Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Bayi | Jan 11, 2019

Mengenal Separation Anxiety dan Tanda-tandanya Pada Bayi

Bagikan


Apakah belakangan si bayi sering kali menjadi lekat dan menangis setiap kali akan Moms tinggalkan, meskipun hanya untuk sebentar saja?

Tidak perlu bingung Moms. anak mungkin saja saat ini sedang mengalami separation anxiety. Ini merupakan kondisi yang normal bagian dari tonggak perkembangan bayi.

Yuk, kenali tanda-tanda separation anxiety pada bayi dan bagaimana cara menghadapinya.

Baca Juga : Bayi Sering Menangis? Redakan dengan Teknik 5S

Tanda-tanda Bayi Mengalami Separation Anxiety

1. Pola tidur bayi terganggu

Sangat umum bagi yang mengalami separation anxiety terbangun lebih sering dari biasanya pada malam hari dan menangis ‘memanggil’ Moms.

Bayi kemungkinan juga akan lebih sulit untuk tidur, meskipun pada jam tidur rutinnya dan setelah mandi.

2. Bayi sering bangun lebih awal

Separation anxiety juga dapat menyebabkan bayi sering bangun lebih awal dan susah untuk kembali tidur, kecuali saat bersama Moms.

Meskipun ini mungkin akan melelahkan bagi Moms untuk menghadapinya, tetapi ingatlah bahwa sebenarnya ini bagian penting dari perkembangan bayi.

Ini bukti betapa kuatnya ikatan antara Moms dengan Si Kecil. Di mana ini akan menjadi modal bayi untuk tumbuh menjadi anak yang mandiri dan percaya diri.

3. Bayi menangis ketika ditinggalkan dengan orang lain

Moms mungkin kesulitan untuk meninggalkan Si Kecil. Bayi mungkin akan menangis ketika Moms meninggalkannya dengan orang lain, termasuk ayahnya.

Ini sangat umum terjadi pada bayi yang sedang mengalami separation anxiety.

4. Bayi sangat kesal ketika dibiarkan sendirian

Moms baru akan ke toilet atau dapur tetapi Si Kecil sudah menangis?

Tanda-tanda sparation anxiety memang sering kali merasa tidak senang ditinggal sendirian, meskipun hanya untuk satu atau dua menit saja.

Ini tidak hanya berlaku pada malam hari, tetapi juga siang hari.

5. Bayi tidak suka bermain sendiri

Jika tiba-tiba bayi membuang mainan favoritnya, bisa jadi itu menandakan dia sedang mengalami separation anxiety. 

Bayi mungkin ingin Moms bermain dengannya sehingga dia bisa menghabiskan waktunya bersama Moms.

Baca Juga : Cara Bermain dengan Bayi Usia 0-12 Bulan yang Optimalkan Perkembangannya

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Bayi Mengalami Separation Anxiety?

Ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk membantu Si Kecil melalui separation anxiety, yaitu:

1. Atur pengasuhan dengan orang-orang yang sudah akrab dengan bayi

Jika Moms terpaksa harus meninggalkan bayi, misalnya harus kembali bekerja, cobalah untuk meninggalkan Si Kecil pada orang-orang yang sudah dikenalnya. Misalnya seperti meninggalkannya pada ayahnya, neneknya, atau bibinya.

Bayi mungkin masih menunjukkan sikap protes, tetapi ia akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan ketidakhadiran Moms ketika dikelilingi oleh wajah-wajah yang memang sudah ia kenali.

2. Biarkan Si Kecil mengenal pengasuhnya terlebih dahulu

Jika Moms terpaksa meninggalkan Si Kecil pada pengasuh atau seseorang yang belum begitu ia kenal, maka berilah kesempatan kepadanya untuk mengenal pengasuhnya.

Namun, dengan syarat selama masa perkenalan tersebut Moms masih mendampingi Si Kecil.

3. Biasakan dengan sering meninggalkannya meskipun sebentar

Tentukan ritual perpisahan singkat yang terkesan ‘manis’ dan tidak menakutkan dengan Si Kecil.

Cobalah memberitahu bayi kemana Moms akan pergi dan kecup dahi atau cium pipinya dengan lembut.

Ini akan menjadi rutinitas yang dapat membantu Si Kecil membangun kepercayaan pada Moms dan kemampuannya sendiri untuk melewati perpisahan.

Separation anxiety adalah tahap perkembangan normal pada bayi, tetapi juga bersifat sementara dan hanya berlangsung selama beberapa bulan kehidupan bayi.

Semoga informasi di atas dapat membantu Moms untuk lebih mudah menghadapi separation anxiety pada bayi.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.