Newborn

NEWBORN
19 Maret 2019

Mengenal Strabismus, Mata Juling pada Bayi

Gejalanya dapat terlihat sejak bayi berusia 4 bulan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menatap mata bayi tentu menyejukkan hati para Moms. Namun tatapan ini bisa berubah menjadi kekhawatiran jika mata bayi terlihat juling.

Apakah mata bayi akan juling seterusnya hingga ia besar? Ataukah ada perawatan sejak dini yang bisa dilakukan untuk memperbaiki mata juling Si Kecil?

Yuk temukan jawaban atas pertanyaan Moms mengenai mata bayi yang sering terlihat juling berikut ini.

Apa Itu Strabismus?

penyebab strabismus

Foto: pixabay.com

Strabismus adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut mata juling atau kondisi dimana mata bayi tidak sejajar dan fokus ke arah yang berbeda satu sama lain.

Kondisi ini bukan karena kesalahan pada otot mata, tapi masalah strabismus adalah terletak pada cara otak mengontrol mata. Kalau Si Kecil masih berusia di bawah 2 bulan, Moms tidak perlu khawatir.

“Penting untuk diketahui bahwa perbedaan kesejajaran mata adalah hal yang normal pada bayi baru lahir, hingga usia dua bulan,” ungkap Direktur Divisi Ophthalmology, Monte D. Mills, MD, seperti dikutip dari medscape.com.

Setelah bayi mulai menginjak usia 4-6 bulan, mata bayi seharusnya sudah mulai selaras. Jika pada usia tersebut mata bayi masih terlihat seperti mata juling, maka perlu dilakukan penanganan dokter untuk memastikan kondisi mata bayi.

Baca Juga: Infeksi Mata Pada Bayi: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Penyebab Strabismus Atau Mata Juling 

penyebab strabismus

Foto: pexels.com

Bayi yang memiliki sejarah keluarga dengan strabismus, sangat rentan mengalami kelainan mata juling ini. Namun, strabismus atau mata juling juga bisa terjadi pada bayi yang tidak memiliki keturunan strabismus.

Kira-kira, apa saja pemicu mata bayi juling? Berikut daftarnya!

  • Memiliki kondisi medis lain, misalnya down syndrome, cerebral palsy, dan cedera kepala.
  • Bayi yang lahir prematur dengan berat badan di bawah rata-rata.
  • Penderita rabun dekat juga rentan mengalami strabismus, karena perlunya fokus mata tambahan yang harus mereka lakukan agar penglihatannya tetap jernih.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Mata Belekan Pada Balita

Penanganan Strabismus Atau Mata Juling

penanganan strabismus

Foto: babycenter.com

Ada beberapa rekomendasi penanganan strabismus atau mata juling yang biasa dilakukan oleh dokter, antara lain:

  • Menggunakan kacamata khusus. Cara ini biasa cukup berhasil jika mata juling terdeteksi sejak dini.
  • Menggunakan penutup mata pada bagian mata juling. Mata juling akan ditutup selama beberapa jam setiap hari, guna membiasakan mata juling untuk bekerja dengan semestinya. Penggunaan secara berkala, akan membuat otot dan penglihatan mata juling menjadi normal.
  • Memberi tetes mata khusus yang disebut atropine pada mata juling, untuk memudarkan penglihatan pada mata juling. Sehingga akan menguatkan otot dan penglihatan pada mata juling.
  • Melakukan operasi pada otot mata juling. Masalah strabismus adalah pada cara otak mengontrol mata, namun mengoperasi otak untuk menyembuhkan mata juling adalah hal yang tidak mungkin. Sehingga operasi ini lebih bersifat membantu mengurangi atau mengarahkan mata juling, bukan menyembuhkannya.

Dikutip dari babycenter.com, pediatric ophthalmologist James Ruben pun memberikan ilustrasinya. “Jika kamu naik mobil yang dikemudikan oleh komputer dan komputer itu terus memberi tahu mobil untuk jalan di kanan, kamu setidaknya dapat mengarahkan rodanya ke kiri sebagai kompensasi,” ungkapnya mengenai operasi untuk penanganan mata juling.

Jika Moms menemukan sesuatu yang ganjil pada mata bayi, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter. Agar mata bayi yang bermasalah dapat segera ditangani dengan baik dan ia dapat melihat dunia dengan jernih sesuai dengan tumbuh kembangnya.

(GS)

Artikel Terkait