Kesehatan

KESEHATAN
17 Juni 2020

Mengenal Lebih Jauh Terapi Stem Cell: Prosedur dan Risiko Tindakannya

Terapi stem cell yang diharapkan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit bisa menyebabkan risiko parah.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Stem cell atau sel induk atau sel punca adalah jenis sel yang bisa berkembang menjadi jenis sel lainnya.

Sel induk juga bisa memperbaharui dengan membelah diri, bahkan setelah sel induk tidak aktif dalam jangka waktu lama.

Karena dilansir oleh medicalnewstoday.com, tubuh manusia membutuhkan banyak jenis sel berbeda untuk berfungsi dengan baik.

Ketika sel induk membelah diri, sel-sel baru bisa menjadi sel induk lain atau sel tertentu, seperti sel darah, sel otak atau sel otot.

Para ilmuwan menyebut sel induk sebagai sel yang tidak berdiferensiasi, karena bisa menjadi sel jenis apapun.

Sebaliknya, sel darah termasuk sel terdiferensiasi karena sudah merupakan jenis sel tertentu.

Baca Juga: Beda Donor Trombosit dengan Donor Darah Biasa, Simak Penjelasannya

Terapi Stem Cell

terapi stem cell (1).jpg

Foto: pixabay.com

Dalam beberapa jaringan, sel-sel induk memiliki peran penting dalam regenerasi. Karena, sel induk bisa membelah diri dengan mudah untuk mengganti sel-sel mati.

Para ilmuwan percaya bahwa mengetahui cara kerja sel induk kemungkinan bisa membantu sejumlah pengobatan, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Jika jantung seseorang mengandung jaringan yang rusak, maka dokter akan merangsang jaringan sehat dengan mentransplantasikan sel induk yang tumbuh ke jantung.

Terapi stem cell atau sel induk ini bisa menyebabkan jaringan jantung memperbaharui diri.

Para peneliti pada studi dalam Journal of Cardiovascular Translational Research telah menguji metode ini.

Hasil penelitian menunjukkan pengurangan 40 persen dari ukuran bekas luka jaringan jantung yang disebabkan oleh serangan jantung, ketika dokter transplantasi sel induk ke daerah yang rusak.

Penelitian lain dalam Nature Communications pada 2016 silam, telah menyarankan terapi sel induk bissa menjadi jalan keluar pengobatan diabetes yang dipersonalisasi.

Para peneliti telah melakukan percobaan pada tikus di laboratorium. Mereka menemukan sel yang mensekresi insulin dari sel induk yang berasal dari kulit penderita diabetes tipe 1.

"Secara teori, jika kita bisa mengganti sel-sel yang rusak pada orang dengan sel beta pankreas baru, yang fungsi utamanya adalah menyimpan dan melepaskan insulin untuk mengendalikan glukosa darah. Maka pasien diabetes tipe 1 tidak akan membutuhkan insulin lagi," jelas Jeffrey R. Millman, asisten profesor kedokteran dan teknik biomedis di Fakultas Kedokteran Universitas Washington.

Baca Juga: Rambut Rontok Setelah Kemoterapi, Kembalikan Keindahannya dengan 5 Tips Ini

Masalah Keamanan Terapi Stem Cell

terapi stem cell (2).jpg

Foto: pixabay.com

Semua perawatan medis pasti memiliki manfaat dan risiko, tak terkecuali terapi stem cell atau sel induk.

Para peneliti dilansir oleh fda.gov, berharap terapi sel induk bisa efektif dalam pengobatan sejumlah masalah medis.

Tetapi, perawatan sel induk yang tidak terbukti justru bisa membahayakan diri sendiri. Karena, beberapa penyedia mungkin saja menawarkan produk sel induk yang tidak disetujui dan tidak terbukti.

Misalnya, peserta pada lokakarya publik FDA 2016 yang membahas beberapa kasus efek samping parah. Satu pasien mengalami kebutaan karena suntikan sel induk ke mata.

Pasien lainnya menerima suntikan sumsum tulang belakang yang menyebabkan pertumbuhan tumor tulang belakang.

Masalah keamanan potensial lainnya untuk perawatan terapi stem cell, meliputi:

  1. Situs administrasi,
  2. Kemampuan sel untuk berpindah dari situs penempatan dan berubah menjadi jenis sel yang tidak sesuai atau berkembang biak,
  3. Kegagalan sel untuk bekerja seperti yang diharapkan, dan
  4. Pertumbuhan tumor

Meskipun sel induk adalah sel milik diri sendiri, keamanan terapi ini masih berisiko besar. Selain itu, ada pula risiko kontaminasi sel, jika sel dimanipulasi setelah pengangkatan.

Itulah penjelasan yang perlu Moms tahu tentang terapi stem cell. Sekarang, semoga Moms jadi lebih paham dan bijak dalam melakukan hal ini, ya.

Baca Juga: 4 Manfaat Terapi Musik Untuk Balita Autis, Seru dan Menyenangkan!

Artikel Terkait