Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Dec 27, 2017

Mengenal Radang Amandel

Bagikan


Sebagian orang menganggap bahwa operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) adalah sesuatu yang wajar, dan bukan operasi besar yang perlu ditakuti. Tapi, sebagian yang lain justru berpendapat bahwa amandel harus dipertahankan, karena berbagai literatur medis menunjukkan bahwa organ ini penting bagi pertahanan tubuh.

Inilah yang menjadi sumber kebingungan orang tua. Apalagi, dokter anak pun kerap menyerahkan keputusan operasi sepenuhnya kepada orang tua. Jadi, sebenarnya, sejauh mana, sih, operasi amandel diperlukan? 

Apa Itu Amandel?

Amandel adalah nama awam untuk salah satu bagian tonsil, yaitu tonsil palatina, yang terletak di rongga mulut bagian belakang dan melingkari pangkal lidah. Fungsinya banyak, salah satunya menjadi benteng pertahanan terdepan untuk menangkis serangan kuman penyakit yang datang lewat mulut dan hidung. Kenapa bisa meradang

Penyebabnya tentu saja infeksi kuman, entah dari virus, bakteri maupun jamur. Namun, paling sering adalah akibat virus atau bakteri, seperti virus influenza dan bakteri Streptokokus yang sering menyebabkan radang tenggorokan.

Apa Gejala Radang Amandel?

Ketika meradang, anak akan mengalami demam tinggi, dan sering kali disertai nyeri tenggorokan yang terasa seperti terbakar. Bila mulutnya dibuka, tampak tonsil dan daerah sekitarnya berwarna merah dan bengkak. Anak juga akan mengalami rasa nyeri saat menelan, yang mirip dengan gejala radang tenggorokan.

Namun, jika diperiksa lebih lanjut, tonsilitis memperlihatkan keadaan amandel yang merah, bengkak/membesar, dan bisa disertai jaringan di atas amandel yang berwarna putih, bahkan bernanah. Gejala lainnya, radang amandel membuat nafas bau (halitosis). 

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan obat pereda nyeri (analgesik) kepada anak, istirahat yang cukup, banyak minum air putih, dan makan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Untuk radang amandel akut, amandel masih bisa dipertahankan tanpa melalui operasi. Nah, untuk mencegah radang amandel akut ini tidak menjadi kronis, anak-anak perlu diajarkan memiliki kebiasan menjaga kesehatan rongga mulut, mencuci tangan setiap kali akan makan, minum air putih yang banyak, serta meniingkatkan daya tahan tubuhnya dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga.

Kapan Harus Dioperasi?       

Jika radang amadel telah terjadi berulang kali (radang amandel kronis), peradangan tonsil dapat menimbulkan komplikasi ke daerah sekitarnya atau organ tubuh lain yang letaknya jauh melalui aliran darah atau getah bening.

Komplikasi ke daerah sekitar tonsil biasanya berupa pembentukan abses (pembengkakan berisi nanah), rhinitis kronis (peradangan hidung menahun), sinusitis, atau otitis media (biasa dikenal dengan congek).

Tapi, tentu saja keputusan pembedahan tidak serta merta diambil oleh dokter. Dulu, saran operasi berlaku untuk radang yang frekuensi infeksi telah terjadi sedikitnya 3 kali setiap tahun, atau 10 kali dalam 2 tahun maupun 3 kali dalam 1 tahun selama 3 tahun berturut-turut. 

Amandel memang benteng pertahanan tubuh. Tapi, jika menjadi kronis sehingga anak jadi mudah sakit, minum obat (seringkali antibotika) terus menerus, menjadi jarang bermain dan sering tak masuk sekolah, hal itu tentu mengganggu kualitas hidup anak. Anda tak perlu khawatir, Moms.

Operasi amandel tergolong praktis, aman, dan tidak sulit. Sebelum operasi, anak akan menjalani pemeriksaan darah, rontgen bagian dada, serta pemeriksaan kesehatan dan penyulitnya seperti apakah ada riwayat alergi, asma, infeksi saluran nafas dan sebagainya. Sebagai pembujuk, Anda bisa mengiming-imingi anak dengan es krim usai operasi, karena es krim bisa membantu proses pembekuan darah.

 

 Foto: netdoctor

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.