Parenting Islami

PARENTING ISLAMI
13 Maret 2021

Mengenal Sedekah, Aksi Kebaikan yang Diganjar Pahala

Selain berupa materi, ada beberapa jenis sedekah yang harus diketahui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Amelia Puteri

Saling berbagi akan menumbuhkan empati. Rasa ini akan menumbuhkan rasa saling memiliki bagi sesama makhluk. Dalam Islam, setiap orang bisa melakukannya dengan sedekah.

Selain menjadi sara mendekatkan diri dengan sesama, juga dapat menjadi pahala yang berlipat ganda.

Jika zakat memiliki aturan terkait waktu dan jumlah, sedekah adalah pemberian yang bisa diberikan oleh siapapun, kapanpun dan kepada siapapun.

Jenis sedekah pun bermacam, macam yang bisa diawali dengan niat yang ikhlas. Bahkan, sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS Al-Baqarah: 271).

Dilansir Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sedekah diambil dari kata bahasa Arab yaitu ‘shadaqah’ dan berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti ‘kebenaran’.

Menurut peraturan BAZNAS No 2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.

Baca Juga: Walau #DiRumahAja, Moms Bisa Berbagi Kasih dengan Sesama Lewat Cara Ini!

Keutamaan Sedekah

Sedekah -1.jpg

Foto: Ophope.org/Shutterstock

Sebagai salah satu amalan yang disukai Allah SWT, sedekah mengandung keutamaan yang amat besar. Bukan hanya bagi orang yang bersedekah, tetapi juga bagi orang lain yang diberikan sedekah tersebut.

Beberapa keutamaan dari sedekah yang dilakukan dengan ikhlas yakni:

1. Tidak Mengurangi Harta

Jika dihitung secara matematika, memberi berarti berkurang sesuatu yang dimiliki. Akan tapi itu tidak berlaku dalam sedekah yang diniatkan dengan ikhlas.

Mengenai hal itu, Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta (HR Muslim).

Mengapa bisa begitu? Karena meskipun harta terlihat berkurang, namun sebenarnya hal itu diganti dengan pahala yang berlipat ganda. Allah SWT berfirman:

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya,” (QS Saba’: 39).

2. Dapat Menghapus Dosa

Manusia adalah makhluk yang pasti pernah melakukan dosa, tidak seperti malaikat.

Meski begitu, Allah SWT memberikan keistimewaan agar memiliki kesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang diridhai, salah satunya dengan sedekah.

Sedekah merupakan ibadah yang istimewa karena dapat menghapus dosa. Ini merupakan keutamaan sedekah yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api,” (HR At-Tirmidzi).

3. Melipatgandakan Pahala

Selain dapat menghapus dosa, sedekah juga memiliki keistimewaan lain, yakni dapat menambah pahala yang besar. Ini dapat menjadi amalan yang bisa rutin dilakukan juga untuk mendapatkan pahala yang telah dijanjikan.

Allah SWT berfiman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak,” (QS Al Hadid: 18).

4. Menjadi Naungan di Hari Akhir

Dalam sebuah hadist dinyatakan terdapat tujuh orang yang akan mendapatkan naungan dari Allah SWT di hari akhir, di mana pada saat tersebut tidak ada lagi naungan selain naungan-Nya.

Di antara tujuh golongan tersebut, salah satunya adalah orang yang suka bersedekah.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya akan menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan," (HR Bukhari).

5. Memiliki Pintu Surga Khusus

Pernyataan ini berdasarkan sebuah hadist saat Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka dia akan dipanggil oleh salah satu pintu surga: Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan.

Jika dia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, dia dipanggil dari pintu shalat. Yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad.

Jika dia berasal dari golongan orang yang gemar bersedekah, maka akan dipanggil dari pintu sedekah," (HR Bukhari dan Muslim).

6. Melepaskan Siksa Kubur dan Dijauhkan dari Api Neraka

Hal ini sesuai dengan keterangan dari nabi. Tentunya ini akan menjadi keutamaan besar bagi yang terbiasa bersedekah. Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR Ath Thabrani).

Ganjaran ini merupakan janji Allah SWT bagi mereka yang gemar bersedekah. Rasulullah SAW bersabda:

"Jauhilah api neraka walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimat Thayyibah," (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Ajarkan Arti Berbagi Pada Balita Dengan 5 Cara Ini

Jenis-jenis Sedekah

Sedekah -2.jpg

Foto: Selfishmum.co.uk

Ada beberapa jenis sedekah yang bisa dilakukan bahkan dibangun menjadi sebuah kebiasaan yang baik dan bisa diajarkan sejak dini, yakni:

1. Sedekah Materi

Sedekah ini berarti saat seseorang dapat memberikan barang-barang miliknya kepada orang lain. Misalnya memberi uang, makanan, minuman, atau takjil berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa.

Hal ini pun sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang memberi makan berbuka puasa orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sama sekali,” (HR At-Tirmidzi).

2. Sedekah Non-Materi

Ini terjadi saat seseorang bersedekah dengan tanpa mengeluarkan materi, tetapi bisa diganti dengan tenaga, pikiran, nasihat, atau sekadar senyum tulus kepada sesama.

Bahkan di dalam salah satu hadis, banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan dan termasuk jenis sedekah nonmateri.

Abi Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah, perintahmu kepada berbuat baik dan mencegah kemungkaran adalah sedekah, petunjukmu kepada seseorang yang tersesat adalah sedekah, menuntunmu kepada orang yang kabur penglihatannya adalah sedekah, kamu menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan (yang dapat membahayakan pengguna jalan) adalah sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu adalah sedekah,” (HR At-Tirmidzi).

3. Sedekah Jariyah

Ini adalah sedekah yang terus mengalir pahalanya meskipun orang yang bersedekah telah meninggal, karena barang yang disedekahkan masih dimanfaatkan.

Seperti menyedekahkan hartanya untuk membangun masjid, pesantren, pengembangan ilmu, dan fasilitas lainnya yang bermanfaat.

Dari Abu Hurairah RA bahwasa Rasulullah SAW bersabda:

“Jika manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya,” (HR At-Tirmidzi).

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengajari Anak untuk Berbagi?

Manfaat Sedekah Bagi Kesehatan

Sedekah -3.jpg

Foto: Abukhadeejah.com

Bersedekah atau berbagi kepada sesama dapat berarti berbagi kebahagiaan. Ternyata, berbagi kebaikan juga bisa membuat seseorang lebih sehat dan bahagia, dikutip Mayo Clinic. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Ada penjelasan ilmiah di balik fenomena saling memberi. Dan penelitian juga menunjukkan bahwa belajar dan mempraktikkan rasa saling memberi dapat sangat memengaruhi sikap, pandangan, dan bahkan kesehatan seseorang.

Selain itu, rasa ingin memberi dapat mengubah otak menjadi lebih aktif dan lebih ramah kepada orang lain, serta meningkatkan suasana hati setiap hari. Tiga praktik sederhana ini akan membantu Anda memulai.

Beberapa manfaat dari berbagi atau sedekah antara lain:

  • Mengurangi rasa sakit dan ketegangan akibat migrain,
  • Mengurangi gejala depresi,
  • Bisa memperlambat proses penuaan.
  • Sekecil apapun kebaikan dapat meningkatkan perasaan hubungan sosial dan perasaan positif terhadap orang lain.
  • Saat menyebarkan kebaikan, kemurahan hati bisa menular. Sebab, tindakan membantu orang lain sebenarnya mengaktifkan bagian otak yang membuat seseorang merasa senang. Ini juga melepaskan hormon yang disebut oksitosin yang membantu memodulasi interaksi sosial dan emosi. Semakin tinggi kadar oksitosin, seseorang akan semakin murah hati.
  • Fokus pada rasa syukur. Para peneliti menemukan bahwa perasaan bersyukur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kelelahan, meningkatkan kepercayaan diri, dan bahkan mengurangi depresi.

Seperti hal lainnya, saling memberi atau sedekah bisa menjadi lebih mudah dengan latihan.

Cobalah memikirkan pikiran positif tentang orang-orang dalam hidup. Tuliskan hal-hal yang disyukuri minggu ini. Luangkan 10 menit untuk bermeditasi.

Ini mungkin akan menjadi kunci bagi Moms untuk menemukan diri yang lebih bahagia dan lebih sehat. Yuk, coba tulis di kolom komentar, kira-kira apa yang membuat Moms merasa lebih bahagia?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait