Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Bayi | Dec 6, 2018

Mengenali Tahap Perkembangan Attachment Si Kecil Saat Masih Bayi dan Manfaatnya

Bagikan


Mengenali Tahap Perkembangan Attachment Si Kecil Saat Masih Bayi dan Manfaatnya

Orang tua memainkan banyak peran yang berbeda dalam kehidupan buah hatinya, termasuk menjadi guru, teman bermain, pengasuh, dan figur panutan.

Dari semua peran ini, peran orang tua sebagai figur panutan merupakan salah satu yang  paling penting dalam memprediksi kemampuan sosial dan emosional anak nantinya.

Peran orang tua sebagai figur panutan sendiri dapat berpengaruh secara maksimal selama tahap perkembangan attachment bayi.

Baca Juga : Banyak Manfaatnya, Lakukan 4 Sentuhan Ini untuk Memperkuat Bonding dengan Bayi Baru Lahir

Apa dan bagaimana sih Moms yang dimaksud dengan perkembangan attachment bayi? Simak penjelasannya seperti di bawah ini.

Mengenal attachment bayi dengan orang tua atau pengasuhnya

Attachment merupakan ikatan jangka panjang yang sangat kuat yang berkembang antara bayi dan orang tua atau pengasuhnya.

Mulai sejak dilahirkan, kelekatan bayi dengan Moms akan berkembang sebagai respons terhadap cinta dan perhatian yang Moms berikan padanya.

Memperhatikan dan menanggapi kebutuhan Si Kecil akan kehangatan, pelukan, bermain, beristirahat, dan makan membantunya membangun ikatan awal yang aman dengan Moms. 

Hubungan yang kuat dan positif ini tumbuh bersama bayi dan menciptakan landasan yang penting.

Ini membantunya merasa aman dan terhindar dari bahaya potensial. Attachment juga membantu bayi menghadapi tantangan hidup di kemudian hari. 

Si Kecil mungkin tersenyum, membujuk, merangkak, menangis, atau memegang lengannya untuk mencari jawaban dari Moms.

Ia berharap akan mendapatkan senyum, kata-kata lembut, atau sentuan dan pelukan.

Jika Moms meresponsnya secara sensitif dan meyakinkannya bahwa Moms ada di sana untuknya, maka Si Kecil kemungkinan akan merasa bebas untuk bersantai, bermain atau menjelajah. Karena saat itu dia meraasa aman dalam pengawasan Moms.

Attachment yang aman membantu bayi mengatur pikiran dan perasaannnya dalam membangun kepercayaan diri. Keterikatan juga merupakan proses yang berkembang dengan lambat dari waktu ke waktu.

Baca Juga : Inspiring Stories: 3 Kisah Haru Perjuangan Ibu dan Bayi Prematur

Perkembangan attachment sesuai usia bayi

Saat bayi berusia sekitar enam bulan ia akan melekat pada orang-orang yang paling peduli padanya.

Orang-orang ini yang kemudian menjadi basis amannya untuk menjelajahi dunia selama beberapa tahun ke depan sampai dia cukup besar untuk merasa aman saat Moms tidak bersamanya.

Ini juga dapat membawa ketakutan pada orang-orang yang tidak dikenalnya dengan baik, bahkan terkadang anggota keluarga lain yang sangat menyayanginya. 

Bagaimanapun ini merupakan bagian yang normal dari perkembangan attachment bayi dan proses pembelajaran untuk merasa aman dengan lingkungannya.

Perlahan Si Kecil akan segera belajar untuk merasa aman dengan orang lain saat Moms meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja dan jika tidak terjadi perpisahan yang tiba-tiba atau terlalu cepat. 

Selama beberapa tahun berikutnya sampai Si Kecil berusia sekitar tiga atau empat tahun, dia akan berangsur-angsur dapat mengatur perpisahan lebih lama dari orang-orang tertentu.

Pada awalnya ia mungkin akan terus menerus memeriksa, bahkan mengawasi Moms kemanapun begitu ia bisa merangkak.

Kemudian pindah dan bermain sementara waktu tetapi kembali mencari atau menghampiri Moms dari waktu ke waktu. Ini merupakan cara bagaimana Si Kecil secara bertahap mengembangkan kepercayaan diri.

Pada usia 3 atau 4 tahun biasanya Si Kecil sudah mampu mengelola setengah hari atau seharian penuh bersama orang lain tanpa merasa kesal.

Beberapa anak cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama, tergantung pada temperamen mereka dan pengalaman awal yang mereka dapatkan. 

Baca Juga : 3 Bentuk Sentuhan yang Bisa Memperkuat Bonding Ibu dan Bayi

Nah, itulah pengertian dan manfaat penting attachment bayi dengan orang tua atau pengasuhnya. Apakah Si Kecil sudah mulai menunjukkan keterikatannya dengan Moms?

(RGW)

Sumber: cyh.com, babycenter.com, ncbi.nlm.nih

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.