Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Persiapan Melahirkan | Dec 28, 2017

Mengenal Lotus Birth

Bagikan


Lotus birth adalah metode kelahiran yang relatif baru, dan tidak banyak wanita atau pasangan mereka yang pernah mendengarnya. Namun, semakin sering mendengar cerita tentang ibu yang memilih lotus birth untuk kelahiran bayi mereka, karena percaya bahwa ini merupakan transisi alami dari rahim ke dunia ini.

Apakah Lotus Birth?

Dikenal juga sebagai umbilical non-severance, lotus birth adalah proses melahirkan bayi dengan membiarkan tali pusat tetap menempel pada plasenta dan bayi sampai mengering dan terputus sendiri secara alami, biasanya dalam waktu 3 – 10 hari setelah kelahiran.

Praktik persalinan ini sangat terkenal, terutama di antara mereka yang menyukai kelahiran sendiri di rumah dan menikmati makna spesial dengan dikeluarkannya plasenta tersebut.

Dalam prosedur lotus birth, daripada memotong tali pusar dalam beberapa menit setelah kelahiran, orangtua membawa plasenta yang masih menempel pada bayi baru lahir dalam mangkuk atau kantong khusus, selama beberapa hari, setelah plasenta berhenti secara aktif mentransfer darah ke bayi baru lahir.

Sebagai perbandingan, rumah sakit biasanya membuang plasenta sesaat setelah tali pusat dipotong. Para penggagas lotus birth berpendapat bahwa kontak yang berlangsung lama dengan plasenta memudahkan transisi bayi baru lahir ke kehidupan di luar rahim, dan menyatakan bahwa praktik tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan bagi bayi.

Apakah Alasan Mempertimbangkan Lotus Birth?

Berikut adalah 7 alasan mengapa beberapa orang mempertimbangkan lotus birth:

  • Bayi menerima semua darah dari plasenta saat tali pusat tetap menempel
  • Meningkatkan waktu istirahat dan ketenangan yang memudahkan orangtua dan bayi saling menyesuaikan diri
  • Ibu dan bayi tetap bersama, meningkatkan proses keterikatan satu sama lain
  • Ibu lebih cenderung beristirahat dan pulih dari kelahiran karena mereka didorong untuk tetap bersama bayi mereka selama mungkin.
  • Bayi cenderung tidak terusik oleh banyaknya pengunjung yang sependapat dengan lotus birth.
  • Bayi diamati oleh orangtua mereka menjadi lebih tenang dan damai daripada bayi yang tali pusatnya dipotong segera setelah lahir.
  • Proses dan praktik ini menghormati hubungan bayi dengan plasenta yang telah memberinya makan selama sembilan bulan dan menghargai tahap transisi antara rahim dan dunia ini.

Apa Kata Para Ahli Tentang Lotus Birth?

Namun, para ahli bersikap skeptis tentang lotus birth, dan beberapa memperingatkan bahwa praktik tersebut bahkan bisa berbahaya bagi bayi. Dr. Hilda Hutcherson, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Universitas Columbia, menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa membiarkan tali pusat tetap menempel akan memberi manfaat kesehatan bagi bayi dan karena itu tidak ada bukti yang mendukung manfaat medis bagi bayi.

Ada penelitian dalam beberapa tahun terakhir yang menemukan bahwa ketika dokter menunda untuk memotong tali pusat selama tiga menit, bayi tersebut menerima kadar zat besi lebih tinggi yang mencegah anemia, namun di luar kerangka waktu itu, membiarkan plasenta menempel pada bayi tidak akan berfungsi karena plasenta tidak lagi memberikan nutrisi pada bayi.

Royal College of Obstetricians and Gynecologists telah memperingatkan tentang risiko infeksi karena membiarkan plasenta tetap menempel. Praktik ini dilakukan terutama untuk tujuan spiritual, termasuk hubungan spiritual yang dirasakan antara plasenta dan bayi baru lahir.

Dr. William Schweizer, seorang profesor klinis dan ahli klinis di New York University Langone Medical Center, mengatakan kepada Live Science melalui email. Risiko dari metode lotus birth berpusat pada persoalan infeksi pada plasenta, yang dapat menyebar ke bayi. Plasenta adalah jaringan mati, dan karena hal ini, darah yang berada di dalamnya rentan terhadap pertumbuhan bakteri.

Apakah Moms akan mempertimbangkan lotus birth? Bagikan pendapat dan pengalaman Moms di kolom komentar.

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.