Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Mengenal Kuret pada Dinding Rahim, Amankah Dilakukan?

Bagikan


Mengenal Kuret pada Dinding Rahim, Amankah Dilakukan?

Mungkin bagi banyak wanita, istilah kuret merupakan momok yang menakutkan. Terutama bagi para perempuan yang belum mempunyai anak. Mereka khawatir tindakan kuret akan menghambat terjadinya kehamilan.

Sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan jika Moms harus menjalani proses kuret. Nah, berikut ini penjelasan seputar kuret dan efeknya.

Dalam bahasa medis atau kedokteran, kuret dikenal dengan sebutan Dilation and Curettage (D&C). Dalam Bahasa Indonesia, istilah ini disebut dilasi dan kuretase.

Seperti dikutip dari WebMD, kuret adalah tindakan bedah dengan waktu singkat dimana serviks dilatasi untuk mengikis dinding rahim. Apa tujuannya? 

Adapun tujuan dari tindakan kuret adalah untuk membersihkan rahim dari sisa janin.

Selain itu, kuret dapat mengatasi plasenta yang melekat pada rahim, menangani kejadian hamil anggur, serta perdarahan usai melewati periode menopause. 

Baca Juga : Istri Opick Meninggal Setelah Keguguran, Apa Saja Faktor yang Mungkin Jadi Pemicunya?

Umumnya, kita hanya mengetahui proses ini sering dilakukan pada ibu yang mengalami keguguran.

Tapi, jangan keliru, proses kuret ini tidak hanya dijalani pada ibu yang mengalami keguguran.

Tindakan kuret juga bisa dilakukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Misalnya, pendarahan pada rahim, pendarahan usai menopause, polip rahim, ketidakseimbangan hormon bahkan kanker rahim.

Pada proses kuret, sampel jaringan dinding rahim diperiksa untuk mengetahui apakah ada sel-sel abnormal. Sebenarnya proses kuret tak memakan waktu yang lama, justru cukup singkat. Hanya butuh waktu sekitar 30 menit.

Selain itu, tindakan anestesi atau pembiusan yang dilakukan juga tergantung pada kebutuhan. Bisa dilakukan bius total, artinya Moms akan diberikan anestesi total sehingga tak sadar selama proses kuret.

Atau, anestesi spinal atau epidural (regional) sehingga Moms tak akan merasa mati rasa dari area pinggang ke bawah. Atau, mendapatkan anestesi lokal dimana Moms dalam kondisi sadar, hanya area sekitar leher rahim yang akan mati rasa.

Baca Juga : 7 Penyebab Keguguran Paling Umum

Meskipun kuret tidak membutuhkan jahitan atau menimbulkan luka, dokter akan membersihkan dinding rahim dengan larutan antiseptik.

Dokter akan melakukan dua langkah utama dalam proses kuret:

1. Pelebaran pembukaan bagian bawah rahim (serviks) untuk memasukkan batang ramping (laminaria) ke dalam pembukaan sebelumnya atau menggunakan obat untuk melunakkan leher rahim agar melebar

2. Pengikisan pada jaringan dinding rahim dengan alat panjang berbentuk sendok (kuret).

Dokter juga dapat menggunakan kanula untuk menyedot isi yang tersisa dari rahim. Hal ini bisa menyebabkan kram. Sampel jaringan akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.

3. Terkadang prosedur dokter memasukkan perangkat yang tipis untuk melihat bagian dalam rahim yang disebut histeroskopi.

Baca Juga : Rencanakan Kehamilan Lagi 6 Bulan Pasca Keguguran

Baca Juga : 5 Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Menghibur Sahabat yang Habis Keguguran

Usai menjalani kuretase, seperti halnya setelah melahirkan, Moms akan mengalami sedikit rasa sakit, kram dan perdarahan kecil, seperti bercak darah. Tentunya hal ini merupakan sesuatu yang normal terjadi.

Namun jika Moms mengalami pembekuan darah atau pembekuan darah yang berat atau berkepanjangan, demam, rasa nyeri yang dahsyat, keluarnya cairan berbau busuk dari vagina maka segera konsultasikan dengan dokter.

Adapun proses pemulihan usai dilasi dan kuretase tergantung dari jenis prosedur dan jenis jenis anestesi atau pembiusan  yang diberikan.

Usai menjalani kuret, Moms dianjurkan untuk menghindari kegiatan yang berat atau mengangkat beban yang berat.

Selain itu juga, disarankan dalam kurun waktu tertentu, setidaknya selama 2 minggu, atau hingga perdarahan berhenti, untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan suami.

Di sisi lain adalah hal yang normal jika periode menstruasi Moms mungkin akan terjadi lebih awal atau terlambat dari waktu biasanya. Hal ini disebabkan karena lapisan rahim telah dikikis dan membutuhkan waktu untuk memulihkannya kembali.

Baca Juga: Apa Itu Stillbirth dan Perbedaannya dengan Keguguran?

Perlu diketahui, dalam kasus yang sangat jarang, jaringan parut (adhesi) dapat terbentuk di dalam rahim yang dikenal dengan istilah sindrom Asherman.

Hal ini dapat menyebabkan infertilitas dan perubahan aliran menstruasi. Namun tak perlu khawatir, proses pembedahan dapat mengatasi masalah ini. 

Jadi jangan lupa untuk konsultasi setelah proses kuret dan melaporkan jika terjadi perubahan menstruasi abnormal ya, Moms!

(HIL)

Sumber : webmd.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.