Kesehatan

KESEHATAN
30 Maret 2021

10 Cara Menghilangkan Pegal di Kaki dan Paha, Dijamin Ampuh!

Jangan asal diobati, ini cara ampuh untuk atasi kaki pegal!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Intan Aprilia

Setiap hari Moms mengandalkan kaki untuk melakukan banyak pekerjaan. Mulai dari berjalan, naik-turun tangga, berdiri untuk waktu yang lama, atau berolahraga. Kaki seakan tak ada habisnya dipakai berkegiatan setiap hari, jadi sangat wajar jika suatu hari Moms merasakan pegal di kaki dan paha. Untungnya, ada banyak cara menghilangkan pegal di kaki dan paha setibanya Moms di rumah.

Umumnya, kombinasi beberapa cara juga akan membantu meremajakan kaki dan mencegahnya terlalu pegal. Mari kita simak ulasannya.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kaki Sering Sakit dan Pegal, dan Cara Mengobatinya

Cara Menghilangkan Pegal di Kaki dan Paha

Pegal di kaki dan Paha

Foto: supportthefoot.com

Tak perlu berpanjang lebar, berikut ini adalah beberapa cara menghilangkan pegal di kaki dan paha yang bisa Moms coba:

1. Rendam Kaki dengan Air Hangat

Untuk menghilangkan pegal di kaki dan paha, Moms bisa mencoba merendam kaki dengan air hangat setibanya di rumah. Cara ini dipercaya bisa meredakan nyeri kaki dalam sekejap.

Moms juga bisa menambahkan garam Epsom ke rendaman kaki untuk meredakan nyeri otot dan bahkan mengurangi pembengkakan di kaki.

Rendam kaki dalam campuran air dan garam Epsom selama sekitar dua puluh menit untuk meredakan pegal di kaki dan paha.

Moms mungkin tergoda untuk mencoba produk lain di kaki seperti soda kue. Namun, bahan ini lebih cenderung menargetkan kondisi yang berhubungan dengan kulit daripada rasa sakit atau bengkak, jadi sebaiknya dihindari ya.

2. Lakukan Peregangan

Moms juga dapat mencoba beberapa latihan peregangan untuk menghilangkan pegal di kaki dan paha.

Moms dapat menargetkan satu area kaki seperti jari kaki atau tumit, atau Moms dapat melakukan beberapa peregangan untuk menargetkan seluruh kaki.

Moms juga bisa mengikuti latihan berikut ini untuk mencegah kram dan meningkatkan fleksibilitas kaki:

  • Tekuk jari-jari kaki, kemudian diluruskan, lalu ditekuk selama beberapa detik. Ulangi latihan jari kaki ini sepuluh kali.
  • Lakukan pemanasan di kaki dengan duduk dan rentangkan kaki. Gerakkan jari-jari kaki dan arahkan jari-jari kaki ke arah tubuh dan menjauhinya. Gerakkan pergelangan kaki dalam lingkaran searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam.
  • Teruskan meregangkan kaki dengan menggeser beban dari tumit ke jari kaki dengan bergiliran mengangkat bagian depan dan belakang kaki dari lantai sambil dalam posisi berdiri.

3. Lakukan Latihan Penguatan

Tahukah Moms bahwa menjaga kaki tetap lentur dan kuat adalah kunci untuk menghilangkan pegal di kaki dan paha? Moms bisa berjalan kaki secara teratur untuk berolahraga dan menjaga kaki tetap lentur dan sehat.

Moms juga perlu menghindari gaya hidup yang terlalu banyak duduk. Moms mungkin perlu menggunakan pedometer untuk memastikan Moms cukup berjalan dan menjaga kaki tetap aktif.

Moms juga dapat mencoba latihan ketahanan untuk memperkuat kaki dan mencegah rasa sakit di kemudian hari.

Moms dapat menggunakan resistance band atau beban untuk membangun kekuatan di kaki. Bahkan berat badan sendiri juga dapat membantu Moms dalam latihan ketahanan.

Ada beberapa latihan penguatan untuk kaki yang bisa Moms lakukan, misalnya:

  • Cobalah peregangan Achilles dengan bantuan dinding.
  • Ambil kelereng dengan jari-jari kaki.
  • Tarik handuk mendekat dari lantai dengan kaki saat duduk untuk meregangkan dan memperkuat lengkungan kaki.

Pasang karet gelang ke kaki furnitur dan duduk tepat di seberangnya di kursi. Tarik kaki melewati karet gelang hingga menyangga bagian atas kaki di bawah jari kaki.

Kemudian, tarik kaki dan tahan di tempatnya selama beberapa detik. Ulangi beberapa kali. Ini akan meregangkan tumit.

Baca Juga: Nyeri Bahu dan Cara Tepat Mengatasinya Menurut Ahli Ortopedi

4. Pijat Kaki

Pijat Kaki Pegal

Foto: footfiles.com

Moms dapat memijat kaki sendiri untuk membantu meredakan nyeri dan meningkatkan sirkulasi.

Duduklah di kursi yang nyaman dan gosok dan pijat bagian bawah kaki. Tarik dan tekuk jari-jari kaki untuk memijatnya.

Moms bisa menggunakan lotion atau minyak untuk membantu melumasi kulit sehingga lebih mudah untuk memijat kaki.

Produk seperti foot roller (yang merupakan silinder bertekstur), juga dapat membantu memijat kaki jika dengan

5. Beli Penyangga Lengkung

Penopang lengkung atau ortotik dapat menjaga kestabilan kaki saat Moms berdiri atau berjalan. Cara ini akan menghilangkan pegal di kaki dan paha.

Keduanya terbukti efektif dalam menghilangkan nyeri kaki belakang dan meningkatkan fungsi kaki secara keseluruhan.

6. Ganti Sepatu yang Biasa Digunakan

Sepatu bisa menjadi penyebab pegal di kaki dan paha lho, Moms. Ini karena saat Moms mengenakan sepatu yang melebihi masa penggunaannya, cara memakai sepatu yang salah, atau ukuran sepatu yang salah dapat memengaruhi kesehatan kaki.

Coba perhatikan beberapa hal berikut terkait sepatu:

  • Sepatu sneakers mungkin aus setelah penggunaan sejauh 500 hingga 800 kilometer sehingga ia tidak lagi memberikan dukungan yang Moms butuhkan.
  • Sepatu hak tinggi dan sepatu tanpa lengkungan atau penyangga yang tepat (seperti sandal jepit) dapat merusak kaki.
  • Kaki dapat berubah ukurannya selama masa hidup (bahkan ketika sudah dewasa) karena kaki dapat menyebar seiring waktu.
  • Pertimbangkan untuk membeli sepatu baru yang pas dan nyaman dipakai berjalan jauh sehingga tidak membuat Moms cepat pegal. Sepatu yang memberikan lengkungan yang tepat seakan bisa memberikan kehidupan baru pada kaki. Selain itu, kenakan sepatu yang cocok untuk aktivitas apa pun yang Moms lakukan. Misalnya, kenakan sepatu kets saat berolahraga.

7. Kompres Kaki dengan Es

Mengompres kaki dengan es dapat mengurangi peradangan yang menyebabkan pegal di kaki dan paha. Oleskan es ke kaki yang sakit dengan mengisi kantong plastik dengan es atau menggulingkan kaki di atas botol air beku.

Cobalah mengompres area yang pegal selama 5 hingga 15 menit beberapa kali sehari untuk membantu mengurangi peradangan.

Baca Juga: Nyeri Punggung Saat Hamil, Bagaimana Cara Alami Mengatasinya?

8. Minum Obat Pereda Nyeri

Obat Pegal di Kaki

Foto: srhmatters.org

Ada beberapa obat bebas yang bisa Moms coba untuk menghilangkan pegal di kaki dan paha.

Obat-obatan seperti acetaminophen dapat mengatasi rasa sakit, sedangkan anti peradangan non steroid, seperti ibuprofen dan naproxen sodium, dapat menargetkan rasa sakit serta peradangan.

Moms mungkin perlu minum jenis obat ini selama beberapa minggu untuk benar-benar meredakan radang kaki yang berlangsung lama.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui berapa lama Moms boleh menggunakan salah satu obat ini dan menghindari efek samping.

9. Oleskan Krim Pereda Nyeri

Moms mungkin akan mengalami perbaikan gejala usai mengoleskan obat secara topikal ke kaki yang pegal. Ada beberapa produk yang dijual bebas dan menawarkan sensasi dingin dan menghilangkan rasa sakit.

Beberapa obat ini termasuk bahan-bahan seperti mentol, kayu putih, dan terpentin. Yang lainnya mengandung salisilat atau zat lainnya untuk mengurangi rasa sakit.

10. Gunakan Belat Khusus Saat Malam Hari

Moms mungkin bisa mengatasi nyeri kaki saat tidur. Belat malam menjaga kaki dalam posisi terkunci semalaman sehingga Moms tidak tidur dengan kaki yang mengarah asal, yang dapat menyebabkan nyeri kaki.

Mengutip Singapore Medical Journal, bidai malam khusus ini bisa menjadi cara yang hemat biaya dan berguna untuk mengobati plantar fasciitis, yakni kondisi kaki umum yang mempengaruhi hingga 1 juta orang per tahun.

Baca Juga: 6 Olahraga Ringan Agar Badan Tidak Pegal Selama #DiRumahAja

Kapan Pegal di Kaki Harus Dibawa ke Dokter?

Kapan Kaki Pegal Harus Dibawa ke Dokter

Foto: ihealthspot.com

Sebelum mencoba pengobatan rumahan untuk menghilangkan pegal di kaki dan paha, pertimbangkan juga apakah Moms memiliki kondisi yang lebih serius yang harus diperiksa oleh dokter.

Moms mungkin telah melukai kaki atau mengembangkan kondisi yang hanya dapat ditangani oleh dokter.

Selain itu, pastikan menghubungi dokter jika:

  • Memiliki gejala mirip flu yang dikombinasikan dengan nyeri kaki
  • Mengalami nyeri bengkak atau parah di kaki
  • Merasakan kesemutan atau mati rasa di bagian bawah kaki
  • Memiliki luka terbuka di kaki yang mungkin terinfeksi
  • Tidak bisa berjalan
  • Curiga bahwa Moms mengalami patah tulang di kaki
  • Mengalami pembengkakan di kaki selama lebih dari beberapa hari
  • Mengalami nyeri kaki yang tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu padahal sudah mencoba pengobatan rumahan

Selain itu, Moms juga harus segera menghubungi dokter jika menderita diabetes dan mengalami gejala pada kaki. Pasalnya pegal di kaki dan paha pada pengidap diabetes bisa menjadi tanda dari kondisi yang serius.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait