Kehamilan

KEHAMILAN
31 Juli 2020

Amankah Menggunakan Sex Toys Saat Hamil?

Hubungan seksual tetap disarankan untuk ibu hamil. Namun, bagaimana keamanan sex toys?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Dina Vionetta

Hubungan seksual saat hamil aman untuk dilakukan kecuali dokter kandungan atau bidan mengatakan sebaliknya. Menurut artikel March of Dimes, hubungan seks tidak akan menyakiti Si Kecil dalam kandungan.

Otot-otot rahim dan cairan ketuban yang mengelilingi Si Kecil dalam rahim akan membantu melindungi. Mucus plug akan membantu menjaga janin aman dari infeksi. Mucus plug adalah massa lendir yang menghalangi pemukaan serviks.

Banyak penelitian dari Canadian Medical Association telah menyimpulkan bahwa seks vaginal selama kehamilan tidak memiliki hubungan peningkatan risiko persalinan prematur atau kelahiran prematur.

Namun, jika dokter menganggap seseorang berisiko tinggi, mereka mungkin merekomendasikan agar orang tersebut menghindari hubungan seksual selama kehamilan atau hanya pada tahap selanjutnya.

Amankah Menggunakan Sex Toys Saat Hamil?

Berbagai sex toys tentu menyebabkan kenikmatan seksual yang luar biasa. Utamanya saat hamil, ketika kemaluan Moms membesar, dilumasi, dan berpotensi ultrasensitive, berkat kelonjakan hormone estrogen dan progesterone.

Lalu, amankah menggunakan sex toys saat hamil? Aman untuk mengunakan sex toys saat hamil.

"Apa pun yang pernah Anda gunakan sebelumnya, kemungkinan Moms masih bisa menggunakannya," kata pendidik seks Lou Paget, penulis Hot Mamas: The Ultimate Guide To Staying Sexy Throughout Your Pregnancy And The Months Beyond

Baca Juga:3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toys

Sex toys datang dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk berbagai zona sensitif seksual.

Ada yang bergetar, ada yang tidak. Beberapa merangsang di dalam dan beberapa merangsang Moms di luar. (Beberapa melakukan keduanya!) Tidak ada dari mereka yang benar-benar terlarang selama kehamilan, tetapi ada beberapa pedoman yang akan membuat seks aman, nyaman, dan menyenangkan.

Inilah yang perlu Moma perlu lakukan sebelum menggunakan sex toys saat hamil:

1. Jaga Agar Tetap Bersih

membersihkan sex toys untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, kebersihan sex toys amat penting ditekankan saat hamil.

Untuk itu, selalu bersihkan mainan dengan air sabun yang panas dan keringkan sepenuhnya baik sebelum maupun sesudah digunakan. Simpan di tempat yang bersih.

2. Jangan Terkena Anus

sex toys untuk ibu hamil jangan terkena anus

Foto: Orami Photo Stocks

Selama kehamilan terutama, jangan menggunakan mainan di dalam atau di sekitar vagina Moms jika sex toys mengenai bagian anus Moms.

Jika bakteri tinja masuk ke dalam vagina, itu dapat membuat Moms terjangkit infeksi vagina.

Baca Juga:3 Manfaat Sex Toys Dalam Hubungan Suami Istri

3. Pelajari Label

pelumas aman untuk sex toys pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Banyak lotion erotis dan pelumas mengandung aroma, rasa, warna, dan bahan-bahan lain yang dapat mengiritasi jaringan sensitif atau menyebabkan infeksi, yang bisa sangat berbahaya selama kehamilan.

Hindari produk yang bertuliskan "Tidak boleh digunakan oleh wanita hamil" atau "Hanya untuk pemakaian luar." Tinggalkan produk itu di rak.

4. Hindari Bahan-bahan Tertentu

bahan kimia berbahaya sex toys untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Beberapa mainan plastik bisa mengandung ftalat, senyawa yang berpotensi mengganggu hormon dalam tubuh (itulah sebabnya bahan ini tidak lagi diizinkan dalam botol bayi, dot, dan produk bayi lainnya).

Jika Moms berbelanja mainan plastik baru, pastikan berbunyi "bebas phthalate."

5. Bersikaplah Lembut

bersikaplah lembut dengan sex toys untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Sebuah dildo lebih sulit dan lebih kaku dari pada penis, dan leher rahim lebih rapuh selama kehamilan, jadi mulailah perlahan dan jangan terlalu dalam atau mendorong terlalu keras.

Namun, ada baiknya tidak menggunakan sex toys saat hamil sampai kedalaman penuh dari vagina jika:

  • Dokter kandungan menyarankan Moms untuk tidak berhubungan seks. Hal ini dapat terjadi bila Moms memiliki plasenta letak rendah atau jika memiliki serviks yang lemah pada kehamilan sebelumnya.
  • Adanya risiko persalinan premature
  • Moms mengalami infeksi vagina
  • Ketuban pecah

Jika Moms mengalami pendarahan vagina, bicarakan dengan bidan atau dokter umum sebelum menggunakan mainan seks, atau berhubungan seks.

Sedikit pendarahan setelah berhubungan seks mungkin tidak perlu dikhawatirkan, dan mungkin disebabkan oleh leher rahim yang teriritasi.

Tetapi selalu terbaik untuk berhati-hati. Jadi beri tahu bidan atau dokter umum jika mengalami pendarahan setiap saat.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait