Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Mengenali Komplikasi Kehamilan Placenta Accreta, Harus Waspada!

Bagikan


Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan C Magazine, Kim Kardashian mengungkapkan bahwa dia mengalami komplikasi kehamilan yang disebut placenta accreta selama kehamilan pertamanya. Dia menambahkan, “Saya memiliki banyak komplikasi. Saya mengalami kondisi yang disebut placenta accreta. Ada operasi kecil untuk memperbaiki masalah ini sehingga menciptakan sedikit lubang di rahim saya, yang menyebabkan sangat sulit hamil lagi."

Apa itu placenta accreta?

Menurut Nathaniel G. DeNicola, M.D., ob-gyn yang berafiliasi dengan University of Pennsylvania, placenta accreta adalah kondisi kehamilan serius yang terjadi saat pembuluh darah dan bagian plasenta lainnya tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim.

Biasanya, plasenta terlepas dari dinding rahim setelah melahirkan. Dengan adanya placenta accreta, sebagian atau seluruh plasenta tetap melekat erat. Placenta accreta dapat juga menyerang otot rahim (placenta increta) atau tumbuh melalui dinding rahim (placenta percreta). Kondisi ini dianggap sebagai komplikasi kehamilan berisiko tinggi.

Sering kali, penanganan untuk placenta accreta adalah pengangkatan rahim saat persalinan, yakni prosedur yang disebut Histerektomi Caesar, kadang disingkat dengan C-Hyst. Meskipun ini jelas berarti bahwa wanita tidak akan bisa hamil di kemudian hari, IVF salah satunya bisa menjadi pilihan, karena ovarium biasanya tidak diangkat. Sedangkan untuk alasan kedua, dalam kasus di mana rahim dapat diselamatkan, rahim mungkin memiliki jaringan parut atau sulit terjadi pembuahan.

Selain itu, wanita dengan placenta accreta berisiko mengalami kehilangan darah yang parah saat melahirkan, yang disebut pendarahan pascapersalinan. Diagnosis dini melalui perawatan prenatal adalah hal penting, sehingga tim dokter dan perawat dapat menangani persalinan sesuai jadwal.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Kenapa Ibu Hamil Perlu Bedrest

Gejala placenta accreta

Placenta accreta sering kali tidak menunjukkan tanda atau gejala selama kehamilan meskipun pendarahan vagina selama trimester ketiga mungkin terjadi. Seringkali, kondisi ini terdeteksi selama pemeriksaan USG secara rutin.

Faktor risiko placenta accreta

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko placenta accreta, di antaranya:

1. Operasi rahim sebelumnya. Risiko ini meningkat seiring dengan jumlah operasi rahim.

2. Posisi plasenta. Terutama jika plasenta menutupi sebagian atau seluruh leher rahim (plasenta previa) atau di bagian bawah rahim.

3. Usia ibu. Placenta accreta lebih sering terjadi pada wanita yang berusia lebih dari 35 tahun.

4. Persalinan sebelumnya. Risiko placenta accreta meningkat setiap kali melahirkan.

5. Kondisi rahim. Risiko ini lebih tinggi jika terdapat kelainan atau jaringan parut pada jaringan yang melapisi rahim (endometrium).

Komplikasi kehamilan

Placenta accreta dapat menyebabkan komplikasi serius, yakni:

1. Perdarahan vagina berat setelah melahirkan. Perdarahan dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa yang mencegah pembekuan darah secara normal, serta kegagalan paru-paru (sindrom gangguan pernapasan dewasa) dan gagal ginjal. Transfusi darah mungkin diperlukan.

2. Lahir prematur. Jika placenta accreta menyebabkan pendarahan selama kehamilan, Moms mungkin perlu melahirkan bayi secara prematur.

Baca juga: Bahayakah Placenta Previa Selama Kehamilan?

Diagnosis

Teknik untuk membantu diagnosis placenta accreta mungkin termasuk:

1. Tes pencitraan. Melalui ultrasound (USG) atau magnetic resonance imaging (MRI), dokter dapat mengevaluasi bagaimana kondisi plasenta yang tertanam di dinding rahim.

2. Tes darah. Dokter mungkin menguji sampel darah untuk memeriksa kenaikan jumlah alpha-fetoprotein―protein yang diproduksi oleh bayi dan dapat dideteksi dalam darah ibu. Kenaikan tersebut dikaitkan dengan placenta accreta.

Jika Moms mengalami pendarahan vagina selama trimester ketiga, segera hubungi dokter. Jika pendarahan parah, segera dapatkan perawatan darurat.

Pernahkah Moms mengalami kondisi placenta accreta ini? Bagikan pengalaman Moms, yuk!

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.