Kesehatan

KESEHATAN
18 Agustus 2020

Mengenal Vaskulitis, Penyakit Peradangan pada Pembuluh Darah

Vaskulitis adalah radang pembuluh darah yang bisa menyebabkan komplikasi serius
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Vaskulitis adalah radang pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah, termasuk penebalan, pelemahan, penyempitan atau jaringan parut. Perubahan ini dilansir oleh mayoclinic.org, bisa membatasi aliran darah, yang mengakibatkan kerusakan organ dan jaringan.

Ada banyak jenis vaskulitis dan sebagian besar jarang terjadi. Vaskulitis dapat mempengaruhi hanya satu organ atau beberapa. Kondisi ini bisa bersifat jangka pendek (akut) atau tahan lama (kronis).

Vaskulitis dapat menyerang siapa saja, walaupun beberapa jenis lebih sering terjadi pada kelompok tertentu. Beberapa jenis vaskulitis juga memerlukan obat untuk mengendalikan peradangan dan mencegah kekambuhan.

Baca Juga: Mengapa Ada Darah Haid yang Menggumpal? Ternyata Ini Alasannya!

Penyebab Vaskulitis

vaskulitis - shutterstock - c.jpg

Foto: shutterstock.com

Vaskulitis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang pembuluh darahnya. Dikutip dari National Heart, Lung, and Blood Institute, peneliti tidak yakin mengenai terjadinya kondisi ini terjadi. Tapi ada beberapa faktor yang bisa memicu vaskulitis, antara lain:

  1. Infeksi
  2. Kanker
  3. Gangguan sistem kekebalan tubuh
  4. Reaksi alergi

Setika pembuluh darah dipengaruhi oleh vaskulitis, biasanya akan meradang. Kondisi ini bisa menyebabkan dinding pembuluh darah menebal, pembuluh darah menyempit dan aliran darah berkurang.

Lebih sedikit aliran darah, artinya lebih sedikit oksigen dan nutrisi yang masuk ke organ dan jaringan tubuh. Akibatnya, pembuluh darah yang terkena lebih rentan terhadap pembekuan darah, sebagian karena lebih sempit. Jika pembuluh darah melemah, maka kondisi ini bisa menyebabkan aneurisma atau tonjolan.

Peradangan adalah bagian dari respons kekebalan tubuh Anda terhadap bahan kimia, bakteri, virus, dan zat berbahaya lainnya. Saat organ berada dalam bahaya, tubuh Anda mengirimkan sel khusus untuk melindunginya.

Sel kekebalan ini melepaskan bahan kimia yang merekrut sel lain untuk mengisolasi dan menghancurkan zat berbahaya. Ini juga menyebabkan rasa sakit, panas, bengkak, dan kemerahan pada peradangan.

Peradangan biasanya hilang setelah zat berbahaya hilang. Pada vaskulitis, peradangan berlanjut.

Baca Juga: Ini Dia Macam-Macam Kelainan Darah yang Umum Terjadi

Gejala Vaskulitis

vaskulitis - shutterstock - b.jpg

Foto: shutterstock.com

Vaskulitis dapat memiliki gejala umum seperti demam, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan kelelahan.

Penyakit ini dilansir oleh WebMD.com, juga bisa menyebabkan masalah khusus, tergantung pada bagian tubuh yang terlibat. Misalnya kulit, orang dengan vaskulitis mungkin akan mengalami ruam kulit. Apabila berdampak pada saraf, maka seseorang akan merasakan mati rasa dan lemah.

Vaskulitis di otak juga bisa menyebabkan stroke. Bahkan orang bisa mengalami serangan jantung jika vaskulitis memengaruhi jantung. Peradangan di pembuluh yang memasok darah ke ginjal juga bisa menyebabkan gagal ginjal.

Baca Juga: Buang Air Kecil Mengeluarkan Darah Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Akibat Vaskulitis

Akibat Vaskulitis

Foto: Orami Photo Stocks

Vaskulitis dapat menyebabkan masalah berikut pada organ atau bagian tubuh tertentu Anda:

  • Masalah telinga dan hidung, termasuk infeksi sinus, infeksi telinga bagian dalam, bisul di hidung, hidung meler, pusing, telinga berdenging, dan gangguan pendengaran
  • Masalah mata, termasuk kemerahan, gatal, terbakar, dan perubahan penglihatan. Kebutaan di satu mata mungkin merupakan tanda pertama arteritis sel raksasa.
  • Masalah saluran pencernaan, seperti nyeri di mulut, kerongkongan, dan perut; diare; muntah darah; dan sakit perut
  • Ulkus kelamin
  • Sakit kepala, nyeri tekan pada kulit kepala, dan nyeri setelah mengunyah
  • Palpitasi jantung
  • Nyeri sendi
  • Masalah paru-paru, termasuk sesak napas dan batuk darah
  • Masalah saraf, termasuk mati rasa, kesemutan, nyeri, dan kelemahan di berbagai bagian tubuh; kehilangan kekuatan di tangan dan kaki; dan nyeri tembak di lengan dan kaki
  • Ruam kulit, bintik atau benjolan ungu atau merah, kumpulan bintik kecil, bercak, memar, gatal-gatal, dan gatal
  • Pembengkakan pada telapak tangan dan telapak kaki; pengerasan tangan dan kaki, yang mungkin menyakitkan; nyeri di kaki atau tungkai; bisul; dan gangren
  • Bibir atau lidah bengkak, kering, atau bengkak di mulut dan tenggorokan

Baca Juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Jenis-Jenis Vaskulitis

vaskulitis - shutterstock - d.jpg

Foto: shutterstock.com

Dokter membagi vaskulitis menjadi beberapa tipe, berdasarkan ukuran pembuluh darah yang terpengaruh.

1. Besar

Vaskulitis jenis ini seperti polymyalgia rheumatica, arteritis takayasu dan arteritis temporal.

2. Medium

Vaskulitis jenis ini contohnya seperti penyakit buerger, vaskulitis kulit, penyakit kawasaki dan polyarteritis nodosa.

3. Kecil

Vaskulitis jenis ini termasuk sindrom behcet, sindrom churg-strauss, vaskulitis kulit, purpura henoch-schonlein, poliangiitis mikroskopis, granulomatosis dengan poliangiitis, vaskulitis pegolf dan cryoglobulinemia.

Komplikasi Vaskulitis

vaskulitis - shutterstock - a.jpg

Foto: shutterstock.com

Komplikasi vaskulitis tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi pasien. Hal ini juga bisa berkaitan dengan efek samping dari obat resep untuk mengobati kondisi tersebut. Komplikasi vaskulitis meliputi:

  1. Kerusakan organ: Beberapa jenis vaskulitis parah bisa menyebabkan kerusakan pada organ utama.
  2. Gumpalan darah dan aneurisma: Gumpalan darah dapat terbentuk di pembuluh darah, menghalangi aliran darah. Pada kasus yang jarang terjadi, vaskulitis bisa menyebabkan pembuluh darah melemah, membesar dan membentuk aneurisma.
  3. Hilangnya penglihatan atau kebutaan: Kondisi ini mungkin terjadi karena komplikasi arteritis sel raksasa yang tidak diobati.
  4. Infeksi: Kondisi ini termasuk masalah serius dan mengancam jiwa, seperti pneumonia dan infeksi darah (sepsis).

Nah, itulah penjelasan tentang vaskulitis yang bisa Moms ketahui.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait