Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Jul 9, 2018

Mengerikan! Ini Fakta Jual Beli ASI di Internet

Bagikan


asi perah

Saat ini, transaksi jual beli online sudah menjadi hal lumrah dalam keseharian. Apapun kini bisa dengan mudah diperjualbelikan di internet, baik barang maupun jasa. Termasuk Air Susu Ibu (ASI), lho, Moms.

Di Amerika Serikat, ASI rupanya dijual bebas di internet. Malah ada sebuah situs khusus yang menjadi platform jual beli ASI, yakni Onlythebreast.com.

Di situs jual beli itu, para ibu bisa menjual dan membeli ASI dengan bebas. Padahal, Moms pasti tahu yang namanya ASI harus ditangani dengan baik karena rawan basi dan terpapar bakteri.

Sementara itu, para pembeli ASI tidak tahu bagaimana proses penanganan ASI hingga sampai di tangan mereka.

Baca Juga : 7 Teknik Memperbanyak Jumlah ASI Perah

Terbukti Mengandung Banyak Bakteri

Karena alasan itu juga, Kepala Investigator dari Pusat Biobehavioral Health Sarah A. Keim sama sekali tidak merekomendasikan para ibu membeli dan menjual ASI di internet.

Bahkan, dari hasil investigasi yang dilakukannya bersama tim, ditemukan banyak bakteri dalam ASI yang dijual di intenet.

“Kami terkejut banyak sample ASI yang mengandung banyak bakteri. Bahkan ada susu yang terkontaminasi feses. Sepertinya berasal dari tangan yang tidak higienis. Kami juga terkejut beberapa sample mengandung salmonella,” kata Sarah seperti dikutip dari Parents.com.

Bakteri berbahaya lainnya, lanjut Sarah, bisa muncul karena wadah yang kotor atau pompa ASI yang tidak higienis. Proses pengemasan ASI di situs jual beli ini juga membuat ASI mudah terkontaminasi bakteri.

Baca Juga : Apakah Ada Batas Maksimal Menyimpan ASI Perah?

Sebanyak 19 persen penjual juga diketahui tidak menyertakan dry ice atau metode pendinginan lain untuk menjaga temperatur ASI agar tidak rusak. Hal inilah yang akan membuat ASI tersebut menjadi semakin terkontaminasi.

Belum lagi para penjualnya. Tidak seperti bank ASI yang melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap para donor ASI, penjual ASI ini tidak melalui proses screening terlebih dahulu. Meka hanya mencantumkan informasi seperti saya mengonsumsi makanan organik, kualitas baik, tanpa ada pemeriksaan.

“Berdasarkan riset kami, tidak aman untuk membeli ASI secara online. Food and Drug Administration (FDA) juga melarang berbagi ASI dengan cara jual beli seperti itu,” ungkap Sarah.

Ia menambahkan, pemberian ASI dengan cara seperti itu penerimanya lah yang akan dirugikan. Mereka tidak tahu apakah ASI tersebut bebas bakteri atau justru sebaliknya.

“Mereka juga tidak tahu apakah informasi yang diberikan oleh para penjual adalah informasi jujur,” kata Sarah.

Kim Jae-hong, neonatologis dari UC-San Diego mengatakan, ASI yang dijual di internet juga bisa jadi media penularan penyakit berbahaya seperti HIV dan narkoba.

“Karena itu juga, FDA meminta para ibu untuk tidak memberikan ASI dari intenet kepada anak mereka karena risiko keamanannya begitu besar,” terangnya.

Baca Juga : Bolehkah Mencampur ASI Perah Dalam Waktu Berbeda?

ASI dari Bank ASI Jauh Lebih Higienis

Namun, hasil investigasi ini jauh berbeda dengan kandungan ASI yang didonorkan pada bank ASI. Di Amerika sendiri, terdapat 12 bank ASI nirlaba yang mengikuti aturan Human Milk Banking Association of North America.

Di sana, ASI dari donor yang sudah dinyatakan sehat kemudian dipasteurisasi dan diberikan kepada bayi-bayi sakit yang membutuhkan.

Dengan proses pasteurisasi itu, ASI jadi bebas dari bakteri berbahaya yang akan memberikan pengaruh buruk pada bayi yang menerima donor.

Bank ASI, kata Sarah, merupakan jalan aman untuk mendapatkan ASI higienis bagi para bayi yang sakit jika ibu mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan ASI mereka.

Jae-jong juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, bank ASI memiliki prosedur screening yang membuat ASI di bank ASI lebih higienis ketimbang yang dijual di internet.

Indonesia memang tidak punya aturan khusus untuk donasi ASI.

Namun, agama tertentu punya aturan tersendiri yang biasanya jadi pedoman para ibu yang akan mendonorkan dan menerima ASI. Bagaimana dengan Moms? Apakah setuju ASI diperjualbelikan di internet? Share, yuk!

(AND)

Sumber: parents.com, usatoday.com 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.