Kesehatan

20 April 2021

Mengenal Kalazion, Benjolan di Kelopak Mata

Ini bukan sakit mata biasa lho Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Melansir American Optometric Association mengungkapkan bahwa kalazion adalah benjolan yang berkembang perlahan yang terbentuk karena penyumbatan dan pembengkakan kelenjar minyak di kelopak mata.

Perawatan penyakit ini tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan secara umum. Selain itu, perawatan juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya.

Pada tahap awal, kalazion muncul sebagai area kelopak mata kecil, merah atau meradang.

Dalam beberapa hari, peradangan ini bisa berkembang menjadi benjolan yang tidak nyeri dan tumbuh lambat.

Kalazion dapat muncul di kelopak mata atas atau bawah, tetapi lebih sering terjadi pada kelopak mata atas.

Meskipun kalazion umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, dapat menyebabkan mata menjadi berair dan iritasi ringan.

Kalazion yang sangat besar dapat menekan bola mata dan dapat menyebabkan penglihatan kabur.

Baca Juga: Mengenal Kalazion, Beda dengan Bintitan Lho!

Penyebab Kalazion

kalazion

Foto: Orami Foto Stock

Kalazion disebabkan oleh penyumbatan di salah satu kelenjar meibomian kecil di kelopak atas dan bawah.

Minyak yang diproduksi kelenjar ini membantu melembapkan mata. Peradangan atau virus yang menyerang kelenjar meibom adalah penyebab umum kalazion.

Kalazion dapat berkembang karena konjungtivitis virus yang merupakan jenis infeksi mata.
Selain itu, terdapat beberapa penyebab umum lainnya:

1. Blepharitis kronis

Kondisi ini diakibatkan adanya peradangan pada kelopak mata. Blepharitis biasanya menyerang kedua mata di sepanjang tepi kelopak mata.

Blepharitis biasanya terjadi ketika kelenjar minyak kecil di dekat pangkal bulu mata tersumbat, menyebabkan iritasi dan kemerahan hingga kalazion.

Penyebab blepharitis kronis belum diketahui secara pasti. Namun, umumnya disebabkan oleh alergi.

2. Jerawat rosacea

Jerawat rosacea merupakan kelainan pada kelenjar minyak di wajah dan memiliki risiko yang besar terhadap kalazio.

Gejala khas Rosacea adalah benjolan kecil, merah, berisi nanah pada kulit yang muncul selama kambuh.

3. Seborrhea

Seborrhea merupakan penyakit kulit yang umumnya menyebabkan ruam gatal dan bersisik.

Kondisi ini bisa menyebar ke kulit kepala yang nantinya akan menjadi ketombe.

Selain itu, seborrhea juga bisa menyebar ke bulu mata dan menyebabkan kalazion.

4. Tuberkulosis

Mengutip Departement of ophthalmology, pada kelopak mata, tuberkulosis dapat menyebabkan blefaritis kronis, kalazion, dan infiltrasi menyerupai selulitis.

Seseorang yang mengalami pernah mengalami kalazion memiliki risiko lebih tinggi terkena kembali.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala Sakit Mata pada Anak yang Wajib Diwaspadai

Cara Mengobati Kalazion

kalazion.jpg

Foto: healthline.com

Banyak kasus kalazion minimal membutuhkan perawatan medis atau sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga satu bulan.

Sementara itu, hindari menggaruk atau meletuskan kalazion, karena hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi mata.

Moms dapat melakukan cara di bawah ini untuk mempercepat penyembuhan:

1. Scrub Kelopak Mata

Scrub kelopak mata bertujuan untuk menghapus kerak pada area kelenjar meibom untuk membantu mengeringkannya.

Cara yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan sampo bayi yang dituangkan pada handuk kecil kemudian digosok perlahan ke area mata buah hati.

Cari sampo yang tidak pedih di mata dan aman ya Moms. Dokter mungkin juga akan memberi saran untuk membeli obat perawatan kelopak mata yang dapat di beli di apotek.

2. Kompres Hangat

Kompres hangat dapat diterapkan ke kelopak mata untuk membantu mengobati kalazion. Untuk membuat kompres hangat, ikuti langkah-langkah ini.

  • Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air.
  • Isi wadah bersih dengan air hangat.
  • Rendam kain wajah bersih dalam air hangat. Jika kain menjadi dingin, tambahkan lebih banyak air hangat daN jangan pernah masukkan ke dalam microwave.
  • Peras air ekstra dari kain.
  • Letakkan kain di atas kelopak mata kurang lebih 2 menit setiap pengompresan. Ulangi langkah ini setiap tiga atau empat kali. Jika ingin lebih pasti, tanyakan kepada dokter seberapa sering Moms perlu melakukan kompres hangat.

Kompres hangat dapat membantu melembutkan minyak yang mengeras di mata sehingga mempercepat penyembuhan.

Baca Juga: Jangan Dibiarkan, Ini Cara Mengatasi Mata Bintitan dengan Cepat

3. Pijat lembut

Memijat kelopak mata dengan lembut selama beberapa menit setiap hari dapat membantu saluran minyak mengalir lebih efektif.

Sebelum melakukannya, pastikan tangan Moms bersih untuk mengurangi risiko infeksi.

Setelah kalazion mulai mengering, jaga kebersihan area dan hindari menyentuhnya dengan tangan kosong.

4. Antibiotik

Jika ada infeksi di area kalazion, dokter mungkin juga akan meresepkan obat tetes mata antibiotik atau salep.

Antibiotik berfungsi untuk mengendalikan infeksi, yang akan membantu mengurangi pembengkakan.

Ini akan memungkinkan kelenjar meibom terbuka dan membiarkan cairan berminyak yang telah terkumpul di sana mengering.

Terkadang, dokter juga akan meresepkan obat anti-inflamasi mata (steroid) untuk mengurangi pembengkakan. Pastikan Moms mengikuti instruksi saat menggunakan obat tetes mata atau salep.

5. Operasi

Jika kalazion tidak kunjung hilang, Moms harus mencari bantuan dari spesialis mata.

Kalazion mungkin perlu mengalirkan cairan melalui sayatan kecil. Moms mungkin juga memerlukan suntikan steroid untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Operasi juga perlu dilakukan jika kalazion yang dirasakan sangat parah.

Selama operasi, dokter akan membuat lubang di sekitar kelenjar untuk memungkinkan nanah atau cairan di dalam kelenjar mengalir.

"Kalazion seringkali sulit dibedakan dengan bintitan, karena bintitan juga berkembang di dalam kelopak mata. Faktanya, bintitan yang tidak diobati dan dibiarkan begitu saja, kemudian hari akan menyebabkan kalazion," ungkap Eduardo Besser, MD, Dokter Bedah Mata & Mata yang berlokasi di Culver City, CA.

Baca Juga: Sakit Mata pada Anak, Bagaimana Pengobatannya?

Pencegahan Kalazion

Chalazion.jpg

Foto: eyelovecares.org

Tidak ada cara pasti untuk mencegah chalazia. Moms dapat menjaga kelopak mata tetap bersih, seperti:

  • Sering-sering mencuci tangan, terutama sebelum menyentuh mata dan memegang lensa kontak.
  • Cuci kelopak mata sebelum tidur untuk menghilangkan makeup dan hal-hal lain yang dapat menyumbat kelenjar. Moms bisa membersihkan kelopak mata dengan scrub khusus atau sampo bayi, terutama jika Moms rentan terhadap blepharitis.
  • Buang semua riasan lama atau kedaluwarsa. Pastikan untuk mengganti maskara dan eye shadow setiap dua hingga tiga bulan. Selain itu, jangan pernah membagikan atau menggunakan riasan orang lain.
  • Ganti soflent setiap 2 atau 3 bulan. Jangan pinjamkan soflent dengan orang lain.
  • Pastikan segala sesuatu yang mengenai mata, seperti lensa kontak dan kacamata selalu bersih.
  • Untuk mencegah ketidaknyamanan atau iritasi lebih lanjut, yang terbaik adalah menghindari penggunaan riasan mata atau lensa kontak sampai kalazion sembuh.

Nah Moms, jadi jika terkena bintitan jangan diabaikan ya. Bisa jadi mereka dapat berkembang menjadi kalazion.

Namun, jikalau pun ia terkena penyakit mata ini, coba ikuti cara mengobati kalazion di atas.

Semoga kalazion yang di derita dapat segera sembuh tanpa perlu melakukan tahap operasi dan semoga penjelasan di atas membantu ya Moms! Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan.

  • https://www.2020detroit.com/chalazion/
  • https://www.healthline.com/health/chalazion
  • https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=961&language=English
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324215#home-treatment
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait