Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Balita | May 3, 2018

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Sianosis, Kulit Ungu Kebiruan Pada Bayi

Bagikan


Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Sianosis, Kulit Ungu Kebiruan Pada Bayi

Sianosis merupakan kondisi salah satu penyebab kulit bayi kebiruan. Hal ini terjadi di area dimana darah pada pembuluh darah permukaan memiliki tingkat oksigen yang lebih rendah. Mari mengenal lebih jauh penyebab dan cara mengatasi sianosis pada balita.

Sianosis sirkumoral mengacu pada perubahan warna biru yang hanya terjadi di sekitar mulut. Biasanya terlihat pada bayi, terutama di atas bibir atas. Jika si kecil memiliki kulit yang lebih gelap, perubahan warna mungkin terlihat abu-abu atau putih. Moms, juga dapat menemukannya pada tangan dan kaki si kecil.

Sementara munculnya sianosis sirkumoral dapat mengkhawatirkan. Dalam hal ini ada beberapa hal yang dapat Moms periksa dengan cepat untuk mencegah kondisi darurat medis.

Baca Juga : Mimisan Pada Anak, Berbahayakah?

Penyebab Sianosis Pada Bayi Tergantung Pada Jenisnya

1. Sianosis Sentral (biru pada bibir, kulit, dan lidah)

Biru atau keabu-abuan pada kulit wajah atau sebagian besar tubuh biasanya merupakan tanda bahwa tidak ada cukup oksigen di dalam darah karena adanya masalah seperti:

  • Asma atau pneumonia
  • Saluran napas tersumbat
  • Gangguan fungsi hati
  • Kejang yang berlangsung lama

2. Sianosis Perifer (biru pada tangan, kaki, dan anggota tubuh)

Tungkai biasanya juga akan terasa dingin saat kulit bayi kebiruan karena sianosis perifer. Hal itu terjadi saat peredaran darah memburuk disebabkan oleh:

  • Fenomena Raynaud – dimana suplai darah ke jari tangan dan kaki berkurang
  • Masalah arteri yang mempengaruhi suplai darah ke kaki
  • Bekuan darah yang menghentikan suplai darah ke atau dari anggota tubuh

Baca Juga : Berbahayakah Memar Pada Balita?

Gejala-gejala Sianosis Pada Bayi

Beberapa cacat jantung menyebabkan sianosis pada bayi. Gejala utamanya adalah warna kebiruan pada bibir, jari tangan, dan jari kaki yang disebabkan oleh rendahnya kadar oksiden dalam darah. Hal ini dapat terjadi saat bayi sedang aktif maupun tidak beraktivitas.

Beberapa anak mengalami masalah pernapasan (dyspnea). Anak mungkin berjongkok setelah melakukan aktivitas fisik untuk meredakan sesak napas.

Gejala lainnya termasuk kecemasan, bernapas terlalu cepat, dan kulit berubah menjadi kebiruan secara tiba-tiba. Bayi mungkin lelah atau berkeringat saat menyusu dan mungkin berat badannya tidak mencapai angka yang seharusnya. Nyeri dada hingga pingsan juga sangat mungkin terjadi.

Gejala lainnya yang muncul tergantung pada jenis sianosis, dan dapat meliputi:

  • Nafsu makan menurun sehingga menyebabkan pertumbuhan yang buruk
  • Kulit abu-abu
  • Mata atau wajah pucat
  • Lelah sepanjang waktu

 

Apakah Sianosis Membutuhkan Pengobatan?

Sianosis sirkumoral pada anak biasanya akan hilang dengan sendirinya. Bagi bayi, ini terjadi beberapa hari setelah kelahiran. Untuk anak yang lebih tua, kondisi ini terjadi saat mereka demam.

Namun, jika Moms menemukan gejala lain yang tidak biasa, terutama yang berkaitan dengan pernapasan, sebaiknya segera bawa si kecil ke ruang gawat darurat. Dokter mungkin perlu menstabilkan saluran pernapasan, pernapasan, dan sirkulasi sebelum mencoba mencari tahu apa penyebabnya.

(RGW)

Sumber: nhs.uk, aboutkidshealth.ca, ncbi.nlm.nih.gov, medlineplus.gov, childrenhospital.org, healthline.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.