Kesehatan

7 Oktober 2021

Mengenal Oncom, Makanan Murah Meriah yang Bergizi Tinggi

Pernah makan oncom jadi olahan apa, Moms?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Widya Citra Andini

Apakah Moms pernah mengonsumsi oncom? Ini adalah makanan yang merupakan produk sampingan dan terbuat dari kacang tanah, sisa daging kedelai, singkong, atau yang semua bahannya terfermentasi dengan baik.

Ada dua jenis oncom, yaitu merah dan hitam. Yang hitam dibuat dengan menggunakan Rhizopusoligosporus, sedangkan yang merah adalah Neurosporaintermedia.

Oncom sebenarnya merupakan produk sampingan, makanan ini biasanya jauh lebih murah daripada produksi makanan lain.

Meski merupakan produk sampingan, ada juga orang yang menyukai makanan ini karena murah dan bisa diolah menjadi berbagai masakan.

Meski kebanyakan memang tidak menyukainya karena produk sampingan ini tidak menarik dan tidak bergizi.

Namun, tahukah Moms kalau oncom juga memiliki kadar nutrisi yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh lho!

Baca Juga: Benarkah Makan Kedelai Akan Meningkatkan Kesuburan?

Sejarah Oncom

oncom.jpg

Foto: stock.adobe.com

Oncom adalah makanan yang punya sejarah cukup panjang. Melansir dari Kompas, menurut sejarawan kuliner bernama Fadly Rahman, makanan fermentasi ini diperkirakan sudah dikonsumsi oleh masyarakat sejak abad ke-17.

Hal ini bersamaan ketika baru ditemukannya tempe. Sama halnya dengan tempe, makanan fermentasi ini merupakan bentuk kreativitas masyarakat Indonesia dalam mengolah makanan.

Mereka melakukan teknik fermentasi terhadap sisa bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kedelai, hingga ampas kelapa.

Hanya saja sampai saat ini asal mula nama oncom belum diketahui.

Nama oncom sendiri sudah ada sekitar abad 19-20 dalam banyak laporan dari para ahli botani, ahli pangan, dan juga ahli gizi asal Belanda saat itu.

Dalam berbagai catatan para ahli botani, ahli pangan, dan ahli gizi Eropa kala itu, disinggung soal popularitas makanan fermentasi ini di kalangan produsen dan konsumen pribumi.

Tak hanya itu, dalam laporan yang terbit tahun 1924 juga disebutkan soal distribusi oncom di pasar dan bagaimana oncom dijual untuk konsumsi sehari-hari masyarakat masa itu.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Hotel di Jogja, Cocok untuk Honeymoon hingga Babymoon!

Kandungan Nutrisi Oncom

Oncom -1.jpg

Foto: Quora.com

Meski merupakan makanan sampingan, oncom memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Terutama tinggi protein dan rendah lemak, sehingga menjadikannya sebagai sumber protein alternatif.

Selain protein, makanan ini juga tinggi genistein, salah satu bentuk isoflavon.

Zat ini sangat bagus untuk aktivitas antioksidannya yang dapat mengurangi risiko kanker.

Selain itu, panganan ini juga mengandung lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, dan zat besi.

Kandungan gizi pada oncom bisa alternatif yang lebih murah dibandingkan makanan lain yang lebih mahal dan sehat.

Dilansir dari Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI komposisi gizi pangan yang dihitung per 100 g dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 100 % dari oncom adalah:

  • Air: 57.0 g
  • Energi: 187 Kal
  • Protein: 13.0 g
  • Lemak: 6.0 g
  • Karbohidrat: 22.6 g
  • Abu: 1.4 g
  • Kalsium: 96 mg
  • Fosfor: 115 mg
  • Besi: 27.0 mg
  • Retinol (Vit. A): 0 mcg
  • Thiamin (Vit. B1): 0.09 mg
  • Riboflavin (Vit. B2): 0.00 mg
  • Niasin: 1.6 mg
  • Vitamin C: 0 mg

Rasanya yang unik juga mengandung umami. Journal of Food Science mencatat, fraksi umami diperoleh dari ekstrak yang larut dalam air oncom merah dan oncom hitam, yang merupakan produk kedelai dan kacang tanah hasil fermentasi di Indonesia.

Baca Juga: 8 Manfaat Susu Kedelai bagi Tubuh, Sehat Banget!

Manfaat Oncom untuk Kesehatan

Moms, meskipun oncom adalah salah satu makanan termurah, manfaatnya untuk kesehatan tubuh tidak main-main, lho. Berikut ini manfaat oncom:

1. Baik untuk Sistem Peredaran Darah

aliran darah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, setiap 100 gram oncom mengandung 27,0 mg zat besi, 1,6 mg niacin, dan 115 mg fosfor.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kandungan zat besi, niasin dan fosfor termasuk tinggi dan cukup tinggi.

Mirip dengan tahu dan tempe, masakan ini juga terbukti memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol dan baik untuk peredaran darah.

Studi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan bahwa dengan peningkatan propolis pada senyawa propolis dan oncom, kadar kolesterol kan menurun.

Ini karena propolis mampu mencegah biosintesis kolesterol.

Mengonsumsi makanan ini secara rutin sesuai Recommended Daily Allowance (RDA) atau sesuai kebutuhan gizi perhari, oncom bermanfaat untuk:

  • Mencegah stroke.
  • Mencegah anemia.
  • Menjaga dan meningkatkan produksi hemoglobin.
  • Mengurangi kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah.
  • Mengurangi risiko penyakit pembuluh darah.

2. Bermanfaat untuk Sistem Integument

Karena setiap 100 gram oncom mengandung 1,6 mg niacin dan 13,0 gram protein, ini menunjukkan bahwa kandungan niasin dan protein termasuk tinggi.

Mengonsumsi makanan fermentasi ini secara rutin sesuai RDA akan memberikan manfaat untuk menjaga sistem integument.

Misalnya, dapat menjaga kondisi kulit dengan baik, mengurangi jerawat, membantu merawat keindahan rambut, membantu menjaga kesehatan kuku, dan lain sebagainya.

Ini tentunya akan membuat Moms tertarik karena juga bagian dari perawatan kecantikan.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Darah Tinggi saat Hamil!

3. Baik untuk Sistem Reproduksi dan Ibu Hamil

Oncom -2.jpg

Foto: depositphotos.com

Dalam setiap 100 gram oncom mengandung 13,0 gram protein, 27,0 mg zat besi, 1,6 mg niacin, dan 115 mg fosfor.

Ini juga menunjukkan bahwa kandungan protein, zat besi, niasin dan fosfor cukup tinggi.

Dengan mengonsumsi secara rutin, akan memberi manfaat untuk:

  • Menunjang kesehatan ibu hamil.
  • Mendukung perkembangan janin.
  • Salah satu pengatur keseimbangan hormonal untuk kesehatan reproduksi.

4. Membantu Sistem Saraf dan Otak

Setiap 100 gram oncom mengandung 115 mg fosfor, 27,0 mg zat besi, dan 1,6 mg niacin, yang menunjukkan bahwa kandungan fosfor, besi dan niasin termasuk tinggi.

Jika dikonsumsi secara rutin, makanan fermentasi ini akan memberi manfaat untuk:

Baca Juga: Selain Enak Dikonsumsi, Kenali 11 Manfaat Kimchi untuk Kesehatan!

5. Baik untuk Tulang dan Gigi

gigi-kelinci.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Karena memiliki kandungan zat besi, protein dan fosfor termasuk tinggi dan cukup tinggi, ia juga bermanfaat untuk tulang jika dikonsumsi secara rutin.

6. Membantu Meningkatkan Metabolisme

Sebagian orang telah mempercayai manfaat oncom ini untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Berkat kandungannya, oncom juga bantu melawan banyak penyakit.

Beberapa orang mengetahui manfaat makanan fermentasi ini untuk melindungi sistem pencernaan karena mengandung rafinosa dan stakhiosa.

Selain itu juga mencegah beberapa masalah pencernaan seperti diare, dan juga bisa meningkatkan metabolisme.

Jika metabolisme bergerak dengan baik, sistem pencernaan juga akan bekerja dengan baik dan dapat menghindari masalah usus.

7. Memiliki Sifat Anti-Kanker

Kanker

Foto: Orami Photo Stock

Seperti disebutkan di atas, makanan hasil fermentasi ini mengandung genistein, sejenis isoflavon yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan.

Hidangan unik ini mengandung banyak genistein dan oleh karena itu mungkin memiliki aktivitas antikanker dan efek biologis positif lainnya.

Padahal, meski memiliki vitamin C yang lebih sedikit, ekstrak etanol makanan ini menunjukkan khasiat antikanker terhadap sel kanker payudara.

Baca Juga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi TBC pada Anak

8. Membantu Mengatasi Trombosis

Penelitian di Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa manfaat tempe oncom dapat dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan pembuluh darah manusia, khususnya untuk kasus trombosis.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana pengobatan terbaik agar manfaat enzim protease fibrinolitik yang terkandung dalam makanan fermentasi ini dan tempe dapat bekerja dengan baik.

9. Mencegah Perut Kembung

Perut kembung

Foto: Orami Photo Stock

Proses fermentasi dalam pembuatan oncom juga bisa mencegah perut kembung.

Ini karena enzim alfa-galaktosidase yang membantu mengubah rafinosa dan stachia ke tingkat yang lebih rendah.

Proses ini mencegah pembentukan gas di usus yang menyebabkan perut kembung.

Saat mengalami perut kembung, seseorang akan merasakan rasa yang tidak nyaman di perutnya.

Selain itu, orang yang mengalami perut kembung juga perutnya akan terlihat membesar, sering bersendawa, dan juga kentut yang berlebihan dan berbau menyengat.

Baca Juga: Kaya Protein, Ketahui 9 Manfaat Kacang Kedelai Berikut Ini!

Cara Membuat Oncom

Resep membuat oncom.png
Foto: cookpad.com/natureahead
Siap dalam 2 jam 20 menit
Sajian 8 porsi

Proses pembuatan makanan unik ini pada dasarnya mirip dengan tempe.

Namu, ada beberapa langkah tambahan yang harus dilakukan. Moms juga bisa membuatnya di rumah, lho.

Bahan-bahan

  • 250 gr ampas kedelai
  • 1 sdm cuka apel
  • 1 sdt ragi tempe

Cara membuat:

  1. Panggang ampas kedelai dengan oven 120°C selama 20 menit agar kering. Sebab, jika ampas terlalu basah, ragi tidak bisa berkerja dengan baik.
  2. Saat 10 menit pertama, aduk ampas.
  3. Jika sudah kering, pindahkan ampas ke wadah besar, dan tuang cuka lalu aduk rata. Setelah itu taburi ragi dan aduk rata.
  4. Masukkan ke dalam plastik atau cetakan, inkubasi selama 24 jam dengan suhu 31°C kurang lebih. Cari suhu yang hangat agar fermentasi berhasil.
  5. Cek setelah 12 jam pertama, jika sudah muncul jamur Mycelium putih, artinya oncom akan segera siap untuk dipakai.
  6. Jika terlalu lama, setelah 24 jam, akan muncul bintik-bintik hitam, itu tanda jamur yang terlalu matang.
  7. Jika sudah putih semua permukaannya, oncom siap di masak atau dipindahkan ke kulkas.
  8. Agar oncom tidak cepat rusak, Anda dapat menyimpannya di kulkas dengan dibungkus kertas aluminium foil terlebih dahulu agar oncom dapat bertahan lebih dari 7 hari.
Baca Juga:

Karena aromanya yang menyengat, oncom sangat jarang disajikan mentah.

Biasanya, makanan fermentasi ini akan digoreng dengan minyak kelapa sawit atau sebagai campuran sambal.

Terkadang juga digunakan sebagai isian untuk makanan populer lainnya bernama comro.

Alternatif lain untuk menyajikan oncom adalah dengan ditumis dengan bahan lain.

Sebagai salah satu makanan khas Indonesia, oncom merupakan makanan murah meriah bergizi tinggi yang sayang untuk dilewatkan.

Meski oncom memiliki banyak manfaat dan dapat menjadi sumber protein alternatif, tetap ada beberapa hal yang harus Moms perhatikan ketika memakannya.

Salah satu hal penting dalam konsumsi oncom adalah memastikan kebersihan sebelum mengolahnya, ya.

  • https://www.panganku.org/id-ID/view
  • https://m.andrafarm.com/_andra.php
  • https://drhealthbenefits.com/food-bevarages/processed-food/health-benefits-of-oncom
  • https://jajananenakdibogor.com/english-articles/oncom,-nutrition-packed-traditional-staple-food-of-west-java.html
  • https://www.researchgate.net/publication/339236379
  • https://dev.ipb.ac.id/news/index/2018/05/ipb-student-utilizes-red-oncom-and-propolis-to-lower-cholesterol-content-in-chicken/
  • https://tp.ub.ac.id/en/mahasiswa-thp-teliti-enzim-pada-oncom-dan-tempe-sebagai-terapi-penyakit-trombosis/
  • https://cookpad.com/id/resep/11997734-cara-membuat-oncom-tempe-gembus-rumahan
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait