deposit), berikut penjelasannya.

1. Deposito Berjangka (Time Deposit)

Deposito bank dengan suku bunga tetap dan berjangka disebut deposito berjangka. Dalam hal ini, Moms tidak dapat menarik uang dari rekening deposito untuk jangka waktu tertentu.

Jika memang Moms terpaksa harus menarik sejumlah uang dari rekening yang berjangka, maka Moms harus membayar sejumlah denda karena uang ditarik sebelum jangka waktu berakhir.

Jumlah denda yang diberikan tergantung bank dan waktunya.

Misalnya, seseorang membeli sertifikat dengan nilai Rp4 juta dengan suku bunga tetap 5% untuk jangka waktu tetap dua tahun.

Di akhir tahun pertama, dana tersebut akan menjadi Rp 4,2 juta setelah ditambahkan bunga, dan di akhir jangka waktu, jumlah setoran yang dapat ditarik menjadi Rp 4,4 jutaan.

Sementara itu, menurut Jurnal Ekonomi Pembangunan rekening deposito berjangka adalah rekening berbunga yang memungkinkan Moms mengumpulkan uang dengan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada rekening tabungan biasanya.

Ketika periode jangka waktu berakhir, Moms diperbolehkan menarik dana atau memperbarui setoran yang akan dimasukan kembali ke rekening deposito untuk jangka waktu lain.

Dana di rekening deposito berjangka digunakan oleh lembaga keuangan untuk menyediakan produk keuangan, seperti pinjaman, untuk bisnis atau perseorangan.

Untuk memperoleh keuntungan, bank meminjamkan dana yang disimpan dalam rekening deposito berjangka dengan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada yang diberikan kepada deposan.

Baca Juga: 5 Bentuk Investasi untuk Pendidikan Anak yang Bisa Moms Lakukan

2. Giro

Dalam praktiknya, giro adalah uang yang disimpan di lembaga keuangan dan dapat diambil dari rekening tanpa sepengetahuan atau pemberitahuan disebut uang giral atau demand deposit.

Umumnya, giro memiliki bunga yang sangat kecil atau tanpa bunga sama sekali karena periode lock-in lebih pendek daripada deposito berjangka.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Finance, ada tiga kategori giro yakni:

  • Rekening Giro

Rekening giro memungkinkan akses uang tunai yang mudah memungkinkan Moms untuk melakukan penarikan dari kartu debit, ATM, dan cek tertulis.

Dengan demikian, rekening giro cocok untuk membantu meningkatkan likuiditas usaha kecil dalam jangka pendek.

  • Rekening Pasar Uang

Suku bunga rekening pasar uang bergantung pada pasar, dan karenanya, tingkat suku bunga bervariasi setiap harinya. Sehingga, bunga rekening ini cenderung tidak stabil.

Selain itu, rekening ini menawarkan bunga lebih tinggi dan terkadang lebih rendah dari rekening tabungan.

  • Deposito Berjangka / Rekening Tabungan

Ini adalah jenis rekening simpanan yang ditujukan untuk periode yang lebih lama. Mereka juga memberikan tingkat bunga yang lebih tinggi dan likuiditas yang lebih rendah daripada rekening giro.

Penarikan langsung melalui cek tidak diperbolehkan. Bank dapat mengenakan biaya untuk penarikan dana lebih awal.

Baca Juga: Takut Berinvestasi? Begini Tips Investasi untuk Ibu Rumah Tangga

3. Contoh Deposito

Deposit diperlukan untuk berbagai pembelian besar seperti properti atau kendaraan, di mana penjual memerlukan rencana pembayaran.

Perusahaan pembiayaan biasanya menetapkan simpanan ini pada persentase tertentu dari harga pembelian penuh, dan individu umumnya mengetahui jenis simpanan ini sebagai uang muka atau DP.

Sementara itu, dalam kasus persewaan, deposito dijadikan sebagai uang jaminan. Fungsi uang jaminan adalah untuk menutupi biaya terkait dengan potensi kerusakan yang terjadi pada properti atau aset yang disewa, selama masa sewa.

Pengembalian dana sebagian atau total diterapkan setelah properti atau aset diverifikasi pada akhir masa sewa.

Kelebihan dan Kekurangan Deposito

deposito adalah

Foto: Orami Photo Stocks

Moms sudah mengetahui bahwa deposito adalah salah satu pilihan orang dalam menyimpan uangnya, dan ada ragam jenis yang bisa menjadi pilihan.

Namun, sama halnya dengan instrumen lain, meskipun investasi jenis ini dikenal memberikan bunga yang tinggi dan aman dalam jangka waktu tertentu, tapi bukan berarti deposito tidak memiliki kelemahan atau kekurangan.

Meski demikian, jenis investasi ini juga punya berbagai keunggulan yang cocok untuk instrumen investasi yang Moms cari selama ini. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut kelebihan dan kekurangan dari investasi jenis ini.

1. Keamanan Terjamin

Dibandingkan menyimpan uang di tempat lain atau di rumah yang rawan risiko pencurian, Moms bisa memanfaatkan fasilitas deposito di bank. Sebab, keamanannya dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

Sehingga apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi maka uang yang Moms depositokan akan langsung terproteksi keamanannya.

Misalnya, bank tempat Moms menyimpan uang tiba-tiba bangkrut, uang yang Moms simpan dalam bank tersebut tetap aman dan akan dikembalikan sesuai dengan jumlah uang yang Moms sudah tabung selama ini.

Baca Juga: 5 Fakta Investasi Logam Mulia yang Sedang Naik Daun

2. Risiko Rendah

Tak seperti instrumen investasi lainnya yang berisiko kehilangan karena naik turunnya tren pasar, investasi jenis ini cenderung stabil dan berisiko rendah. Sebab, ia tak terpengaruh oleh tren pasar dan telah memiliki sistem tersendiri.

3. Tidak Transparan

Salah satu kerugian atau kelemahan deposito ialah tidak adanya transparansi dalam pengelolaan dana tersebut.

Selain itu, Moms juga harus membayar pajak dan biaya pengelolaan bank sehingga keuntungannya tidak sebanyak yang seharusnya Moms dapatkan.

4. Tergerus Inflasi

Seperti yang diketahui bahwa nilai uang akan selalu tergerus inflasi dan menurun. Sementara itu, harga kebutuhan pokok maupun barang semakin mahal.

Uang yang sebelumnya dapat dibelikan 2 kg beras, kini hanya cukup untuk 1 kg beras saja.

Nah, inflasi ini jika tak dihadapi dengan baik, Moms akan merugi. Sayangnya, keuntungan dari investasi jenis ini tidak cukup untuk menutup inflasi karena bunga yang didapatkan cenderung rendah.

Baca Juga: Deposito dan Logam Mulia, Efektifkah untuk Jadi Investasi Dana Pendidikan Anak?

5. Bunga yang Didapatkan Kecil

Memang, deposito adalah salah satu instrumen investasi yang aman dan stabil. Namun, perlu dipahami bahwa seiring dengan rendahnya risiko, maka bunga yang diberikan juga rendah.

Maka jangan heran jika hasil yang Moms dapatkan diakhir jangka waktu tertentu itu tidak sebanyak yang diharapkan. Berbeda dengan saham maupun reksadana yang bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari dana investasi.

Itulah penjelasan mengenai pengertian deposito, jenis dan contoh, hingga kekurangan serta kelebihan dari investasi jenis ini. Setelah mengetahui penjelasan di atas, apakah Moms tertarik untuk menyimpan uang dalam bentuk deposito?

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait