Kesehatan

11 Juni 2021

Mengenal SGOT SGPT, dari Pengertian hingga Kadar Normal dan Tinggi

Meskipun letaknya berbeda, tetapi memiliki tugas yang sama
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Karla Farhana

Ada berbagai macam pemeriksaan kesehatan yang bisa dilakukan ketika Moms dicurigai mengidap penyakit tertentu. Salah satu pemeriksaan, yaitu pengecekan kadar SGOT SGPT.

Sebagian orang pasti merasa asing dengan SGOT SGPT. Padahal enzim ini merupakan salah satu bagian terpenting pada kesehatan hati, lho.

Hati memainkan berbagai peran penting dalam tubuh. Ia bekerja menyimpan bahan bakar dari makanan, membuat protein, dan membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Hati juga membuat empedu, cairan yang membantu pencernaan.

Melansir Biology of the Neonate, tes SGOT SGPT adalah tes darah yang membantu menentukan seberapa baik hati berfungsi dengan mengukur kadar aspartat aminotransferase dalam darah.

Terlalu banyak enzim ini dapat mengindikasikan masalah, seperti kerusakan hati.

Jika hati terluka atau rusak, sel-sel hati meningkatkan enzim-enzim ini ke dalam darah, yang menyebabkan peningkatan kadar enzim SGOT SGPT dalam darah.

Umumnya, jika Moms mengalami gejala-gejala hepatitis B ata C disarankan untuk mengecek kondisi SGOT SGPT.

Lantas, sebenarnya apa itu SGOT SGPT? Dan apa perbedaanya? Nah untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: Sering Menahan Buang Air Kecil? Hati-hati, 4 Penyakit Ini Risikonya!

Pengertian dan Perbedaan SGOT SGPT

empedu

Foto: Orami Photo Stock

Moms, meskipun SGOPT SGPT cara kerjanya sama, tetapi memiliki letak yang berbeda-beda. Berikut perbedaannya:

  • SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) merupakan enzim hati yang terdapat di dalam sel parenkim hati. SGOT bekerja dengan meningkat kadarnya di dalam darah, jika terjadi kerusakan sel hati. Namun SGOT tidak spesifik, hanya terdapat di dalam hati. Enzim ini juga dapat ditemukan di sel darah, sel jantung dan sel otot, karena itu peningkatan SGOT tidak selalu menunjukkan adanya kelainan di sel hati.
  • SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase) merupakan enzim yang terdapat di dalam sel hati. Ketika sel hati mengalami kerusakan, akan terjadi pengeluaran enzim SGPT dari dalam sel hati ke sirkulasi darah dan akan terukur melalui pemeriksaan laboratorium.

Jika keduanya memiliki kadar yang tinggi, maka perlu penindakan lebih lanjut agar tidak merusak fungsi organ di dalam tubuh.

Baca Juga: Nyeri Perut Di Bagian Kanan Bawah, Hati-Hati Terkena Penyakit Ini!

Kadar Normal SGOT SGPT

hati

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Rady Children's Hospital-San Diego, ketika dokter melihat kadar SGOT SGPT dalam darah terutama dalam kaitannya dengan jumlah enzim hati lainnya, dokter dapat memperoleh informasi penting tentang hati dan apakah suatu penyakit, peradangan, obat-obatan, atau masalah lain memengaruhinya.

Jumlah kadar SGOT SGPT di dalam tubuh dapat diketahui jika Moms melakukan tes darah. Saat hasil tes keluar, kisaran kadar SGOT SGPT dapat diklasifikasikan sebagai normal, tinggi, atau rendah.

Rentang ini bervariasi, bergantung pada jenis kelamin seseorang. Kisaran normal juga berbeda di antara laboratorium.

Namun, dokter cenderung menerima kisaran berikut:

  • Pria: 10 hingga 40 unit per liter (U / L)
  • Wanita: 9 hingga 32 U / L

Kisaran kadar SGOT SGPT mungkin sedikit berbeda tergantung pada teknik yang digunakan oleh laboratorium. Namun, rentang referensi normal secara rutin disediakan oleh setiap laboratorium dan dicetak dengan laporan masing-masing pasien.

Baca Juga: Pengaruh Pentingnya Susu dengan Kebaikan Cod Liver Oil Pada Perkembangan Anak di Masa Golden Age

Kadar Tinggi SGOT SGPT

sgop sgpt.jpg

Foto: apollosugar.com

Jika hasil tes SGOT SGPT tinggi dari normal, ini menandakan adanya kerusakan pada salah satu organ yang mengandung enzim tersebut.

Kadar SGOT SGPT yang tinggi bukan berarti diakibatkan adanya kerusakan hati. Namun, bisa juga terdapat di jatung, otak, otot, dan ginjal.

Dalam kondisi ketika kadar SGOT SGPT sangat tinggi, hati masih dapat berfungsi dengan baik.

Umumnya, dokter akan melakukan beberapa tes lanjutan utnuk menemukan penyebab dan mendiagnosis kadar tinggi tersebut.

Hasil tes SGOT SGPT yang tinggi dan jauh dari kata normal, biasanya menyebabkan kerusakan parah pada sesuatu organ. Berikut ini beberapa kondisi yang menyebabkan kadar tes menjadi tinggi.

  • Mengalami syok pada sistem peredaran darah
  • Hepatitis A atau hepatitis B yang akut
  • Kerusakan pada organ hati akibat racun, termasuk racun yang disebabkan oleh penggunaan berlebihan dari obat-obatan yang dijual bebas (seperti acetaminophen atau paracetamol)
  • Terdapat kanker atau tumor di hati
  • Kematian jaringan di hati
  • Kekurangan suplai darah pada organ hati
  • Mengidap diabetes melitus
  • Peradangan pada pankreas
  • Hemokromatosis, yaitu kondisi kelainan yang menyebabkan penumpukan zat besi di tubuh
  • Mononucleosis, yaitu infeksi yang umum disebabkan oleh virus Epstein-Barr

Baca Juga: Stop! Kebiasaan-Kebiasaan Ini Bisa Merusak Fungsi Hati

Selain itu, tingkat yang tepat dari tes enzim hati ini tidak berkorelasi baik dengan tingkat masalah hati atau prognosis.

Dengan demikian, kadar SGOT SGPT yang tepat tidak dapat digunakan untuk menentukan penyakit hati atau memprediksi prognosis untuk fungsi hati.

Misalnya, seseorang dengan virus hepatitis A akut dapat mengembangkan tingkat SGOT SGPT yang sangat tinggi (kadang-kadang dalam kisaran ribuan unit / liter), tetapi kebanyakan orang dengan hepatitis virus akut sembuh sepenuhnya tanpa penyakit hati sisa.

Sebaliknya, seseorang dengan infeksi hepatitis C kronis biasanya hanya memiliki sedikit peningkatan pada tingkat SGOT SGPT mereka, sementara mengalami cedera hati yang parah dan bahkan jaringan parut lanjut pada hati (sirosis) dari peradangan hati kecil yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Aliya Rajasa Lakukan Pengangkatan Kantung Empedu, Apa Efek Sampingnya pada Tubuh?

Tes Lanjutan Kadar SGOT SGPT

Nyeri ulu hati disebabkan oleh tukak lambung

Foto: Orami Photo Stock

Jika tes SGOT SGPT tidak meyakinkan, dokter mungkin akan menyarankan Moms untuk melakukan tes lanjutan.

Umumnya, dokter akan memeriksa fungsi hati atau memeriksa kerusakan hati secara khusus, berikut ini tes yang harus dijalankan.

  • Panel koagulasi: Ini mengukur kemampuan darah untuk menggumpal dan mengevaluasi fungsi protein faktor pembekuan yang diproduksi di hati.
  • Tes bilirubin: Bilirubin adalah molekul dan produk sampingan dari kerusakan rutin sel darah merah, yang terjadi di hati. Biasanya dilepaskan sebagai empedu.
  • Tes glukosa: Hati yang tidak berfungsi dengan benar dapat menyebabkan kadar glukosa sangat rendah.
  • Jumlah trombosit: Kadar trombosit yang rendah dapat mengindikasikan penyakit hati.

Semua tes ini adalah tes darah dan dapat diselesaikan dalam tes panel darah lengkap (CBP). Jika organ atau otot lain dianggap sebagai penyebab tingginya kadar SGOT SGPT, dokter mungkin menyarakan pengujian tambahan untuk mendiagnosis masalah, seperti USG hati.

Nah itu dia Moms penjelasan tentang SGOT SGPT. Meskipun Moms tidak memiliki beragam penyakit di atas, tak ada salahnya untuk melakukan tes untuk mengetahui kadar SGOT SGPT di dalam darah.

Mulai sekarang yuk kita peduli dengan organ di dalam tubuh.

Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, karena gangguan fungsi hati tidak selalu menunjukkan gejala. Karenanya, jangan menunggu terlalu lama hingga gejala muncul.

Menerapkan modifikasi gaya hidup sehat ini dengan pola makan sehat adalah resolusi terbaik untuk menurunkan kadar SGOT SGPT.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/3978157/
  • https://www.rchsd.org/health-articles/blood-test-aspartate-aminotransferase-ast-or-sgot/
  • https://www.medicinenet.com/liver_blood_tests/article.htm
  • https://www.healthline.com/health/sgot-test#followup
  • https://www.medtalks.in/articles/what-causes-of-sgot-and-sgpt-indicator-increase
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait