Rupa-rupa

16 Januari 2021

Mengenal Kakeibo, Cara Mengatur Keuangan ala Jepang

Cara ini dapat membantu Moms dalam berhemat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Sebagai bentuk perencanaan keuangan yang sehat, penting untuk selalu mencatat pengeluaran dan pemasukan. Sehingga, Moms mengetahui aliran uang masuk dan keluar.

Mencatat pengeluaran bisa dengan aplikasi ponsel, atau dengan cara yang lebih kuno seperti mencatat di buku catatan. Namun, Moms bisa menggunakan salah satu cara yang diadaptasi dari budaya Jepang, yaitu kakeibo.

Untuk Moms yang belum familiar atau penasaran, berikut ini penjelasan tentang kakeibo dan bagaimana cara mengaplikasikannya.

Baca Juga: 3 Financial Planner yang Rajin Sharing tentang Keuangan Keluarga

Pengertian Kakeibo

kakeibo-1.jpg

Foto: magazine.job-like.com

"Kakeibo" (diucapkan 'kah-keh-boh'), berasal dari bahasa Jepang yang jika diterjemahkan yaitu "buku rekening rumah tangga."

Ini adalah cara melacak keuangan secara manual, sehingga membantu seseorang menetapkan anggaran dan mencapai tujuan menabung.

Pada disertasi oleh Hillary J. Maxson, University of Oregon, yang berjudul Kakeibo Monogatari: Women's Consumerism and the Postwar Japanese Kitchen, disebutkan bahwa kakeibo pertama kali diciptakan oleh Hani Makoto.

Hani Makoto adalah jurnalis wanita pertama di Jepang, yang menerbitkan salah satu majalah pertama yang ditargetkan pada audiens ibu rumah tangga, "Fujin No Tomo," pada tahun 1908.

Makoto mendorong pembacanya untuk membuat jadwal dan sistem untuk tugas-tugas rumah tangga.

Ia juga mempromosikan konsep ibu rumah tangga sebagai manajer keuangan rumah tangga dan menyarankan agar menyisihkan tabungan untuk keluarga.

Dalam menggunakan kakeibo, ada empat pertanyaan kunci yang perlu diketahui:

  • Berapa banyak uang yang tersedia?
  • Berapa banyak yang ingin disimpan?
  • Berapa banyak uang yang dibelanjakan?
  • Bagaimana cara memperbaikinya agar lebih baik lagi?

Dengan mencermati apa yang dilakukan dengan uang yang dimiliki, dan bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan yang reflektif, Moms dapat mengubah kebiasaan keuangan dan bisa mencapai tujuan keuangan.

Baca Juga: 4 Pertanyaan Paling Sering Muncul Mengenai Keuangan Rumah Tangga

Cara Melakukan Kakeibo

kakeibo-2

Foto: Orami Photo Stock

Dalam menggunakan kakeibo, Moms tidak menggunakan aplikasi khusus untuk ponsel, atau menggunakan dokumen di komputer seperti Microsoft Excel. Melainkan, cukup dengan mencatatnya di buku.

Mengutip Money Crashers, berikut ini 4 langkah mudah tentang cara menggunakan kakeibo untuk mengatur keuangan keluarga.

Langkah 1: Lakukan Tinjauan Tahunan

Di bagian ini, Moms dapat mencatat pengeluaran yang mungkin terjadi setahun sekali, seperti membayar pengeluaran liburan atau asuransi mobil. Moms juga dapat menuliskan rencana pengeluaran liburan di sini.

Lihat pengeluaran di tahun sebelumnya sehingga Moms mendapatkan gambaran tentang apa yang harus dimasukkan dalam tinjauan tahunan ini.

Pikirkan juga tentang rencana keuangan yang harus diselesaikan selama 12 bulan ke depan, dan tagihan apa yang akan jatuh tempo.

Langkah 2: Buat Rencana Pengeluaran Bulanan

Pada langkah kedua kakeibo ini, Moms akan menjawab dua pertanyaan:

  • Berapa banyak uang yang akan diterima?

Catat sumber penghasilan di bulan itu, beri keterangan dari mana sumbernya (gaji, penghasilan freelance, penghasilan tambahan). Lalu, jumlahkan totalnya.

  • Berapa banyak uang yang akan dihabiskan untuk pengeluaran tetap?

Catat pengeluaran tetap bulanan, seperti sewa rumah, tagihan listrik, asuransi kesehatan, dan pembayaran utang. Jumlahkan semuanya.

Jika sudah diketahui total angkanya, kurangi pendapatan dengan pengeluaran tetap. Angka yang sudah dikurangi ini merupakan jumlah uang yang dimiliki di bulan itu.

Misalnya, total pendapatan di bulan Maret 2020 sebesar Rp7.000.000 dan pengeluaran tetap bulanan sebesar Rp3.000.000. Jadi, sisa uang yang dimiliki Moms untuk hidup di bulan tersebut: Rp4.000.000.

Selanjutnya, pikirkan tentang tujuan tabungan untuk bulan ini. Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan:

  • Berapa banyak uang yang ingin disimpan?
  • Apa tujuan menabung tersebut?

Catat berapa jumlah uang yang ingin ditabung di bulan tersebut, dan apa tujuannya. Kemudian, kurangi jumlah target tabungan ini dari jumlah uang yang dimiliki.

Misalnya, Moms ingin menyisihkan uang Rp1.000.000, untuk mengadakan pesta ulang tahun Si Kecil yang pertama. Maka, kurangi nominal Rp1.000.000 ini dari Rp4.000.000 yang tadi sudah dihitung.

Sehingga, didapati Rp3.000.000 yang bisa digunakan untuk biaya-biaya lain.

Baca Juga: Penghasilan Pas-Pasan? Berikut Tips Mengatur Keuangan untuk Pasangan Muda

Langkah 3: Tentukan Pengeluaran Mingguan

Setelah mengetahui gambaran besar pengeluaran besar tahunan dan bulanan, langkah kakeibo selanjutnya yaitu memusatkan perhatian pada pengeluaran mingguan.

Untuk menentukan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan, ambil jumlah uang yang tersedia (sisa gaji yang sudah dikurangi pengeluaran tetap dan target tabungan).

Kemudian, bagi jumlah itu dengan jumlah minggu dalam sebulan, mengingat bahwa beberapa bulan bisa memiliki 4-5 minggu.

Jumlah uang yang didapatkan ini adalah berapa banyak yang dapat Moms belanjakan setiap minggu.

Misalnya, dari sisa Rp3.000.000 tadi, dibagi dengan jumlah minggu di bulan Maret, yaitu 5 minggu. Didapati angka Rp600.000. Jumlah ini yang bisa Moms keluarkan setiap minggunya.

Dalam kakeibo, klasifikasi pengeluaran dibagi ke dalam empat kategori:

  • Kebutuhan bertahan hidup. Ini adalah pengeluaran tidak tetap yang pasti Moms butuhkan, seperti makanan dan sabun.
  • Kebutuhan keinginan. Ini adalah hal-hal yang merupakan keinginan dan tidak wajib dibeli. Misalnya seperti pakaian baru atau makan malam di luar.
  • Kebutuhan tambahan. Ini adalah biaya sporadis yang tidak dapat direncanakan dalam tinjauan tahunan. Misalnya, hadiah pernikahan teman, tagihan perbaikan untuk mobil, atau tagihan medis.
  • Kebutuhan kultural. Misalnya seperti buku, kunjungan museum, atau langganan Netflix.

Catat setiap minggu pengeluaran yang dilakukan, lalu klasifikasikan pengeluaran tersebut dengan empat kategori ini.

Langkah 4: Lakukan Tinjauan & Analisis Bulanan

Di akhir bulan, luangkan beberapa menit untuk meninjau pengeluaran dan apakah berhasil mencapai target tabungan di bulan itu. Lalu, jawab pertanyaan: "Bagaimana cara untuk bisa memperbaiki agar lebih baik lagi?"

Catat berapa yang harus dikeluarkan, berapa banyak yang sebenarnya dihabiskan, dan berapa banyak yang ditabung. Untuk menemukan cara agar bisa meningkatkan progres, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan ini:

  • Apakah Moms mencapai target menabung?
  • Apa yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tabungan tersebut?
  • Apakah Moms menghabiskan terlalu banyak dalam beberapa kategori?
  • Bagaimana Moms dapat meningkatkan perbaikan di bulan depan?

Setelah direnungkan, tulis jawabannya di jurnal kakeibo sehingga Moms memiliki referensi saat hendak merencanakan pengeluaran, atau jika merasa bimbang untuk melakukan pembelian yang tidak dibutuhkan.

Baca Juga: Kondisi Keuangan Tidak Stabil, Begini Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak

Kakeibo Mengajarkan Agar Bijak dalam Menghabiskan Uang

kakeibo-3.jpg

Foto: stylist.co.uk

Mungkin di tahap awal Moms merasakan hal ini tidak mudah untuk dilakukan, terutama bila sebelumnya Moms tidak begitu rutin atau telaten dalam mencatat pengeluaran.

Namun, metode kakeibo juga memberikan tips jika berada dalam situasi yang bimbang, apakah Moms perlu membeli sebuah barang tidak penting secara impulsif. Coba jawab pertanyaan berikut untuk direnungkan:

  • Bisakah saya hidup tanpa barang ini?
  • Berdasarkan situasi keuangan saya, dapatkah saya membelinya?
  • Apakah saya benar-benar akan menggunakannya?
  • Apakah saya punya tempat untuk barang tersebut?
  • Bagaimana saya menemukan barang tersebut pertama kali? (Apakah melihat di majalah? Apakah menemukannya setelah berkeliaran di toko suvenir karena bosan?)
  • Bagaimana keadaan emosi saya secara umum hari ini? (Tenang? Tertekan? Senang? Merasa buruk dengan diri sendiri?)
  • Bagaimana perasaan saya tentang membelinya? (Senang? Tidak peduli? Lalu, berapa lama perasaan ini akan bertahan?)

Baca Juga: Begini Caranya Agar Ibu Rumah Tangga Tetap Bisa Bantu Dana Pendidikan

Dengan merenungkannya, Moms dapat mendorong keinginan impulsif untuk membeli barang yang sebenarnya mungkin tidak dibutuhkan sama sekali.

Itu dia Moms, tips melakukan kakeibo, yang merupakan cara mencatat keuangan rumah tangga yang sederhana. Selamat mencoba!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait