Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Persiapan Melahirkan | Oct 28, 2018

Mengenal Teknik Gentle C-Section Saat Persalinan Caesar

Bagikan



Operasi caesar sering sekali dianggap menyeramkan, seperti tinggal di rumah sakit yang lebih lama, dan waktu pemulihan selama berminggu-minggu.

Operasi caesar darurat terutama sering disertai dengan trauma emosional dan peningkatan tingkat depresi dan kecemasan pascamelahirkan.

Seorang ibu yang melakukan caesar mungkin merasa bahwa pengalaman kelahirannya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Baca Juga : Apakah Aman Melakukan Operasi Caesar untuk Ketiga Kalinya?

Gentle C-Section

Melahirkan secara caesar tidak harus menjadi pengalaman traumatis karena kini ada istilah Gentle C-Section.

Dalam bedah caesar tradisional, bayi dilahirkan dengan cepat dan diserahkan kepada dokter anak.

Namun, dalam gentle c-section, setelah keluar dari perut bayi diletakkan di dada Moms dan dapat disusui. Dengan kata lain, bayi tetap bersama Moms selama seluruh prosedur operasi.

Banyak perempuan yang menjalani bedah caesar merasa tidak berdaya karena tidak melihat bayinya sampai mereka berada di ruang pemulihan.

Bahkan jika para ibu bisa melihat bayinya sebentar di ruang bersalin, mereka masih dalam keadaan terbius sehingga tidak memiliki ingatan tentang pengalaman tersebut.

Studi menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki pengalaman melahirkan secara caesar merasa kurang puas dengan pengalaman persalinan daripada perempuan yang melahirkan secara normal.

Tak hanya itu, menurut studi tersebut, para perempuan yang melahirkan secara caesar lebih mungkin mengalami depresi pascamelahirkan, kesulitan dengan ikatan, dan masalah menyusui.

Mampu melihat kelahiran bayi memungkinkan Moms merasa seperti berpartisipasi dalam proses tersebut.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kontak langsung dengan kulit akan membantu mengatur suhu tubuh dan detak jantung bayi serta memfasilitasi ikatan dan keberhasilan menyusui.

Ini adalah pengalaman yang sangat kuat bagi seorang ibu baru untuk dapat memegang dan menghibur bayinya tepat setelah lahir.

Bayi yang baru lahir sering berhenti menangis ketika mereka mendengar suara ibu mereka dan merasakan kehangatan kulitnya.

Baca Juga : Benarkah Mata Minus Tinggi Harus Melahirkan Caesar?

Hal yang Harus Diperhatikan Dari Gentle C-Section

Jika Moms lebih memilih gentle c-section, maka ada beberapa hal yang sejak awal harus Moms perhatikan sebelum proses persalinan, diantaranya:

1. Moms harus meminta agar ahli anestesi tidak secara otomatis memberikan obat tambahan untuk menenangkan diri, sehingga sepenuhnya Moms dapat menyaksikan proses persalinan.

2. Jika Moms tidak bisa sadar, maka sang ayah harus diperbolehkan untuk menggendong bayi kecuali ada komplikasi medis

3. Jika Moms menggunakan alat pemantauan EKG atau bayi, dapat ditempatkan di area yang tidak menutupi pandangan Moms untuk melihat atau menyusui bayi.

4. Bayi dapat menyusui segera saat berada di ruang operasi

5. Moms dapat meminta agar plasenta disimpan atau dibekukan hingga dikeluarkan dari rumah sakit

Bagaimana menurut Moms? Apakah Moms berencana melahirkan dengan teknik ini? Ataukah Moms memiliki pengalaman melahirkan dengan gentle C-Section?

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.