Program Hamil

PROGRAM HAMIL
6 Januari 2021

Pentingnya Mengenal Obat Penyubur Kandungan dari Dokter, Jangan Salah Pilih!

Clomiphene citrate salah satunya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebagian wanita mengalami kesulitan untuk mendapatkan momongan, baik yang telah menikah lama ataupun pasangan baru. Ini dipengaruhi dari kesuburan wanita dan pria yang dilihat dari sel telur dan sel sperma.

Ketika mereka kesulitan untuk hamil, teknologi yang semakin canggih pada saat ini mengedepankan program hamil dan obat penyubur kandungan dari dokter untuk membantu kehamilan.

Apalagi untuk mereka yang hamil dengan usia di atas 40 tahun ke atas, akan semakin sulit untuk membuahkan sel telur.

Bicara soal obat penyubur kandungan dari dokter, memang obat ini tak semua dapat didapatkan di apotik. Ia membutuhkan resep dan anjuran pemakaian untuk obat penyubur kandungan dari dokter.

Baca Juga: 5 Sarapan Sehat untuk Ibu Hamil yang dan Mudah Dibuat

Obat penyubur kandungan dari dokter berperan untuk mengatur atau merangsang ovulasi. Obat kesuburan merupakan pengobatan utama bagi wanita yang mengalami kemandulan akibat gangguan ovulasi, menurut Mayo Clinic.

Obat penyubur kandungan dari dokter umumnya bekerja seperti hormon alami, hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH) untuk memicu ovulasi. Mereka juga digunakan pada wanita yang berovulasi untuk mencoba merangsang sel telur yang lebih baik.

Obat Penyubur Kandungan dari Dokter

obat penyubur kandungan dari dokter

Foto: Orami Photo Stock

Tak mudah mendapatkan obat penyubur kandungan dari dokter. Ia membutuhkan proses yang panjang untuk mengetahui kualitas sel telur dan sel sperma yang membutuhkan obat penyubur kandungan dari dokter.

"Kehamilan adalah proses yang kompleks. Untuk mengetahui pasangan subur atau tidak yaitu dengan melakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas sel telur dan sel sperma atau dikenal Age Related Fertility (ARF)," ujar dr. Yassin Yanuar Mohammad, Sp. OG-KFER, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai salah satu obat penyubur kandungan dari dokter yang perlu Moms ketahui, yakni Clomiphene Citrate.

Clomiphene Citrate

Seberapa besar tingkat keberhasilan Clomiphene citrate sebagai obat penyubur kandungan dari dokter? Jika Moms mempertimbangkan obat penyubur kandungan dari dokter ini, mungkin ingin tahu apakah cara ini akan berhasil.

Clomiphene citrate (nama merek: Clomid atau Serophene) adalah obat penyubur kandungan dari dokter yang digunakan secara oral.

Ini dipercaya dapat meningkatkan kesuburan pada wanita dan biayanya yang relatif rendah. Clomiphene sebagai obat penyubur kandungan dari dokter biasanya digunakan untuk:

  • Mengobati wanita yang memiliki anovulasi (tidak berovulasi) seperti siklus menstruasi yang berhenti atau tidak teratur (menginduksi ovulasi).
  • Mengatasi kondisi yang disebut luteal phase defect dengan meningkatkan sekresi progesteron selama paruh kedua siklus dan membuat siklus menstruasi lebih mudah diprediksi.
  • Clomiphene juga dapat digunakan untuk meningkatkan ovulasi pada wanita yang sudah berovulasi (ovulation augmentation).

Baca Juga: Ingin Hamil tapi Haid Tidak Teratur?

Cara Kerja Clomiphene Citrate

salah satu obat penyubur kandungan dari dokter.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tentunya tidak semua wanita mengalami kesulitan hamil dapat mengonsumsi obat penyubur kandungan dari dokter ini. Clomiphene citrate perlu pengawasan dari dokter untuk membantu ovulasi.

Clomiphene, sebagai obat penyubur kandungan dari dokter, bekerja pada FSH—hormon perangsang folikel—yang menyebabkan tubuh wanita menumbuhkan folikel dan akhirnya melepaskan sel telur yang diharapkan akan dibuahi. Obat penyubur kandungan dari dokter ini bekerja seakan-akan mengelabuhi tubuh agar percaya bahwa ada sedikit estrogen, ini menurut penjelasan studi dari Medline Plus.

Jika tubuh yakin ada sedikit estrogen, maka akan menghasilkan lebih banyak GnRH, menyebabkan hipofisis memompa lebih banyak FSH dan LH yang akhirnya memicu pelepasan telur dari ovarium.

dr. Yassin Yanuar menyatakan bahwa Clomiphene biasanya diberikan dalam bentuk pil yang diminum sehari sekali selama 5 hari, dimulai 2 sampai 5 hari setelah hari pertama menstruasi. Dosis awal Clomiphene biasanya adalah 50 mg/hari selama 5 hari, dan dapat ditingkatkan setiap bulan hingga 50 mg sehari.

Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes sebelum memberikan Clomiphene dengan mempertimbangkan berikut:

  • Lakukan tes darah FSH siklus hari ke-3 untuk memastikan sel telur memiliki kualitas yang cukup baik.
  • Lakukan analisis sperma sebelum memulai Clomiphene.
  • Pastikan saluran tuba falopi tidak tersumbat.
  • Menurunkan berat badan, yang akan membantu hamil lebih cepat.

Tingkat Keberhasilan Kehamilan Clomiphene Citrate

"Tingkat keberhasilan Comiphene citrate sebagai obat penyubur kandungan dari dokter pada usia kehamilan di atas 35 tahun adalah cukup rendah yaitu 5-10 persen, biasanya dikombinasikan dengan terapi program hamil high tech," ujar dr. Yassin Yanuar saat diwawancara pada 9 Desember 2020.

Clomiphene sering diresepkan untuk wanita dengan sindrom ovarium polikistik, atau PCOS, yang merupakan sindrom yang dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur atau tidak ada.

Baca Juga: Beda Suhu Basal Tubuh Saat Masa Subur, Ovulasi, dan Awal Kehamilan

Tidak semua orang akan merespons obat ini. Wanita dengan menopause dini, dan tidak adanya ovulasi karena berat badan rendah atau amenore hipotalamus kemungkinan besar tidak berovulasi saat mengonsumsi obat penyubur kandungan dari dokter ini.

Wanita dengan kondisi ini mungkin memerlukan perawatan infertilitas yang lebih intensif.

Sekitar 50 persen wanita yang berovulasi dengan Clomiphene akhirnya berhasil hamil berdasarkan kesuburan pada kedua pasangan. Tetapi itu juga tergantung pada usia wanita dan faktor lainnya. Bayi tabung (IVF) dengan Clomiphene dapat memperbaiki peluang kehamilan.

Bagi wanita dengan PCOS di bawah usia 35, tingkat keberhasilan IVF adalah sekitar 70 persen untuk kehamilan dengan satu siklus IVF, dan sekitar 60 persen untuk kelahiran hidup (keguguran mencatat angka yang berbeda).

Tingkat keberhasilan kehamilan untuk konsumsi obat penyubur kandungan dari dokter ini juga dapat merangsang pembuahan bayi kembar.

"Hamil kembar dapat dilakukan secara alami dan buatan menggunakan terapi kesuburan dan konsumsi obat penyubur kandungan dari dokter. Namun ini bukan tujuan utama, melainkan risiko," tambah dr. Yassin Yanuar.

Risiko yang sedikit lebih tinggi mengalami kehamilan kembar saat menggunakan obat penyubur kandungan dari dokter ini sekitar 7% persen untuk kembar dua, dan di bawah 0,5 persen untuk kembar tiga, menurut penelitian Health Research Funding.

Dokter menyarankan untuk menghindari kehamilan kembar ini, apalagi di usia kehamilan di atas 40 tahun yang akan memicu risiko dan komplikasi untuk kesehatan ibu dan janin.

Adakah Efek Samping Clomiphene?

Sebelum memulai konsumsi Clomiphene sebagai obat penyubur kandungan dari dokter, pertimbangkan beberapa efek samping obat penyubur itu:

Baca Juga: 3 Penyebab Diare saat Hamil, Yuk Cari Tahu!

  • Flushing atau rasa panas, kemerahan seperti gejala menopause.
  • Nyeri ovulasi dan peningkatan sensitivitas.
  • Penglihatan kabur, penglihatan ganda atau traces (komplikasi yang dapat menyebabkan perawatan dihentikan).
  • Suasana hati berubah-ubah.
  • Mual.
  • Payudara lunak.
  • Sakit kepala.
  • Kekeringan vagina.
  • Menurunkan produksi lendir serviks, yang mempersulit sperma masuk ke rahim.
  • Berdampak negatif terhadap produksi estrogen, yang akhirnya mencegah penebalan lapisan rahim pada waktu yang diperlukan.
  • Kemungkinan mengalami respons berlebihan terhadap pengobatan, yang dikenal sebagai sindrom hiperstimulasi ovarium, yang ditandai dengan perut kembung, mual dan diare, dan pada kasus yang lebih parah, termasuk sesak napas, sulit buang air kecil dan nyeri dada.
  • Kehamilan kembar bisa menjadi risiko pengobatan dengan clomiphene.

Suplementasi Obat Penyubur Kandungan

asam folat baik untuk obat penyubur kandungan dari dokter.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dokter Yassin Yanuar mengatakan sebenarnya obat penyubur kandungan dari dokter tidak dapat dijualbebaskan pada apotik manapun. Ini karena tidak semua wanita kesulitan untuk hamil dapat mengonsumsi ini.

Perlu pengawasan dari dokter dan aturan pemakaian yang sesuai untuk menghindari komplikasi dan dosis berlebihan.

Untuk obat penyubur kandungan yang didapatkan di apotik sebaiknya membeli vitamin yang membantu untuk merangsang kesuburan pada wanita.

Vitamin apapun yang menunjang kesehatan boleh dikonsumsi, begitu juga dengan kandungan asam folat untuk menambah kesuburan.

"Biasanya untuk wanita yang ingin hamil disarankan konsumsi suplemen kesuburan 3 bulan sebelum kehamilan," tambah dr. Yassin Yanuar.

Mengonsumsi suplementasi asam folat untuk mendapatkan kehamilan adalah sangat memberikan peluang lebih besar untuk hamil, ini karena berfungsi merawat kesuburan dan mengurangi risiko cacat pada janin.

Kebutuhan asam folat harian ibu hamil penting untuk dipenuhi, bahkan sejak sebelum hamil. Hal ini karena kekurangan asam folat saat hamil tidak hanya membuat Moms menjadi lemas dan lelah, tetapi juga dapat menghambat dan mengganggu perkembangan janin dalam kandungan.

Menurut Tommy's Pregnancy Hub, wanita disarankan untuk mengonsumsi suplemen 400mcg asam folat setiap hari. Moms bisa mendapatkannya di sebagian besar apotek, supermarket, dan toko kesehatan. Dokter kandungan mungkin juga dapat meresepkannya untuk merangsang kesuburan.

Beberapa sumber makanan yang mengandung asam folat, termasuk:

  • Brokoli
  • Kubis Brussel
  • Bayam
  • Asparagus
  • Kacang polong
  • Buncis
  • sereal sarapan yang diperkaya

Makan makanan tinggi asam folat saja tidak akan cukup untuk memberikan perlindungan terbaik pada bayi, jadi penting untuk mengonsumsi tablet juga.

Selain itu, gaya hidup juga sangat menunjang selain mengonsumsi obat penyubur kandungan dari dokter. Terutama jika Moms mengonsumsi kopi, sebaiknya per hari maksimal 250ml/gr.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait